Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
17


__ADS_3

"Dia sudah tiada dan rohnya berada di sini," jawab Eria membuat semua kru kaget begitu juga ibunya.


"Benar kan? Anak itu pasti akan mengatakan hal yang berlawanan meskipun katanya dia adalah Exorsist. Tetap saja semua yang dia katakan selalu salah," kata beberapa orang penonton.


Semuanya jadi ramai sekali Aiolos dan Nyx agak waspada.


"Pak, ini kan siaran langsung tidak akan apa-apa bila kita teruskan?" Tanya kru yang lainnya agak cemas.


Bu Tari memandangi Eria dengan wajah yang sangat marah, dan dia hendak menyerangnya. Aiolos langsung bergerak cepat menuju panggung.


"ERIA!!" Teriak Aiolos namun dihalangi oleh satpam disana.


Bu Tari berjalan dengan amarah dan mengepalkan tangan kepadanya. MC menghalangi tahu bahwa dia akan menyerang Eria yang sudah terluka parah.


"Tu-tunggu, Nyonya!!" Kata MC berusaha menenangkan.


"Kamu... KAMU PEMBOHONG! Kenapa kamu mengatakan bahwa suamiku sudah mati!?" Teriak Bu Tari yang akhirnya menghempas MC dan meraih baju Eria.


"Memang itu kenyataannya bahwa suamimu sebenarnya sudah tiada. Dia sudah meninggal 5 tahun yang lalu, kenyataannya kamulah yang membunuhnya dan rohnya berada tepat di sampingmu," kata Eria dengan suara yang dingin dan menatap lurus ke arah perempuan itu.


Wanita itu melepaskan tangannya, masih terdiam. Eria berusaha duduk menatap sang ibu yang juga berdiri membeku.


"Ke-kenapa kamu!?" Seru ibunya yang mendorong jatuh Eria ke karpet.


Semua orang terkejut menyaksikan kejadian itu. Ibu sudah kehilangan akalnya dan menatap para penonton yang berkomentar pedas kepadanya.


"Hei! Bukankah sangat kasar Anda mendorong anak sendiri!?" Tanya penonton yang lain sangat marah.


"Ini sungguhan? Katanya istrinya itu yang membunuhnya," bisik yang lain.


Mereka menatap sang tamu yang berwajah pucat. Para penonton masih berkomentar tidak menyangka, kru juga menutup mulutnya. Sang tamu hanya duduk lemas lalu menangis.


"Kamu hanya menebak bukan?" Tanya ibunya dengan raut wajah yang menyeramkan. Dia sudah tidak peduli orang-orang yang memperhatikannya.


MC pun kebingungan. "Ja-jadi bagaimana? Tidak seperti apa kata Bu Aki katakan. Hal ini jelas berbeda dan para penonton pun..."


Bu Aki menatap Eria dengan aneh. "Tapi yang aku lihat memang suaminya masih hidup," katanya agak gugup.


Eria hanya terdiam mendengar apa kata bu Aki. Bu Aki menghampirinya dan menghalanginya dari ibunya. Menurutnya ada sesuatu kenapa Eria terus bertingkah sangat aneh bahkan saat tahu acara ini adalah acara terakhirnya.


"Nak, lebih baik kamu katakan yang sejujurnya. Memainkan hidup mati seseorang itu sangat berbahaya meskipun aku tahu kamu memang memiliki kekuatan. Aku tahu kali ini kamu berbohong kan? Katakanlah yang sejujurnya apa yang kamu lihat dan dengar. Katakan pada kami," kata Bu Aki menatap Eria dengan wajah kasih sayang.


Eria mengangguk lalu dibantu berdiri oleh Bu Aki. Aiolos dilepaskan dan Nyx berdiri dengannya, menenangkan. Eria menghembuskan nafasnya dan menatap semua orang.


"Aku diberitahu mau kebohongan atau hanya berkata-kata apapun itu katakan saja dan buat apapun yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. Maka semuanya akan merasa penasaran," kata Eria.


