
Di sisi lain, para pasukan melepaskan panah ke arah langit menggapai Eris dan kakaknya. Ariel memasang pelindung dan semua panah terbakar. Eris menangis sambil memegang kalung pemberian Poseidon. Ariel dibantu oleh beberapa kakak lainnya, merasakan tekanan udara yang berat dan memandangi Eris.
Aliran listrik berwarna biru, putih dan hitam mengelilingi Eris, semua kakaknya menghindar. Eris berubah wujud menjadi wujud yang asli.
Sebuah naga hitam dengan garis berwarna putih dari tengah kepala sampai punggungnya. Kedua matanya berwarna perpaduan warna emas dan merah dengan air mata yang menggenang di pelupuk kedua matanya.
Foto di atas hanya ilustrasi.
Sayap besar terbuka lebar, wujud Eris yang sebenarnya adalah naga hitam dengan mahkota putih di atas kepalanya. Bila Eris sampai berubah berarti terdapat kesedihan yang teramat dalam.
"Eris," kata Ariel dan mereka semua menaiki Eris menuju pasukan Zeus, mereka secepatnya berlarian berlindung. Namun Eris hanya melewati mereka saja bermaksud menuju Ares dan yang lainnya.
"Ada apa ini!? Naga hitam!?" Tanya Kapten pasukan sangat terkejut. Baru kali ini dia melihat naga yang begitu panjang dan besar.
Ares berusaha melihat ke atas langit, langit berderu mengeluarkan kilat yang sangat besar. Aiolos yang juga sekarat, berusaha bangkit. Aiolos berusaha membangunkan Nyx yang sudah gugur, dia menangis.
Poseidon pun berusaha sekuat tenaga menyeret para dewa yang lainnya.
"Ares," kata Aiolos melihatnya terduduk dengan panah yang menembus dadanya.
"Masih sadar rupanya. Ini... batas... ke...tahan...anku," kata Ares dengan suara terputus-putus. Lalu tertunduk.
Artemis, Nyx, Apollo dan Anemoi sudah tidak bernyawa. Aiolos, Poseidon dan Ares menangis dalam keheningan. Mereka sudah pasrah setidaknya Eris selamat.
Saat komandan merasa ada sesuatu yang berbahaya, Ariel membawa semua dewa yang audah tidak bernyawa. Yang lainnya membawa serta Ares dan kedua dewa lainnya dengan memasukkan mereka ke dalam lingkaran pelindung.
"Naga itu membawa ketujuh dewa! KEJAR!!!" Perintah Kapten saat semua pasukan hendak mengejar, Eris berbelok dan menghadap lurus ke arah mereka.
Para pasukan ketakutan saat sekitar Eris terdapat petir sangat besar. Zeus pun tidak kuasa menahan petir nya yang tiba-tiba terlempar.
Eris membuka mulutnya dan mengeluarkan gelombang listrik berwarna hitam putih ke arah pasukan dan kapten. Tidak menyakiti mereka hanya menghancurkan jalan di hadapan mereka sampai berlubang besar supaya tidak bisa mengejar.
"Apa kami telah salah?" Tanya Kapten pasukan Zeus menatap Eris sang Naga Hitam yang kemudian pergi.
Eris membuka portal ke ruang waktu dimana mereka sampai di sebuah taman yang berada di dunia kegelapan.
Disana Eris melihat Raja dan Ratu yang sedih diinformasikan oleh saudaranya mengenai ketujuh dewa. Mereka membantu Ariel dan yang lain menurunkan para ksatria dewa.
Eris masih dalam wujud naga menatap dan menggoyangkan tubuh Aiolos yang sudah tidak ada nyawa. Terlambat baginya menyelamatkan mereka semua ke dunianya.
__ADS_1
Dengan mantra Raja, Eris kembali ke wujud gadis perempuannya dan memeluk Ares, dewa yang dianggap olehnya sebagai kakak.
"Syu...kur...lah." Kata Ares tersenyum terakhir dan bola kehidupannya keluar berwarna kuning kebiruan yang terang.
Ratu menempatkan mereka di dalam nisan kaca dan menyimpan ketujuh bola kehidupan mereka ke dalam kotak istimewa.
Ketujuh bola dengan warna yang teramat cantik membuat yang lainnya menunduk dengan hormat. Mengenang kepergian mereka.
Eris melihat sendiri cahaya bola kehidupan mereka yang mengelilinginya.
Warna Hitam ke abu-abu an terang adalah milik Apollo.
Warna biru kehijauan adalah milik Artemis.
Warna emas violet adalah milik Aiolos.
Warna ungu jingga adalah milik Nyx.
Warna kuning kebiruan adalah milik Ares.
Warna hijau dan plum adalah milik Anemoi.
Warna merah muda kemerahan adalah milik Poseidon.
