
( Instrumen ) Two Steps From Hell - Star Sky
...This is my Darkness...
...Nothing anyone says can console me......
...Despair and Hope......
...Light and Dark......
...Happy and Sad......
...Hard and Easy......
...Good and Evil......
...Fall and Rise......
...Near and Fall......
...Group and Invidual......
...When people are protecting something truly special to them,...
...They truly can become ... as strong as they can be...
...Once one has rejected Faith,...
...It will become impossible for him to enter the gates of Heaven...
...~ Sebastian Michaelis "Kuroshitsuji" ) ~...
Baju episode :
Siang hari tidak selalu hujan tampaknya di dunia ini mungkin itulah yang membuat para manusia ini terlihat sentimental apalagi kalau hujan turun. Tapi hari ini benar-benar cerah Eris memutuskan untuk sedikit berbenah tokonya.
Depan tokonya hampir tidak ada orang yang lewat, hanya Hera yang terkadang datang untuk meminjam portal atau bahkan Arae yang membeli botol penghilang tanduk. Eris membuka pintu tokonya dan beberapa burung gagak terbang melintas tokonya dengan heran.
Suara mereka nyaring bersahutan dan Eris terganggu. Dijentikkannya jarinya kemudian gagal itu PUFFF menjadi gagak goreng, alhasil kawanannya kabur secepat kilat. Eris tidak selalu jahat, gagak yang sudah menjadi makanan itu dia ubah kembali ke bentuk semula.
Gagak itu ketakutan. "Kau jangan berisik bila ingin istirahat di tempatku," kata Eris pada gagak itu. Dan dia mengangguk ketakutan lalu terbang dengan perasaan tidak karuan. Memperhatikan toko Eris dari kejauhan saja, dia dihampiri kawanannya dan tampak bercerita.
Dia hanya tinggal menunjuk suatu benda dan itu akan berjalan atau berpindah tempat bila Eris menginginkannya. Kekuatannya sudah dimiliki sejak bayi berbeda dengan semua kakak dan adiknya. Dan tanda sebagai seorang penguasa dunia kegelapan memang sudah terlihat.
Eris kemudian membersihkan lemari, kursi-kursi, meja, serta benda lainnya. Rumah besarnya itu tidak mungkin Eris bersihkan sendiri, asistennya Ela dia kirim untuk membereskan gudang. Eris menyihir semua sapu bergerak sendiri sedangkan dirinya membereskan lantai bawah.
Kamar? Tentu saja ada. Berjumlah tidak terhingga seperti di rumahnya dalam dimensi lain. Namun tidak akan ada yang menginap dalam tokonya.
TING!
Bunyi kedatangan paket dari Cupid menaruh sekotak kecil dengan hiasan yang sangat unik. Kotak putih dengan terdapat tali berwarna krem emas dengan ujungnya terdapat Love. Tidak biasanya.
Eris membuka dengan kedua tangannya. Kotak itu berbentuk panjang tapi tidak panjang. Isinya terdapat sepasang lonceng yang indah, terdapat ukiran sayap naga hitam diatas gagangnya. Lonceng itu tidak dapat terbang karena sayapnya terlalu kecil untuk lonceng yang agak besar.
Saat Eris hendak memegangnya, lonceng itu berdentang keduanya lalu Eris mengambil satu dan menggoyangkannya. Lonceng satunya pun kembali berdentang, Eris tersenyum.
"Bell's Darkness. They waiting for the new owner ( Lonceng kegelapan. Mereka menunggu untuk pemilik yang baru )," kata Eris lalu menaruh mereka dengan kotaknya yang kembali terbungkus. Lalu melanjutkan kegiatannya, meja depan dia taruh beraneka macam permen.
Sambil menunggu pelanggan, Eris menaruh semacam portal di tengah kota. Orang yang memerlukan bantuan kilat akan otomatis melangkahkan kakinya ke toko yang letaknya benar-benar jauh. Hal ini sesuai saran Arae dan juga bibinya Hera dalam bentuk tampilan anak kuliahan.
"Menurutku agak sangsi banyak orang yang bisa datang kemari, Eris. Letak toko kamu terlalu jauh," kata Hera yang berkunjung ke tokonya.