Semua orang kaget. "Apa!? Oleh siapa nak?!" Tanta Bu Aki dan MC berbarengan.

__ADS_1


Sang Ibu terdiam mendengarnya. Kedua tangannya gemetaran, Eria mengatakan semuanya apa yang dia katakan pada saat di rumah.


"Jadi selama ini yang kamu katakan di siaran lalu itu..." kata MC.


"Semuanya sudah direncanakan," kata Eria.


Berbalik sekilas saat Eria masih baru masuk, ibunya sangat gembira melihat banyaknya uang yang dia terima. Lalu memikirkan strategi yang lebih membuatnya terkenal.


"Mulai sekarang, apapun yang mereka tanyakan buatlah menjadi berlawanan. Mereka akan kebingungan dan akan terus memanggil kita, dengan begitu aku akan buat perlahan membongkar semuanya. Kamu mengerti?" Tanya Ibunya dengan sedikit mengancam.


"Tapi Bu kekuatanku bukan untuk membohongi orang. Itu bertentangan," kata Eria saat itu usianya masih 4 tahun.


"Sudah! Kamu dengar ibu saja, mengerti? Kita akan buat semua orang yang selama ini menyepelekan keadaan kita, semuanya akan berbalik! Lihat saja dan jaga sikapmu!" Kata Ibu tertawa bahagia.


Sang ibu terkejut Eria menceritakan semuanya dan kini mereka memandangi sang ibu dengan wajah sangat kesal.


"Jangan bertanya oleh siapa sudah pasti ibunya," kata kru perempuan.


Eria mengangguk dan menunjuk ibunya. "Ibuku," katanya pelan.


"Sudah kuduga ibunya yang tidak waras. Aku sudah curiga masa anak sekecil ini terus mengatakan yang berlawanan?" Tanya yang lainnya sangat marah.


"Bagaimana mungkin dia memperalat anaknya sendiri?" Tanya Asisten mengamankan Eria.


"Kalau begitu orang-orang yang sudah menjahati nya pasti akan sangat malu sekali!" Kata Bu Aki melihat luka yang Eria punyai.


Sang Ibu hanya terdiam sambil menatap Eria yang memandanginya dingin. Lagi-lagi pandangan itu dia ingat sosok yang bukan Eria. Yang berkata siapa yang lebih penting.


"Kejam sekali! Kalian amankan Eria dari ibunya! Panggil ayahnya!" Kata Direktur menjauh.


Sang ibu mukai berjalan ke arah Eria yang dimana Aiolos mulai berlari. "Kau... apa yang...kamu... KATAKAN!" Teriaknya menuju Eria.


Namun sayang belum sempat sampai, sudah dihadang beberapa satpam. Eria menunduk hanya ini satu-satunya cara menyadarkan wanita itu dan memandangi wanita di belakang yang menangis.


Bu Aki dan lainnya masih sibuk memperhatikan ibunya, tidak dengan Aiolos yang memang melihat roh suaminya wanita itu dengan sedih.


Eria membisikkan sesuatu yang membuat Bu Tari berteriak histeris. Dan semuanya tersadar Eria berdiri di depan wanita itu.


"Ada apa? Kenapa?" Tanya Bu Aki menatap Eria yang memandanginya dingin.


"HAHAHAHAHA kamu benar. Aku memang membunuh lelaki bajingan itu! HAHAHA beraninya dia mempermainkan aku! HAHAHA!!!" Seru Bu Tari tertawa senang.


Roh suami itu menghilang setelah Eria mengucapkan mantra pemusnah. Bu Aki terkejut dan menatap Eria yang membuka perbannya. Mereka semua melihat luka-luka yang masih ada.


Luka itu perlahan sembuh, keanehan ini memang sudah Eria sadari siapa dirinya yang sebenarnya. Dia juga bukanlah milik dunia ini, dia hanya ada karena suatu hal.


