Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
6


__ADS_3

"Aku kembali dulu ya tidak enak kalau kelamaan takutnya di pikir aku berbuat mesum," kata Diega tertawa.


Keling mengerti dan mengangguk, "Iya," Keling lalu memandangi Diega yang berjalan dengan riang. Sebelum Diega pamit, dia melihat makanan yang dibawanya hanya dimakan se gigit.


Diega merasa agak aneh tapi Diega berpikir mungkin makanannya akan dimakan nanti malam.


Eris menghela nafas melihat adegan itu lalu pergi menghilang.


Malam hari menjelang tidur, Diega mengingat hal tadi begitu juga dengan pembicaraan sesuatu dengan orang lain.


"Benarkah dia bukan manusia?" Tanya Diega dalam hatinya.


Dalam tempat Keling, dia melihat makanan yang masih ada di sampingnya, dia lalu bangun dan mencoba makanannya tapi dimuntahkannya.


Itu bukan makanannya, benar saja apa kata Eris bahwa dia seharusnya tidak mengganggu Diega. Tapi kini hatinya sudah terpaut dengan Diega.


Keling keluar tenda menatap tenda Diega yang sudah gelap. Lalu dia berjalan sebentar menjauh dari perkemahan, tenda temannya tentu saja berada di luar wilayah manusia seakan mereka sedang berjaga.


Saat Keling tengah melamun, ada cahaya yang tertangkap dalam penglihatannya. Dia heran dalam hutan begini bisa ada cahaya, lalu dia berjalan menuju cahaya itu.


"Wah!" Katanya melihat rumah bergaya barat berdiri di tengah hutan.


Dia datang dan masuk, wujudnya berubah seperti peri hutan. Dia agak panik tapi toh tidak ada yang bisa melihatnya lalu memasuki toko tersebut.


Semua barang ada disana bermacam boneka, ukuran gelas, Keling sangat terkesan namun dia tahu barang itu bukan berasal dari dunia manusia.


Kemudian dia melihat beberapa bola berwarna yang bergerak sendiri dalam cermin. "Ini..." katanya sambil hendak memegang.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Eris yang sudah berdiri di belakangnya.


"Kamu! Lho, rumah ini..." kata Keling terkejut memandangi Eris.


"Ini bisa saja disebut para manusia sebagai rumah tapi sebenarnya toko. Kalau kamu bisa melihat dan memasukinya itu berarti kau butuh bantuan," kata Eris mengibaskan tangan kirinya dan cermin itu berubah menjadi dinding rumah.

__ADS_1


"Ah, aku tidak bermaksud. Lalu bola itu tadi bukankah... para jiwa manusia?" Tanya Keling berhati-hati.


"Kenapa? Kau takut?" Tanya Eris dengan tatapan dinginnya.


"Ti...tidak! Aku... Aku hanya tidak mengira kalau kamu mampu mendapatkan bola roh kehidupan sebanyak itu," kata Keling agak menjauh dari Eris.


"Aku dapatkan itu semua dari para pembeli nakal. Kamu tahu sama halnya dengan orang-orang yang tanpa perasaan takut mengotori gunung," kata Eris membawakan teh dan cemilan**.


"****O-oooh****, ****begitu****," **kata Keling.


"Kamu bosan di gunung ini kan, kalau kamu mau aku bisa menarik bola kehidupanmu. Manusia atau bukan aku bisa lakukan itu meskipun bola kehidupan siluman sama sekali tidak menarik," kata Eris menatap Keling.


Keling menunduk, dia sebenarnya takut iblis yang bisa menarik bola kehidupan manusia tidak bisa diremehkan. Meskipun begitu ...


"Aku masih sayang nyawaku," kata Keling.


"Baiklah. Aku hanya memberikan penawaran saja. Silakan lihat-lihat dahulu," kata Eris lalu duduk sambil membaca buku kesukaannya.


Keling melihat ke sekeliling toko itu dengan gembira, dia juga melihat botol berisi debu biru yang indah. Tentu dia tahu itu untuk apa lalu menyimpannya.


Keling terdiam lalu membalikkan badannya dan menghampiri Eris. Hanya dia yang bisa membantunya.


"Aku ingin bersama dengannya. Tolong bantulah aku," kata Keling memohon.


"Itu mustahil. Kamu ini makhluk yang menjaga kelestarian hutan di gunung dan terkena hukuman dari orang tuamu," kata Eris menutup bukunya.