"Aku juga setuju. Bagaimana kalau begini saja, kau ciptakan portal sebagai jembatan mereka menuju toko ini. Mudah kan, kalau kamu tidak cepat mencari solusi kelamaan kamu akan jadi jamur di dunia manusia ini. Aku sih tidak masalah," kata Arae tertawa.
Eris menghela nafas benar juga hampir saja lupa kalau misinya hanya sebentar. Setelah itu Arae membantunya menghitung jarak dan menandainya dengan bubuk merah. Lalu terciptalah portal lain di tengah perkotaan untuk menarik orang yang lemah.
KLINTING!
"Selamat datang," suara Ela berkumandang dalam pengeras suara karena dirinya tengah sibuk di gudang.
Eris audah berdiri di tengah ruangan menyambut tamu. Seorang perempuan memakai seragam sekolah putih abu-abu dengan rambut panjang bergelombang kecil hitam digulung kebelakang, membentuk sebuah kepangan rambut yang cantik.
Gadis itu celingukan dengan bingung. "Permisi, apa ada orang?" Tanyanya.
"Ehem," kata Eris membuat suara. Padahal dirinya sudah sedari tadi berdiri disana tampaknya karena terlalu panik, Eris tidak terlihat.
"Oh hahaha maaf ya dik, kakak tidak lihat. Aku pikir kemana ternyata masuk ke rumah orang," katanya menjitak kepalanya.
"Ini toko juga sekaligus rumah. Silakan melihat-lihat," kata Eris mempersilahkan gadis itu masuk.
Gadis itu masuk dengan canggung sekali, dirinya berpikir rumah itu terlalu mewah untuk di bilang sebagai toko. Tapi melihat isinya, dia tertarik juga.
Eris menyiapkan teh dan kue seperti biasanya. Meski dia Iblis tetap kesopanan menyambut tamu adalah yang paling penting. Eris lalu memperhatikan gadis itu yang sangat senang melihat pernak pernik rambut dan sebagainya.
__ADS_1
"Wah, kamu yang menjaga toko ini? Memangnya kamu bisa jaga toko dengan banyak barang begini? Bagaimana cara kamu membersihkan semuanya?" Tanya gadis itu keheranan.
"Dengan sihir," jawab Eris menjawabnya.
Gadis itu dan Eris berpandangan sesaat tidak ada jawaban. Tampak sekali wajahnya tidak percaya tapi percaya.
"Hahahaha dik, kamu pintar bercanda ya. Mana ada sihir setan saja saya tidak percaya ada," kata gadis itu mengibaskan tangannya.
"Ada. Kamu mau lihat setan?" Tanya Eris tanpa ekspresi.
"Aih... sudahlah bercanda terus ya lalu bagaimana caranya kamu membersihkan debu? Satu per satu diangkat dengan kamu yang masih kecil rasanya tidak mungkin juga," kata gadis itu menerka.
"Seperti ini," kata Eris menunjukkan. Benda yang dia sentuh kemudian melayang di depan gadis itu.
".... Hebat!" Gadis itu menatap kaget sekaligus kagum.
"Ada barang yang kamu inginkan?" Tanya Eris meletakkan kembali benda itu ke tempatnya dan menatap gadis itu yang masih bengong ingin melihat hal lainnya.
Langsung dia menjawab terbata. "Ahhh sebenarnya tidak ada juga hanya anehnya entah kenapa kedua kaki ini tiba-tiba melangkah masuk ke toko milikmu. Serasa dunia lain apalagi pertunjukkan tadi, ini semua barang antik ya. Apa semuanya dijual?" Tanya gadis itu dengan antusias.
Eris menatap perempuan itu, dia sama sekali tidak terkejut atau bahkan ketakutan tapi menunggu apa yang akan Eris tunjukkan lagi kepadanya.
"Tidak ada yang bisa dijual tapi bila ada yang menginginkan sesuatu aku bisa meminjamkannya," kata Eris sambil duduk dengan santai.
Kemudian gadis itu berjalan di rak yang tempat Eris menaruh lonceng yang baru datang. Tidak disadari oleh gadis itu, lonceng sayap hitam itu mengeluarkan aura hitam ke arahnya. Dan tepat gadis itu berdiri di depannya, Eris sudah berdiri dekatnya.
