Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
4


__ADS_3

"Ada petunjuk lainnya?" Tanya Yuri.


"Hmmm Eris berkata ada kemungkinan kisah hidupnya berbeda. Aku bingung harus mencarinya kemana," kata Arae menatap mereka berdua.


Mereka berpikir masing-masing bagaimana akan memulainya dan harus kemana.


"Bukankah Nona memiliki kekuatan yang besar? Mungkin akan bisa bertahan kan. Lalu... Nona Arae juga," kata Raven menatapnya agak takut.


Meskipun mereka bekerja sudah lama bersama dalam toko, tetap saja dirinya jauh dari Arae dan Eris.


"Kekuatanku tidak sebesar Eris. Tapi aku sedikitnya memberikan kekuatanku, supaya dia bisa bertahan sedikit lebih lama," kata Arae menghela nafas.


"Bagaimana keadaan Eris sekarang?" Tanya Yuri.


"Tenang saja. Aku membawanya ke dunia kegelapan dan menidurkannya dalam peti kristal. Dia akan aman," kata Arae tersenyum pada Yuri.


Yuri memegang dadanya dengan sangat lega. "Apakah Eris akan bangun lagi?" Tanya Yuri memandangi gelas tehnya.


Tangan Arae berhenti bergerak saat hendak mengambil kue cokelat lalu tersenyum dan mengambil kue itu.


"Bila kita menangkap Eris yang manusia dan membawanya, Eris akan bangkit," kata Arae melahap kue itu dengan senang.


"Kita harus cepat," kata Raven berdiri dengan semangat.


Mereka mengobrol membuat rencana sampai malam tiba sedangkan di lantai bawah, kedua orang tua Yuri tengah asyik menikmati acara televisi.


Dalam layar tersebut terlihat judul Exorcist yang menampilkan seorang gadis kecil usia 14 tahun, dengan pakaian hitam yang manis.


"Ayah, kenapa ya gadis itu mirip dengan Eris?" Tanya Ibu Yuri sambil meletakkan teh.


Suaminya lalu menyelidiki agak mirip tapi...


"Aah ya persis tapi berbeda di warna rambut saja dan kalau diperhatikan lagi, wajahnya beda kan," katanya duduk dengan santai lagi.


"Iya sih. Ibu kira Eris ikut pekerjaan akting meski tampilannya agak... seram," kata istrinya tertawa.


"Hahaha tapi berkat anak itu, Yuri selamat bukan? Di dunia ini pasti selalu saja ada yang mirip," kata suaminya meminum teh.


Mereka kemudian menonton kembali tayangan tersebut menampilkan Eria yang tengah merapatkan telinganya ke pohon besar.


Ada banyak penonton disana, mereka ketakutan dan Eria menjelaskan sesuatu yang membuat beberapa orang menyiapkan pemotong kayu.


Pohon itu yang akan ditebang namun dalam cerita penduduk, mereka yang mendekatinya tiba-tiba merasa linglung. Eria menjelaskan bahwa memang ada penghuninya dan dia akan memusnahkannya.


Pemilik taman meminta pada Eria untuk segera mengusir penghuni tersebut. Eria menatap ke atas dimana perempuan dia sedang menangis.

__ADS_1


Dalam rumah Nyx, mereka sedang menonton bersama. Nyx dan Aiolos bicara dengan sangat seru terkadang adiknya memberikan lirikan kepadanya.


"Anak itu cantik sekali," kata adiknya Nyx, Zalea.


Nyx dan Aiolos melihat, memang benar anak itu adalah seorang medium.


Nyx menepuk bahu temannya. "Apa anak itu..."


"Dia manusia kok. Namanya Eria," kata Aiolos.


Nyx berpikir. "Eris-Eria, apa mereka kembar?" Tanyanya menatap Aiolos.


"Aku juga sempat menanyakan itu, tapi dia jawab anak tunggal jadi mereka berbeda kan," kata Aiolos masih menatap televisi.


"Wah, dia benar-benar seorang medium. Eh apa kekuatan yang dia punya sama dengan si anak bermata dingin itu?" Tanya Nyx.


Aiolos tertawa keras mendengarnya. "Yah, bisa jadi juga. Kamu kan yang sering nonton acara ini, aku mana tahu," katanya.


"Yah, aku mengikuti cerita setiap episodenya sih," kata Nyx.


"Kak, minta permen pop dong," kata Zalea.


"Permen pop?" Tanya Nyx mengingat.


