
Sampailah mereka di sebuah cafe yang konsepnya imut dan mungil. Eria menatap cafe itu dengan takjub, pertama kalinya dia datang ke daerah itu.
"Ayo masuk," ajak Aiolos menarik tangan Eria.
Eria menurut masih memperhatikan cafe itu. Mereka masuk sudah ada beberapa pegawai yang sedang membersihkan meja kursi dan yang lainnya.
"Selamat datang. Oh, siapa? Eria!" Seru Nyx gembira.
"Kalian," kata Eria kaget menatap Nyx.
"Ya, kami satu tempat kerja. Ayo sini duduklah, hari ini aku akan traktir kamu. Tunggu ya," kata Aiolos masuk ke belakang meja pegawai.
Nyx membawakan serbet dan peralatan makan. Eria tampak malu sekali saat semua pegawai memperlakukannya bak seorang putri. Sesuatu yang jarang dia dapatkan lagi, semenjak dirinya kini menjadi seorang Exorcist. Apalagi ibunya jarang memasak.
Beberapa menit terhidangkanlah berbagai macam menu pilihan. Roti, kue, sup ayam, nasi omelette keju membuatnya kagum dengan yang mereka buat.
"Silakan," kata Nyx tersenyum pada Eria yang masih takjub.
"Ini... Kakak-kakak semua yang buat?" Tanya Eria tidak percaya.
"Iya dong. Tapi kalau soal roti dan bakery, Aiolos paling jago. Ayo dong dicoba, kesini saja kalau nanti kamu butuh sarapan atau bisa telepon cafe ini dan aku akan antar kan," kata Nyx dengan ramah.
Eria sangat kagum lalu karena lapar, dia melahapnya. "Enak!" Katanya dengan senang sekali. Aura yang kelam entah kenapa jadi terang saat Eria memakan semuanya.
"Sungguh?" Tanya Aiolos keluar dari dapur membawakan secangkir susu teh berwarna hijau.
"Iya. Terima kasih," kata Eria lalu meneguk susu itu dan sangat senang.
"Sama-sama," kata Aiolos memperhatikan Eria.
"Anu, makanan apa yang kakak sukai?" Tanya Eria ingin tahu.
"Apa saja. Semua makanan kakak suka dari pedas, manis, asin, pahit. Kue tradisional juga suka, tidak ada halangan," kata Aiolos senyum.
__ADS_1
"Oh, begitu," kata Eria tersenyum.
Eria menatap telur gulung isi sosis yang menggugah seleranya. Tidak dia makan saat itu dan Nyx memandangi agak cemas.
"Kamu ada alergi telur?" Tanya Nyx.
"Tidak tidak, hanya saja sayang untuk dimakan," kata Eria menjelaskan takut membuat mereka salah paham.
Aiolos tertawa begitu juga yang lainnya. Sambil memegang kepala Eria, Aiolos berkata, "Dasar! Makan ya aku buatkan itu khusus untuk kamu. Yang ini buatan Nyx, sup ayamnya adalah idola di cafe ini," kedip Aiolos.
"Tidak juga. Semua makanan di sini enak, kamu akan ketagihan," kata Nyx memukul bahu Aiolos.
Eria mengangguk lalu makan lagi dengan lahap. Air mata mereka berdua menetes tanpa sadar lalu cepat-cepat dihapus.
"Apa kakak bisa ceritakan lagi mengenai gadis yang mirip denganku?" Tanya Eria.
"Errr... yah, setidaknya dia sangat berbeda denganmu," kata Aiolos duduk di sampingnya.
"Benar?" Tanya Eria.
Eria tertawa mendengarnya.
"Tapi kalian memang sekilas mirip sih kenapa ya? Aku jadi berpikir apa dia punya saudara kembar disini?" Tanya Aiolos.
"Dia baik kan?" Tanya Eria ingin tahu juga.
"Tentu! Meskipun nadanya datar, dingin dan kejam, dia selalu menolong banyak orang," kata Aiolos.
"Tidak bertemu dengannya hari ini?" Tanya Eria dengan ekspresi sesuatu.
"Dia hanya bisa ditemui oleh orang-orang yang memerlukan bantuan di luar pemikiran. Tokonya juga sangat khusus tidak semua orang bisa masuk," jelas Nyx yang mengantarkan pesanan.
"Oh," kata Eria berpikir. Eria lalu memandangi jam tangannya, sudah menunjukkan pukul setengah sembilan! "Ah! Aku harus segera pergi," kata Eria langsung berdiri.
__ADS_1
"Tunggu! Sisanya di bawa pulang saja ya," kaya Aiolos memberikan kode pada pelayan lain.
"Ada syuting?" Tanya Nyx.
"Iya. Kalau terlambat ibu akan sangat marah," jelas Eria agak panik.
"Mau di antar?" Tanya Aiolos memberikan kantong berisi makanan.
"Jangan! Aku tidak mau kakak terluka lagi karena kelakuan ibu," kata Eria cemas.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati," kata Aiolos menghela nafas.
"Terima kasih untuk menunya! Nanti pasti akan aku bayar," kata Eria. Nyx membukakan pintu agar Eria bisa langsung pergi.
"Nanti kita bertemu lagi yaaa," kata Aiolos melambaikan tangan.
"Iya!" Seru Eria dengan senang lalu berjalan kembali.
"Anak itu ceria sebenarnya tapi karena tekanan ibunya membuat dia harus terus bertahan dengan semua keadaan," kata pembeli yang memandangi kepergiannya.
"Eh?" Tanya Nyx dan Aiolos bersamaan.
"Lho? Kalian tidak tahu? Anak itu juga banyak yang membencinya, dikatakan mereka kalau dia pandai berbohong dan tidak sedikit orang yang mengancamnya untuk dibunuh," kata A.
Aiolos kaget mendengarnya. Dibunuh? Nyx juga cemas tapi berdoa bila Eria selalu baik-baik saja.
Kemudian mereka bekerja seperti biasanya meski beberapa orang membicarakan Eria.
Berpindah pada Arae yang kini harus mencari keberadaan kembaran Eris yaitu Eria. Namun sayang selalu tidak pernah bertemu. Seakan-akan takdir enggan mempertemukan mereka.
Yuri juga masih mencari dan kelelahan akhirnya pulang dan rehat dalam kamarnya. "Bagaimana ini? Semakin lama aku takut Eris akan..." kata Yuri lalu membuka jendela kamarnya dan menatap cemas ke atas langit.
Secara tidak terduga, Eria melewati rumah Yuri dan menuju lokasi syuting. Pengusiran itu berhasil dan orang-orang mampu memotong pohon besar di taman. Mereka bersorak, dan Eria dibawa pergi oleh ibunya.
__ADS_1
Bersambung ...