"Tertarik?" Tanya Eris mengagetkan gadisnya.
"Aduh! Kaget aku. Yaa ini apa?" Tanyanya memegang kotak tersebut.
"Buka saja gratis kok," kata Eris.
Gadis itu mengangguk lalu membukanya. Wajahnya kaget dan kagum dengan isinya. "Cantiknya! Apa ini juga bisa dipinjam?" Tanyanya.
"Tentu," jawab Eris.
"Tidak dijual? Apa kamu tidak rugi? Ada sayap naga hitamnya. Apa ini barang langka?" Tanyanya tertarik.
"Iya hanya ada di toko aku saja. Kau mau meminjamnya?" Tanya Eris lagi.
"Ya, maunya aku beli tapi kalau ternyata tidak bisa dijual, mungkin aku akan meminjamnya," kata gadis itu.
Gadis itu kemudian menggoyangkan satu lonceng dan segera lonceng yang keduanya bergoyang mengeluarkan dentingan suara.
"Wah, yang ini juga berbunyi. Apa mereka sepasang?" Tanyanya.
"Suaranya yang satunya agak tegas, yang ini lembut seperti mereka laki-laki dan perempuan saja hahaha. Aku suka! Tapi, untuk saat ini aku tidak bisa membawanya ke sekolah. Kenapa aku datang kesini ya padahal tadinya mau ke sekolah sepagi mungkin," kata gadis itu keheranan.
"Sudah keharusan kmu harus datang kemari dulu. Kau bisa kembali kemari saat sekolahmu sudah usai," kata Eris.
"Benar? Sampai jam berapa toko ini buka? Aku tidak yakin akan masih ada, alu pulang sekolah pukul 5 sore," katanya sedih.
"Buka sampai malam dan bisa sampai keesokan harinya. Kalau ada yang memerlukan sesuatu sampai shubuh pun tokoku selalu terbuka. Kau bisa kemari kapanpun, datanglah lagi," kata Eris menjelaskan.
"Hm! Baiklah sepulang sekolah aku akan datang lagi janji ya masih buka sampai aku datang lagi nanti sore," katanya dengan ceria.
Gadis itu kemudian keluar toko sambil berlari dan memasuki portal lagi lalu menuju sekolahnya, sambil melihat jam. "Anemoi masih ada tidak ya? Semoga dia masih ada sedang berlatih lari hihihi," katanya.
Eris lalu menatap rak tersebut dan bungkusan lonceng itu terbang ke hadapannya. "Selamat. Akhirnya kalian mendapatkan pemilik baru, aku harap kalian tidak mengecewakanku lagi. Kalau kalian gagal, aku akan menghancurkan sampai kalian tidak bersisa. Tapi bila kalian berhasil menjerat nyawanya, kalian akan ku kembalikan menjadi bentuk semula," katanya dengan mata yang tajam.
"Baik, Nona Eris," kata kedua sosok roh berwarna hijau yang bertekuk lutut di hadapannya. Lalu mereka kembali ke tempat semula menunggu gadis tadi untuk datang kembali.
Sekolah SMU Bandung, akhirnya gadis itu tiba dengan waktu yang tepat. Lalu menuju gedung olahraga beberapa temannya menyambut kedatangannya dan segera menariknya.
"Kamu kemana saja?" Tanya Tania.
"Anemoi masih ada?" Tanya gadis itu kecapean.
"Tuh, cieeee," kata Tania menggoda temannya.
Anemoi adalah kekasih gadis itu meskipun hanya temannya saja yang tahu. Karena Anemoi merupakan atlet di sekolah mereka yang statusnya juga masih sendiri. Sosok Anemoi sangat mirip dengan V BTS makanya tidak heran kalau gadis itu berlomba dengan waktu, sebelum para fansnya datang.
"Kirika!" Seru Anemoi kepadanya. Beberapa teman kelasnya menyorakinya.
Nama gadis itu adalah Kirika, mereka berdua sekelas dan selalu bersama tapi kalau fans Anemoi ada, mereka terpaksa terpisah. Anemoi takut mereka akan menyerangnya.
