Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
KELING


__ADS_3

Ost. Inuyasha - Futari No Kimochi


...This is my Darkness...


...Nothing anyone says can console me......


...Despair and Hope......


...Light and Dark......


...Happy and Sad......


...Hard and Easy......


...Good and Evil......


...Fall and Rise......


...Near and Fall......


...Group and Invidual......


...If you don't like your destiny, don't accept it...


...Instead, have the courage to change it the way you want it to be!...


...~ Naruto ~...



"Pasukan Zeus akan datang sebentar lagi," kata Artemis waspada.


"Aku akan membuat mereka tertidur semalaman," kata Apollo membawa harpanya menuju tempat dimana para pasukan sedang bersiap.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ares pada Aiolos.


Terlihat Eris dengan nafas tersengal-sengal penuh dengan luka.


"Lukanya mengkhawatirkan. Aku pikir dia tidak akan selamat," kata Poseidon dengan wajah yang datar namun begitu cemas.


"Tidak! Dia akan baik-baik saja. Kapten Ares, kita harus menyelamatkannya. Dia tidak bersalah, bagaimana bisa kapten pasukannya menugaskan Eris untuk melawan kita," kata Aiolos marah.


"Kita harus membawanya ke lautan supaya para duyung mengamankannya," usul Nyx.


Lalu Eris tersadar dan berusaha duduk. "Pergilah, sejak awal pun mana mungkin kegelapan dan dunia terang bisa bersatu,"


"Hei, jangan bangun dulu. Kamu ini sudah terluka parah," kata Aiolos sangat cemas.


Apollo datang kembali dan tertawa bahwa dia telah berhasil membuat pasukan Zeus tertidur.


"Zeus tidak mungkin bisa tertidur," kata Anemoi yang datang menggunakan awan kinton.

__ADS_1


"Tidak juga aku lihat sendiri Zeus tertidur hehehe," kata Apollo. Mereka semua bersuka ria namun tidak dengan Ares.


"Apa kamu bisa bergerak?" Tanya Ares dengan serius.


"Sedikit," jawab Eris kesakitan.


"Bukankah ada kakakmu yang bisa menyembuhkan luka? Kamu tidak bisa memanggilnya kemari?" Tanya Ares.


"Bisa berbahaya kan kalau aku memanggilnya. Tempat ini bisa diketahui," kata Eris agak takut.


Ares kemudian berpikir lagi saat ini situasi mereka memang sangat gawat. Saat tengah kritis, tiba-tiba cahaya abu-abu datang menyelinap.


"ERIS!" Teriak seorang perempuan cantik dalam bulatan itu.


"Kak Ariel! Kakak kenapa... bagaimana kalau ketahuan?" Tanya Eris cemas lalu mendekap bulatan itu.


"Keterlaluan sekali pemimpin pasukan benar-benar membuat kamu ikut berperang. Aku akan menyembuhkan luka-lukamu. Kamu dengan siapa?" Tanya Ariel yang menangis dan mengeluarkan kekuatannya menyembuhkan luka Eris.


"......." Eris tidak bisa menjawabnya dia cemas semua saudaranya ada disana.


Ariel tahu pasti dia bersama ketujuh dewa hebat, dia tidak bertanya lagi yang terpenting mereka bisa menyelamatkan Eris.


"GAWAT! Pasukan kembali bergerak!" Teriak Anemoi dari atas langit.


"Tapi... aku kan..." kata Apollo tidak percaya.


"Jangan pernah menyangka Zeus dapat dihipnotis untuk tidur. Kita harus bersiap-siap karena sudah dianggap Pengkhianat," kata Ares mengambil baju perang dan senjatanya.


Mereka berenam bersiap-siap juga. Apollo dengan senjata busur dan panah, harpa dia taruh di belakang baju perangnya. Artemis pun mengambil busur dan panah yang terbuat fari kayu terbaik.


Aiolos menyiapkan pedangnya yang tajam berwarna perak, begitu juga dengan Nyx memakai helm perangnya. Ares menggunakan baju perang emas dan tombak berujung perunggu.


Dia sangat gagah karena merupakan komandan dadi pasukan Zeus yang istimewa. Anemoi juga siap dengan perlengkapan perangnya juga Poseidon dengan trisulanya.


"Sulit dipercaya aku harus bertarung untuk melindungi iblis kecil sepertimu. Meski aku katakan, bangsamu adalah musuhku tapi melihat bagaimana kelakuan kapten pasukan kegelapan yang licik. Aku akan membelamu," kata Poseidon lalu berjalan menuju dewa lainnya.


Luka Eris sudah mengering dan berusaha berdiri. Meski tulang kaki dan punggungnya masih kesakitan.


"Pergilah kalian semua. Bila melindungiku, kalian akan dihukum mati," kata Eris yang berdiri.


"Ayolah, hargai kami semua. Kami begini karena berusaha melindungimu," kata Nyx pura-pura marah.