"Itu lho permen yang kakak selalu **** setiap malam. Bagi kek," katanya terus meminta.


"HOEK! Yang baru dong. Kakak pelit!" Kata Zalea menjulurkan lidah.


"Dibilang sudah habis," kata Nyx memaksa adiknya memakan permennya.


"Sudah deh aku belikan saja," kata Aiolos yang akan berdiri.


Zalea senang sekali langsung di cubit pipi oleh Nyx. Meski sakit, langsung Zalea tendang perut kakaknya itu.


"Zalea! Masa perut kakak kamu ditendang? Sudah jangan dibelikan," kata emaknya Nyx ke Aiolos.


"Tuh, dengerin! Kelakuan seperti ini mana mau Aiolos terima. Huh!" Kata Nyx yang me nyepet adiknya.


"Hahahaha! Tidak apa-apa sekalian mau beli cemilan juga," kata Aiolos.


Nyx dan emaknya memandangi jendela. "Di luar hujan," kata Nyx.


"Hujan itu air, kak. Ada payung juga," kata Zalea mengambilkan.


Rasa-rasanya ingin sekali Nyx menjitak kepala adik perempuannya itu tapi ditahan. Aiolos sudah lebih dulu mengambil.

__ADS_1


"Aku ikut deh," kata Nyx akhirnya mengambil payung yang lain.


"Tante mau menitip?" Tanya Aiolos dengan ramah.


"Aduuuh selain tampan, ramah sekarang baik hati juga. Emak saja jangan Tante sudah tua begini. Emak titip topokki ya dan makanan korea lainnya, ini uang. Lebihnya belikan makanan yang kamu suka," kata ibunya Nyx memberikan uang.


Aiolos mengangguk tertawa. Kehangatan keluarga Nyx memang jarang dia rasakan sejak dahulu. Uang dia terima dan tiba-tiba...


CUP! Suara kecupan bibir dari emaknya Nyx mendarat di pipi lembut nan mulus, se kenyal mochi di Aiolos. Sontak Zalea dan Nyx sangat kaget.


"EMAAAAAKKK!!" Teriak Nyx mengalahkan suara adiknya.


"Apa sih kamu nih? Cemburu? Dia kan sahabat kamu sudah Emak anggap sebagai anak juga," kata Ibunya memeluk Aiolos yang sangat malu.


"Iya tapi kan... dia sudah besar. Tidak akan suka Emak kissing," kata Nyx masih sebal.


"Halah! Lebay! Aiolos suka kok. Iya kan?" Tanya Emak memandanginya sambil mencubit pipinya.


"Hahaha," jawab Aiolos malu.


"Sok engris kakak ini," kata Zalea langsung kabur.


"Siapa juga yang cemburu. Aku ini sudah dewasa tidak perlu Emak cium makanya aku selalu menolak. Kira-kira dong anak orang," kata Nyx menarik Aiolos.


"Kamu anak durhaka! Memangnya ludah emak mu ini bau?! Sini. Siniiiiiiiiii," kata Ibunya mengejar Nyx yang lari tunggang langgang.


Akhirnya kena juga karena Aiolos membantu dan ciuman fatal ibunya mendarat di pipinya.


"HOEEEK!" Teriak Nyx langsung melepaskan pelukan ibunya.


Berselang menit, mereka berdua sudah berada di luar rumah. Nyx bergegas menarik Aiolos untuk kabur sebelum ibunya mengejar Nyx.


Di luar mereka berlari menjauhi rumah, Ibunya mengacungkan gagang penggorengan meneriaki nama Nyx lalu masuk rumah sambil tertawa.


Mereka berdua tertawa keras sambil memakai salah satu payung.


"Kamu juga bawa payung, lipat saja kita gunakan ini berdua," kata Aiolos memayunginya juga.


"Huh! Emak ku keterluan!" Gerutu Nyx yang menghapus bayangan ibunya menciumi pipinya.


"Seharusnya kamu senang karena ada juga yang tidak pernah mengalaminya. Merasakan kehangatan seorang ibu," kata Aiolos dengan serius.


"Hmmm maaf deh tapi aku memang sudah tidak suka bila Emak mulai mencium pipi," kata Nyx.


"Bukan aku yang tidak pernah merasakan kehangatan ibu. Tapi ada yang lain," kata Aiolos memandangi jalan di depannya.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Nyx penasaran.


Bersambung ...


__ADS_2