"Nak, kamu sebenarnya..." kata Bu Aki yang terjatuh juga, malu bila dirinyalah yang palsu selama ini.

__ADS_1


"Bu Aki?" Tanya kru lain.


"Aku yang palsu! Aku yang ingin menjadi Paranormal namun aku tidak memiliki keahlian apapun," kata Bu Aki menangis.


"Jadi... Eria memang benar-benar bisa melihat roh!? Lalu dia tadi memusnahkan roh? Jadi selama ini kita..." kata MC yang kebingungan.


Akhirnya Aiolos bisa meraih Eria yang dimana para orang kebingungan. Aiolos memeluk Eria dan bersyukur dirinya tidak terluka.


"Kakak melihat aku?" Tanya Eria terkejut.


"Iya, untunglah kami tidak terlambat," kata Aiolos menyeka air matanya.


"Kamu tidak apa-apa, kan?" Tanya Nyx.


"Iya. Terima kasih Kak," kata Eria senyum bahagia melihat mereka berdua datang untuknya.


Banyak orang mendatanginya ingin melihat apakah selama ini dia baik-baik saja. Wajah mereka menyiratkan penyesalan dan simpati dengan nasib yang dialaminya.


"Eria, apa yang ibumu lakukan selama ini padamu? Apa dia yang selalu mengajarkan seperti berbohong?" Tanya Asisten.


"Iya, Ibuku selalu mengatakan itu agar kalian semua penasaran dan terus meminta aku datang," kata Eria.


Aiolos terkejut, bukan itu setahu dia tapi dia menatap Eria. Dan mempercayainya toh, ini juga sudah keterlaluan. Eria sampai terus menerima luka dan bahkan ibunya sama sekali tidak melindunginya.


"T-tunggu bukan begitu!" Kata Ibunya menjawab membela diri.


"Ibu sama sekali tidak peduli bila aku terus mengatakan enggan berbohong. Katanya agar uang yang ibu dapatkan terus banyak, berbohong lah dan buat pernyataan yang berlawanan," kata Eria memutuskan untuk memutuskan apa yang ibunya ajarkan.


"Bagaimana bisa Anda setega itu!? Sekalipun saya membohongi masyarakat, tapi kalau sampai terus menerus..." kata Bu Aki.


"Bu-bukan! Bukan seperti itu," katanya dengan terbata-bata.


"Lalu dengan itu semua, apa dia memaksa kamu untuk bisa bicara dengan roh? Lalu soal makanan kamu yang katanya murni itu bagaimana?" Tanya salah seorang penonton.


Eria tidak mengatakan bahwa sebenarnya memang dia memiliki kekuatan begitu juga dengan Aiolos dan Nyx. Biarlah seperti ini agar Eria bisa merasakan sebagai anak biasa.


"Ya, semuanya dilakukan oleh ibu agar kekuatanku meningkat, yang sebenarnya kekuatanku tidak sebegitu besar. Berbeda dengan Bu Aki," kata Eria.


Bu Aki kaget, "Tapi aku..." katanya kebingungan.


"Bu Aki memang bisa?" Tanya MC.


"Kekuatannya tersembunyi bila bu Aki mau, Ibu bisa belajar lebih baik lagi tidak seperti sekarang. Dengan hati yang lurus mau membantu, kekuatan ibu juga pasti akan keluar dengan sendirinya," kata Eria.


Bu Aki menangis dan bersyukur ke lantai, setidaknya usahanya ternyata membuahkan dan dia tahu bahwa Eria tidak sepenuhnya berbohong. Karena takut pekerjaannya direbut, membuatnya tidak bisa membiayai anaknya, terpaksa.


"Kamu bilang apa? KAPAN AKU..." Teriak ibunya.

__ADS_1


"Bu, kamu sering mengatakannya padaku bahkan di rumah. Haruskah aku memutarkan rekamannya?" Tanya Eria membuat semua orang semakin heboh.


Bersambung...


__ADS_2