Kirika yang memandanginya langsung melambaikan tangannya dan disoraki sekali lagi. Pukul 7 mereka sudah bubar untunglah para fans tidak tahu kalau Anemoi sudah memiliki kekasih di sekolahnya. Mereka memberikan banyak bingkisan kepadanya dan diterima dengan baik.
"Wah, asyiknya yang diberi banyak barang," kata Kirika yang berjalan berdua dengan Anemoi menuju kelasnya.
"Hahaha cemburu nih. Ada makanan juga kamu mau?" Tanya Anemoi memberikan sekotak wafer.
"Tunggu aku harus periksa dulu. Jangan sampai seperti waktu itu ada segenggam rambut dan bebatuan aneh membuat aku sakit," kata Kirika memaksa dengan teliti.
"Hahaha itu mereka keterlaluan sekali. Aku memarahi mereka dan pelakunya kemudian dibawa oleh polisi. Kali ini sepertinya aman," kata Anemoi memeriksa yang lainnya.
"Kamu ini harusnya banyak bersyukur, Moi. Diberi wajah yang tampan, bisa olahraga apapun, banyak penggemar dan punya kekasih cantik seperti aku. Lalu untuk apa kamu masih bekerja? Moi? ANEMOI!" Teriak Kirika yang melirik ke sampingnya namun Anemoi sudah tidak ada.
__ADS_1
Bingkisan itu ditinggalkan Anemoi begitu saja pada Kirika dan segera menghilang secepat kilat sebelum Kirika lagi-lagi menceramahi nya untuk berhenti bekerja.
"LAGI-LAGI!!!" Teriak Kirika kesal sering ditinggalkan begitu saja. Tapi kali ini semua bingkisannya dia bawa sampai kelas.
TANG TENG TOOONG!
"Alamaaakkk sudah pukul setengah 8! GAWAAAAT!!" Teriak Kirika menuju kelasnya yang paling ujung.
Teman-temannya yang lain sudah berada dalam kelas menyoraki Kirika yang terlambat masuk dengan gaduh.
"Seperti biasanyaaa telat lagi. Untung Bu Dara belum masuk, Ka. Kalau tidak, kamu tidak akan bisa masuk meski memohon pun," teriak Haikal laki-laki memakai kacamata tipis.
"Gara-gara Anemoi nih! Dia menghilang pasti kali ini juga bolos lagi," kata Kirika memperlihatkan bingkisannya yang satu kantong besar.
Ketua kelas dan yang lainnya mengerubungi kantong itu. Mereka sesuai instruksi Tania mengambil makanan satu per satu setiap orang atau berbarengan.
"Boleh juga Ka, kamu punya pacar macam idola," kata teman lainnya.
"Bu Dara kan masuknya 10 menit lagi jadi dia masih aman untuk masuk ke kelasnya. Iya kan hehehe," kata Tania mengedipkan mata sambil memakan choco bar.
"Gihaaa untung sekali masih sempat juga aku pikir sudah tidak terselamatkan. Usiaku berkurang sehari," kata Kirika mengibaskan kipas.
"Kamu jalan seperti kura-kura padahal di lorong sekolah. Janjinya semester baru tidak akan kesiangan lagi," kata Ina yang datang setelah piket kelas.
"Nah itu tadi aku berangkat dari rumah jam 5. Lalu tiba-tiba seperti ditarik kekuatan yang aneh aku melangkah ke tempat yang salah," kata Kirika menyiapkan buku pelajaran.
Kedua temannya itu bengong mendengarnya. "Kamu tersesat ke dunia alien?" Tanya Tania tertawa bersama Ina.
"Huh! Bukan. Cape yaaa sebentar aku lari sekuat tenaga menuju sini," katanya yang masih mengibaskan kipas kuat-kuat sampai seisi kelas menjadi dingin.
"Kipasnya yang benar dong neng. Semua kertas ulangan terbang nih," kata ketua kelas bete.
"Ckckckc pasti ke rumahnya Anemoi kan," goda Ina.
"Issshh sori ya. Bukan dong dia sih sudah pasti sepagi itu ada di gedung olahraga. Aku ke tempat dimana banyak barang antik pokoknya serasa di dunia lain deh. Rumahnya besar sekali lalu mewah. Anehnya penjaga toko itu adalah anak kecil sendirian pula," katanya mulai bercerita.
