
Orchestral BTS - Go Go
...This is my darkness...
...Nothing anyone says can console me...
...Despair & Hope......
...Light & Dark......
...Happy & Sad......
...Hard & Easy......
...Kind & Evil......
...Fall & Rise......
...Near & Far......
...Group & Individual......
...A smile is the best wat to get a way with trouble...
...Even if it's a fake one...
...~ Naruto ~...
Seragam hari ini :
"Yuri," suara Eris membangunkannya dari lamunan akan kejadian Minggu lalu.
"Ya?" Tanya Yuri bangkit menatap Eris.
"Aku akan pergi ke suatu tempat. Kamu mau ikut?" Tanya Eris.
"Apa itu artinya kita akan berjelajah?" Tanya Yuri menduga-duga.
"Terserah bagaimana kamu akan mengartikannya," kata Eris kemudian pergi.
Yuri kembali semangat, sudah lama juga toko itu tidak berpindah ke dimensi lain. "Tentu!" Katanya kembali bersemangat.
"Persiapkan saja dirimu," kata Eris tersenyum sedikit lalu menuju ruangan lain.
"Iya," jawab Yuri kemudian dia membereskan segalanya dengan cepat dan pulang dengan cepat juga.
Di rumahnya dia pamit pada kedua orang tuanya untuk pergi berjelajah beberapa hari. Tentu saja mereka mengizinkannya, lagipula ujian semester telah berakhir dan hari liburan telah tiba.
Yuri banyak membawa baju dan buku-bukunya, ada kemungkinan akan lama karena waktu di setiap dimensi berbeda. Kemudian dia kembali lagi ke toko Eris.
__ADS_1
Saat memasuki toko Eris, waktu sekitar Yuri terhenti dan akan kembali normal saat Yuri keluar dari tokonya. Eris kembali membawa tas kecil, Arae juga mengubah bajunya menjadi lebih tertutup. Raven tiba dengan wujud manusia untuk menemani Yuri.
"Aku siap," kata Yuri tersenyum.
"Nah begitu dong jangan murung terus. Lupakan yang lalu, saatnya kita... berpetualang!" Kata Arae menepuk pundak Yuri.
Eris membuka pintu toko dan terlihatlah ruang waktu yang indah. "Ayo," kata Eris yang melompat jatuh, Arae juga begitu.
Yuri berdebar saat melihat ke bawah, dia menelan ludahnya. Tas ransel yang dia bawa dia genggam erat takut tasnya berpisah dengan dirinya.
"Ayo kita bersama," kata Raven menepuk bahunya.
Yuri mengangguk dan memegang erat tangan Raven dan jatuh bersama sambil memejamkan kedua matanya.
"Jangan tutup matamu, Yuri! Lihatlah!" Teriak Arae di sampingnya.
Yuri membuka kedua matanya dan terpesona dengan indahnya batu kristal yang tampak melayang terdiam dalam ruang dimensi itu.
"Inilah dunia Eris," kata Raven lalu melepaskan tangan Yuri dan terbang secara acak.
"Heeei!" Teriak Yuri ketakutan tapi dia tidak jatuh atau terbawa arus angin. Dia terus mengikuti meluncur ke arah empunya yaitu Eris.
Lama kelamaan Yuri menikmatinya dan berteriak lalu mencoba meraih Eris. Dia mencondongkan tubuhnya dan melesat cepat menuju Eris berada. Sayang karena terlalu cepat Yuri malah melewatinya.
"Yuri!" Teriak Raven melihatnya terbanting jauh sekali.
Perlahan Yuri mencoba berbagai pose dan akhirnya bisa mengendalikan tubuhnya dan melakukan renang menuju mereka bertiga.
"Aku mengerti sekarang," kata Yuri.
"Lihat kan," kata Arae dengan tenang.
Raven bernafas lega.
"Ayo," kata Eris menghampiri mereka. Mereka berempat berpegangan tangan melewati permata kristal yang besar. Yuri agak gugup takut menabraknya. Saat mereka mendekat tepat di tengah kristal yang mendekati mereka, kristal itu bersinar jernih mengeluarkan semacam gelembung bola sekeliling Yuri.
"Apa ini? Kenapa hanya aku saja? Dan Raven?" Tanya Yuri mengetuk balon itu.