"Kenapa itu menjadi salah aku? Kenapa bukan mereka? Siapapun kamu, sudah tahu siapa aku sebenarnya. Makanan yang aku terima dari kekasihku pun tidak bisa ku makan. Aku mohon!" Kata Keling menundukkan kepalanya.


"Kamu benar serius jatuh cinta kepadanya? Apa kamu bisa hidup biasa setelah keluar dari gunung ini?" Tanya Eris mencari tahu.


"Iya. Aku serius! Dengannya aku merasakan cinta yang luas dan kehangatan. Jadi tolonglah ya," kata Keling penuh harap. Kedua matanya tidak berbohong.


"Tapi ada bayarannya. Apa kamu sanggup?" Tanya Eris mengambil tube panjang dan meletakkannya di depan Keling.

__ADS_1


Dia tahu apa yang akan diminta oleh Eris dan menyanggupinya. "Aku sanggup! Apapun asalkan aku bisa bersama dengannya," kata Keling.


"Baiklah. Bayarannya seperti yang kamu lihat sendiri. Aku butuh darah siluman mu sebanyak yang aku tandai. Kamu bisa melakukan sendiri kan?" Tanya Eris mengulurkan suntikan.


Keling meneteskan air mata kalau darahnya adalah bayaran untuknya menjadi manusia, dia akan menyanggupinya. Suntikan itu tidak ada jarumnya hanya ada lubang, dan dia letakkan di samping tangannya.


Eris memandangi kesungguhannya lalu mengambil botol kecil berisikan bola keju berbentuk tablet.


Keling terduduk lemas di kursi. Dilihatnya darahnya memenuhi tube yang disodorkan oleh Eris.


"Makan ini saat kamu harus memakan makanan manusia. Ini bisa membantumu memahami rasa makanan mereka. Bila kamu ingin bersama dengannya setidaknya kamu harus berlatih memakan makanan mereka. Dan cobalah menahan untuk mengungkapkan siapa jati dirimu kepada keluarganya. Anggap saja kamu anak yatim," jelas Eris.


Keling lalu memakan tablet itu rasanya seperti jeruk ****tapi**** **tidak ada rasa seperti jeruk. Aneh! Energinya kembali pulih setelah dia memakan makanan yang Eris buatkan untuknya.


Sambil membawa botol besar berisikan tablet wangi jeruk, dia terus berpikir macam-macam. "Lalu apa tablet ini harus selalu aku gunakan saat hendak makan?" Tanyanya berbalik.


Toko itu menghilang begitu saja Keling mengerti karena toko Eris memiliki batas waktu. Kemudian dia kembali ke tempat dimana tendanya berada, semua tenda temannya telah gelap tandanya mereka sedang tidur.


Keling lalu mencoba memakan makanan yang dibawa Diega tadi, sambil memejamkan mata takut dirinya merasakan kehambaran.


"Enak!" Serunya lalu menutup mulutnya dan memandangi keluar. Keling senang bukan kepalang, dia menikmati semua makanan itu dan memanaskannya dengan barang yang dia punya.


Setelah habis, dia kembali tidur nyenyak, kini perutnya tidak perlu lagi makan bunga persembahan. Setelah itu Eris datang dan mengeluarkan energi berwarna biru metalik yang memasuki dahi Keling.


Lalu tubuhnya entah kenapa mengeluarkan sinar putih, Eris berkata dalam mimpinya.


"Kamu sudah menjadi manusia dan bebas keluar dari gunung. Bayaran dari energi ini adalah setiap tiga bulan sekali kamu harus selalu datang ke gunung ini. Kamu bisa beralasan hiking, piknik atau berwisata dan taruh seikat bunga sebagai tanda kehadiranmu. Seterusnya aku tidak bisa menjamin akan seperti apa kehidupan kamu."


Keling lalu terbangun untuk memastikan dia telah menjadi manusia, dia keluar dari tenda. Menjadi siluman peri hutan membuat dirinya kebal terhadap udara dan cuaca.


Kali ini... angin malam membuatnya mati kedinginan yang amat sangat kemudian Keling bergegas memasuki tendanya. Dia memakai semua jaket yang ada dari para pengunjung sebelumnya.


Dia menangis dan bersyukur telah bertemu dengan Eris.

__ADS_1


Bersambung** ...


__ADS_2