"Aah kamu pasti karang cerita lagi," kata Tania.
"Iya toko banyak kali yang bangunannya besar," sambung Ina.
"Yang ini beda kesannya misterius. Lalu disana aku tertarik pada lonceng antik yang katanya hanya ada di toko itu saja," sambung Kirika lagi.
Ina dan Tania saling berpandangan. "Mau kesana lagi? Kita ikut deh mau lihat buktinya," kata mereka.
"Boleh, ayok saja," kata Kirika senyum.
"5 menit lagi Bu Dara datang," kata Haikal mengingatkan. Serentak semuanya menyiapkan buku pelajaran dan Kirika menaruh kantong itu di belakang bangku kelas.
Ina kembali ke tempat duduknya di depan lalu Tania ke sebelah berbeda 2 tempat duduk.
"Kamu tidak ada perasaan aneh? Yang jaganya anak kecil lalu kesan tokonya misterius," kata Tania dari jauh.
"Hmmm nanti deh kamu lihat saja seperti apa tokonya daripada banyak bertanya," kata Kirika.
"Bu Dara dataaang," kata ketua kelas.
Mereka semua memberi salam lalu Bu Dara datang dengan membawa segepok buku latihan soal Kimia membuat semuanya merengek. Mereka sekolah seperti biasa lalu istirahat dan disambung pelajaran lain lagi.
Jam 3 sore, pelajaran tiap pelajaran silih berganti kemudian pelajaran ekskul yang tidak memiliki ekskul diwajibkan mendukung temannya. Kirika mengikuti latihan voli yang Tania dan Ina mendukungnya. Setelah 15 menit, Kirika, Ina, Tania dan Haikal berada di halaman belakang sekolah memakan bekal bersama-sama.
"Lalu kelanjutan kamu dengan Anemoi bagaimana?" Tanya Haikal memasukkan sandwich nya ke mulutnya.
"Lancar sih," kata Kirika yang hanya mengaduk nasinya.
"Kok bimbang begitu? Kapan Anemoi menyatakan cinta?" Tanya Ina yang mengerti situasinya.
"Minggu lalu waktu Ayahku bilang akan dipindahtugaskan tempat kerjanya," jawab Kirika.
Mereka bertiga saling berpandangan. Usaha Kirika mendapatkan perhatian Anemoi memang bukan main-main, sebelum Anemoi menjadi idola sekolah Kirika memang sudah memendam suka.
"Lalu bagaimana? Kamu belum cerita ke dia soal kepindahan?" Tanya Tania.
"Belum. Alasan dia bekerja kalian juga tahu kan. Tadinya aku bimbang mau ditolak tapi kan aku sudah lama berusaha mendapatkannya. Kalau nanti pindah, bagaimana?" Tanyanya sedih.
"Bagaimana kalau kamu kos saja disini? Jangan ikut pindah. Nanti aku kan bisa menemani kamu kalau kesepian. Atau berdua deh kosnya, nanti aku bilang ke ibuku," kata Tania. Mereka berdua setuju.
"Ah, jangan. Aku tidak enak. Hmm nanti deh aku sendiri yang bilang ke Anemoi, kalau aku dan keluarga mau pindah. Semoga saja dia mau mengerti," kata Kirika tersenyum senang.
"Aku yakin dia pasti mengerti, dia kan bukan laki-laki sembarangan. Apalagi sudah jadi idola ya mudah bisa kemana-mana. Kalau dihitung usia Anemoi juga berbeda ya," kata Ina.
"Otaknya dia encer sih kelas 4 SD saja sudah bisa mengerjakan soal anak SMP. Kita SMU dia seharusnya sudah kuliah kan," kata Haikal.
"Yakin kamu bisa hubungan jarak jauh?" Tanya Ina meyakinkan.
"Hahhh sepertinya akan susah ya, teman kita saja banyak yang menyerah akhirnya. Bagaimana dong? Apa aku ambil saja tawaran kamu, Na?" Tanya Kirika kebingungan. Tapi mengingat ibunya akan sendirian tidak tega juga.
Bersambung ...
__ADS_1