"Karena kamu bukan iblis, kristal itu bertindak melindungi kamu," kata Eris.
"Warga kegelapan bila memasuki dimensi Eris agar tidak saling bertabrakan, mereka akan menyentuh kristal besar ini," jelas Arae.
"Berbahaya bila manusia masuk kemari, karena ruangan dimensi ini terhubung ke mana saja," kata Eris.
"Iya iya, kalau kamu sedang sial, bisa bertemu warga Kegelapan habislah riwayatmu," kata Arae lagi.
Eris tengah mengatur tujuan mereka dan menatap Yuri yang gembira memegang bola raksasa itu.
Sebuah payung muncul berupa bintang dan Eris memegangnya.
__ADS_1
"Apa itu? Cantik sekali," kata Yuri menatap payung berbentuk bintang.
"Pengantar kemana kita akan pergi. Kelihatannya kamu bersenang-senang," kata Raven gembira.
"Ya. Aku berpikir lagi yang penting bukan Eris yang berusaha membuat Sely menjadi pengganti ku," kata Yuri.
Di depan, Arae mendekati Eris dan berbisik. "Kelihatannya pamanmu bekerjasama dengan seseorang," bisik Arae.
"Ya, itu sudah pasti. Hanya entah siapa orang itu," kata Eris.
Di kejauhan mereka melihat cahaya putih dan Eris membawa mereka semua kesana. Payung bintang itu menghilang, Yuri memejamkan kedua matanya,
Lalu beberapa detik kemudian dia mendengar kicauan burung laut yang beterbangan dan suara orang-orang. Yuri membuka kedua matanya dan dia takjub sudah berada di sebuah kapal laut yang megah.
"Wah!" Seru Yuri tidak menduga bahwa dirinya akan berdiri dan bukan terjatuh.
Arae sudah bersiap dengan kacamata hitamnya, Raven juga sama. Mereka turun ke lantai dasar untuk mengambil kunci ruangan.
Eris telah memesan satu kamar super VIP yang paling besar dan luas, Yuri terpesona melihat ruangan besar yang tampak mewah.
"Kamu tentunya memiliki banyak uang ya," kata Yuri yang mencoba duduk dengan nyaman di sofa yang lembut.
"Berkat siapa uang kertas manusia menggunung dalam satu ruangan?" Tanya Eris menaruh tas kecilnya.
Arae sudah melompat ke kasur yang bukan main lembut dan nyaman. Dengan tepukan tangan Eris, semua keperluan toko muncul keluar dari dalam tas Eris.
"Seperti kantong Doraemon," gumam Yuri melihat berbagai macam barang tertata rapi.
"Anggap saja begitu," bisik Raven.
Pegawai kapal juga sudah menyiapkan segala macam makanan, berbagai es krim, cemilan juga semuanya ada. Raven makan buah anggur dengan lahap, Arae mencicipi puding dan Yuri melihat-lihat pemandangan dalam ruangan itu.
"Lalu kita akan berlayar kemana?" Tanya Yuri memandangi peta besar.
"Kapal ini akan berlayar mengelilingi semua kota jadi nikmatilah. Aku akan jalan-jalan. Mau ikut?" Tanya Eris membuka pintu.
Yuri sudah tentu sangat untuk ikut kemanapun Eris pergi. Arae dan Raven bersenang-senang dulu di dalam ruangan itu dan akan menyusul.
Mereka berdua keluar dan menuju dek yang ada di lantai 3. Yuri melihat jam antik yang indah tertampak di saku kecil milik Eris.
"Indah sekali jamnya," kata Yuri menunjuk ke sakunya.
Eris mengeluarkannya dan memberikan pada Yuri. "Ini adalah bayaran dari seseorang dia adalah nenek yang selalu datang untuk mendengarkan cerita pembeli," kata Eris.
Yuri memegangnya dan membuka penutup. Jarum jam itu tidak bergerak namun memiliki hiasan yang sangat indah.
"Rusak?" Tanya Yuri menatap jam itu. Sayang sekali.
"Jarum jamnya bisa bergerak bila tertarik dengan masa lalu seseorang yang memegangnya," kata Eris.
Yuri sudah terbiasa dengan barang misterius milik Eris atau dalam toko. Mereka berdiri di tangga menatap burung yang terbang kesana kemari.
__ADS_1
Bersambung ...