"Mereka akan tiba dalam sejam. Kalian siap?" Tanya Aiolos dan Anemoi bersamaan.


"Ayo," kata Ares.


Mereka semua mengelilingi Eris, pasukan Zeus tiba dengan cepat. Mereka lalu berlarian mengerubungi ketujuh dewa yang melindungi Eris.


"LANCANG SEKALI KALIAN!! Berani melindungi penyihir dari dunia kegelapan yang datang untuk membantai warga Olympus!" Teriak kapten pasukan itu.


"Dia tidak bersalah! Apa kalian pikir gadis sekecil ini bisa membantai kita semua?" Tanya Ares yang berada paling depan.

__ADS_1


Kapten itu terdiam, juga beberapa pasukan kebingungan.


"Kami diperintahkan agar kalian memberikan gadis kegelapan itu kepada kami maka kalian akan diampuni dan hidup damai," kata ketua pasukan.


"Sudahlah," kata Eris berjalan melewati mereka namun dihadang oleh Ares, Nyx dan Aiolos.


"Tidak akan pernah. Jangan keluar dari lingkaran kami. Aku dengar ada desas desus mengenai keterlibatan keluargamu. Tapi aku yakin Raja dan Ratu kegelapan tidak ada kaitannya dengan perang ini," bisik Nyx.


Eris terkejut dengan yang dikatakan oleh Nyx lalu mundur kembali. Kapten pasukan geram melihat kelakuan ketiga dewa tersebut.


"Kalau begitu, jangan salahkan aku. HABISI MEREKA SEMUA JUGA GADIS KEGELAPAN ITU!!" Perintah komandan.


Akhirnya mereka berperang tujuh melawan 40.000 pasukan Zeus. Tentu Eris pun ikut membantu dengan membuat senjata mereka semua bertambah kemampuan Attacknya.


Sepuluh ribu pasukan mati sia-sia, beberapa jam kemudian terlihat para ketujuh dewa sudah mulai kelelahan. Mereka mulai terdesak dan mundur, kekuatan Eris pun semakin melemah karena kondisinya yang masih terluka.


Poseidon lalu mengeluarkan sebuah kalung berbentuk segi enam dengan di tengahnya terdapat batu permata bulat berwarna ungu. Diserahkannya kepada Eris secara diam-diam, dirinya sudah kepayahan mengurus lawan.


"Pergilah menggunakan kalung itu. Itu bisa membawamu sejauh 3 meter. Pergilah! Jangan pernah berpaling, maaf hanya itu yang bisa aku lakukan," kata Poseidon sambil memperhatikan musuh di depannya.


Eris menangis, dia menolak tapi Aiolos membantunya menggenggam kalung. "Hiduplah,"


Aiolos lalu memeluk Eris untuk terakhir kalinya. Keenam dewa tahu kalau Aiolos sangat mencintai Eris, dia pun begitu.


Ariel muncul dan memegang Eris, dia juga sangat sedih mengetahui bahwa ketujuh dewa ini akan gugur juga dengan cinta murni Eris yaitu Aiolos.


"KALIAN BERDUA PERGILAH!!!" Teriak Ares yang mengeluarkan energi kekuatannya terakhir.


Ariel yang akhirnya menghormati Ares melafalkan mantra untuk menyembuhkan luka pada ketujuh dewa tersebut karena telah berusaha melindungi adik kecilnya lalu menggunakan kalung pemberian Poseidon.


"AIOLOS!!!" Teriak Eris saat itu.


"Saat nanti kita bertemu lagi, bunuhlah kami. Agar takdir kami berubah," kata Ares tersenyum dengan ceria untuk yang terakhir kalinya.


"KALIAN HARUS BERTAHAN. JANJI!" Teriak Eris lalu dikawal oleh Ariel. Mereka menghilang.


Tiga meter di kejauhan terdengar suara jernih alat perang mereka dengan beberapa pasukan, sebagian pasukan mengejar Eris.


Ariel membawa Eris terbang menjauh dari gapaian tentara udara, dia memasang pelindung tebal.


Eris menyaksikan sendiri saat itu sambil berlinang air mata, Aiolos telah jatuh. Ares sangat marah dan dengan liar membunuh semua pasukan.


Dua jam kemudian tersisa lah Ares dengan Poseidon yang sudah lemah tidak berdaya duduk dengan beberapa panah menembus badan mereka.


"Kalau saja kalian mendengarkan apa kataku, kalian akan selamat. Lihatlah semua dewa yang berada di pihak mu. Mati sia-sia," katanya berjongkok di depan Ares yang sekarat.


"Kami tidak menyesal," kata Poseidon yang akhirnya tumbang duluan setelah menepuk bahu Ares.


"Apa kalian berhasil menangkap Eris?" Tanya kapten. Tidak ada yang menjawab dan tiba-tiba saja langit menjadi gelap.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2