Dalam tidurnya perlahan semua ingatan Eris mengenai mereka bertujuh hilang, tanpa diketahui oleh Ratu ingatan akan Aiolos masih tetap ada meski hanya sebuah bayangan.
"Ratu," kata Amon adik Eris yang lainnya agak cemas.
"Tidak apa-apa agar Eris tidak mengingat kejadian menyedihkan ini," kata Ratu melihat Eris terlelap tidur.
"Kita akan menyebutnya Bola Pelangi mulai dari sekarang. Ini milik mereka bertujuh," kata Raja dengan sedih.
Setelah itu kembali ke masa dimana Eris berada.
"Eris, Eris," kata Arae menyadarkannya.
Eris tersadar ah ya sudah lama dia tidak bermimpi. "Ada apa?" Tanyanya.
""Kamu sedang membuat ramuan. Tertidur? Botolnya sudah penuh dengan bubuk bintang biru," kata Arae menunjuk.
Eris kaget botol itu sudah penuh dengan bubuk biru dan dia bergegas mengumpulkannya dan memasukkannya ke botol lain.
__ADS_1
"Tumben, kamu tertidur," kata Arae masih mengawasinya.
"Agak melamun aku ingat sesuatu tapi tidak begitu jelas," kata Eris.
Gerakan tangan Arae terhenti memandangi Eris sahabatnya. "Apakah mungkin dia ingat kejadian nahas itu?" Tanya Arae dalam hatinya.
Yups, sekarang pindah tempat di sebuah gedung yaitu Radio Seram berada di Jalan Padanwangi. Riuh tepuk tangan menyambut kedatangan sang MC yang baru saja kembali dari kantor Bosnya.
"Hei, siap ya. 1, 2, 3! Action!" Teriak sang ketua kepada MC.
Sang MC menaruh headphone di kepalanya dan mengacungkan jempol dengan semangat menyambut kawula muda yang sedang menantikan kisah horror.
"Hai sobat sekalian! Apa kabar hari ini? Ketemu lagi bersama aku, Ekok tapi bukan Eko Patrio ya hehehe. Siang ini kita akan membuka sesi kisah-kisah seraaam. Sudah jadi kebiasaan kita ya kalau mencari sumber atau orangnya langsung yang dimana dia juga adalah seorang pendengar Radio Seram," kata Ekok dengan gembira.
Badannya yang gempal, lumayan membuat meja berbunyi karena lumayan sempit. Beberapa pegawai menyuruh masuk sumber yang akan bercerita, dari wajahnya mirip dengan Kim Namjoon tapi tentu berbeda karena memiliki kumis.
"Nah ini dia tamu kita namanya... Diega atau Diago sih?" Tanya Ekok agak sulit memanggilnya.
Beberapa staf membuka biodatanya dan membaca. "Namanya Diega Girgantara. Memang aneh sih, lanjut!" Kata direkturnya.
"Oke deh lanjooott. Namanya Diega kepanjangannya tidak akan aku sebut karena seperti kalian ketahui takutnya nanti mereka akan didatangi kalian semua. Oke kita langsung saja ya dia kemari mau berbagi pengalaman saat dirinya hiking bersama teman-temannya dan bertemu dengan perempuan Jawa yang cantik. Yah ini sih sudah pasti arahnya kemana, kita sambut Diega!" Kata Ekok menyambut kedatangannya.
Para staf bertepuk tangan yang meriah.
PIRIWIT PIRIWIIIITTT
"Yo, bro! Sori telat jalanan macet," kata Diega bersalaman dengan Ekok.
"Halah! Alasan norak masih dipakai. Duduk, kang. Jadi bagaimana nih ceritanya? Atau boleh kita perkenalan saja dulu," kata Ekok sembari mempersilahkan Diega.
Sebelumnya Eris kedatangan dua orang tamu yang mereka dengar dia bisa membantu mereka. Tentu Eris mendengarkan permohonan mereka dan membantu. Sosok perempuan tua itu sangat mengenal Eris dan sudah tentu Eris tahu siapa dia.
Berkat Eris, perempuan itu bisa selalu bersama dengan suaminya. Tentu Eris ingat bagaimana itu bisa terjadi. Melawan Alam.
Kembali ke Radio Seram.
"Kenalan dulu dong siapa tahu ada yang kenal siapa saya. Hai namaku Diega, aku sebenarnya sudah lulus kuliah, aku datang kesini untuk berbagi cerita," kata Diega sambil senyum.
"Kamu single?" Tanya Ekok.
"Single di dunia, sudah ada istri di akhirat," jawabnya membuat semua orang kebingungan apa maksudnya.
__ADS_1
"Ohh kalau begitu sekalian buka lapak saja. Kamu mengerti kan aturannya disini? Kalau kamu dilarang keras menyebutkan nama kepanjangan atau nama daerah kamu pernah hiking," kata Ekok.
Bersambung ...