
Kejadian ini sebelum gadis itu tersedot ke dalam kekuatan hujan meteor, pengharapan nya.
Sebuah rumah modern dengan pemandangan halaman yang sederhana dan tertata rapi. Beberapa sepatu tampak berjejer rapi di depan teras samping rak sepatu.
Gadis tersebut sedang berbincang dengan seorang perempuan dan dua lelaki teman sekelasnya. Suasana rumah tampak begitu hening, mereka bercanda.
"Ne, moru ni ikimashou asobimashou ******dekiru****** ( Hei, kita main ke Mall yuk )," kata teman sebangkunya, Mari mencetuskan ide.
Dia tahu kalau Suga naksir kepada Rui. Saran itu tentu saja disambut oleh kekasihnya Yota.
"Dekiru ( Boleh )," kata Suga dengan malu-malu. Dia tahu kenapa Mari berkata seperti itu.
"Rui, anata wa amarini mo tadashiku kite imasu ka? ( Rui, kamu ikut juga kan )?" Tanya Mari mengajak sambil mengedipkan salah satu matanya.
Rui yang ditanya, terdiam. Karena Mamanya sudah pasti tidak mengijinkan kalau dia memberitahukan. Di sisi lain dia ingin sekali bermain sama halnya dengan yang dialami oleh semua teman-temannya.
"Unnn sore wa dodesu ka? ( Hmmm, bagaimana ya )?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Menatap mata dari Mari yang berharap lalu melirik Suga yang berwajah malu sama seperti dirinya.
"Sa, pea de ikimashou. Atode Suga to anata ( Ayolah, ikut saja. Kita kan berpasangan. Nanti kamu dengan Suga )," kata Mari menggoda Rui.
"Yosh sa! Kanodeareba imasugu ( Baiklah, ayo! Kalau bisa sekarang saja )," kara Rui agak terburu-buru.
Yang lain menatapnya keheranan.
"Hora? A watashi wa wasuremashita. Sore wa hontodesu ( Lho? Ahhh... aku lupa. Benar juga )," kata Mari menepuk dahinya lalu menyuruh kedua lelaki itu bergegas bangun dan menuju pintu.
Kedua teman laki-lakinya tentu saja kebingungan apalagi melihat Rui yang langsung melesat menuju kamarnya untuk mengambil jaket. Dan juga lipstik pink yang sudah dia persiapkan.
"Doshite? Naze? Ima ikou ka? ( Kenapa? Kenapa? Kita pergi sekarang )?" Tanya Ari kekasihnya Mari sambil diseret olehnya ke teras.
__ADS_1
"Naze anata wa panikku ni ochiru hitsuyo ga arimasu ka? ( Kenapa harus panik )?" Tanya Sug yang juga kebingungan tapi sudah siap dengan sepatunya.
Mari melihat sekeliling rumah di luar, ibu Rui masih belum terlihat. "Atode setsumei shimasu
Sa, kutsu o haite ( Nanti aku jelaskan. Ayo cepat pakai sepatunya )," kata Mari. Dia melihat dari kejauhan Mama Rui sedang berjalan kaki.
Mereka bertiga melihatnya, Mari terkejut dan ketakutan sampai detik ini Rui belum juga turun dari kamar.
"Rui! Mada kanryo shite inai! Atode watashitachiha ikite imasu ( Rui! Belum selesai juga!? Nanti kita tinggal lho )," kata Mari setengah berteriak, cemas karena mamanya sudah terlihat.
"Matte, sugu ni kite yo! Watashi wa owatta! Watashi wa haha ga kuru mae ni isogu hotsuyo ga arimasu! ( Tunggu, aku segera datang! Aku sudah selesai! Aku harus bergegas sebelum Mama datang )!" kata Rui melihat ke luar jendela dari lantai dua. Mamanya sedang berjalan ke arah rumah, dengan panik dia langsung ke bawah.
Akhirnya Rui ke luar rumah dengan panik. "Ri no ******o****** tomodachi, gomen nasai. Ikou! ( Teman-teman, maaf ya. Ayo kita segera pergi )!" Kata Rui ngos-ngosan sesampainya di luar rumah.
"Ima watashitachi wa isoide iru? ( Kok sekaranf malah kita yang buru-buru keluar )? Do shita no? Wareware wa chodo kita ( Ada apa sih? Kita kan baru datang )," kata Suga agak sebal juga karena didorong Mari untuk cepat memakai sepatunya lagi.
Saat mereka akan bergegas berbalik badan untuk berjalan, tiba-tiba....
"Wah! Doyara koko ni atsumatte iru yo, hai. Doko e iku? ( Wah! Rupanya sedang kumpul-kumpul disini, ya. Mau pergi ke mana )?" Tanya Mama Rui dengan wajah yang tidak suka namun terpaksa ramah.
Rui kemudian pucat wajahnya begitu juga dengan mari dan kekasihnya. Mereka menghela nafas mau tidak mau tidak mungkin mereka akan membawa kabur Rui, hanya untuk sekedar jalan bersama.
Karena melihat tidak ada yang menjawab, Suga pun membalas perkataan Mamanya. "Watashitachiha umi no paradaisu ni ikitaidesu... UGH! ( Kami mau pergi ke Sea Paradise..
UGH )!" Punggung Suga di tonjok oleh Mari dari belakang.
Mama Rui menatap Rui yang menunduk lalu menatap ketiga temannya. Masih tersenyum ramah namun dengan nada penegasan bahwa dirinya keberatan.
"A, a kyo no kodomo-tachi wa zan'nendesuga, piano no ressun ga arimasu! ( Oh, begitu tapi maaf ya anak-anak hari ini Rui ada les piano ). Dakara jikai wa, hai. Rui ni ki nasai ( Jadi lain waktu saja ya. Ayo Rui )," ajak Mamanya yang penuh makna dari wajahnya.
__ADS_1
Mari menghela nafas sedih, hal ini sering terjadi di saat dirinya ingin bermain dengan Rui. Rui membalas tatapan pada Mari lalu Suga yang bengong. Mereka tidak pernah menyukai Mamanya Rui.
Rui lalu mengikuti ibunya ke dalam rumah, berjalan dengan lemas dan pelan. Setelah ini pasti dirinya akan dimarahi habis-habisan.
Setelah Rui dan Mamanya masuk, mereka bertiga berjalan keheranan. Apalagi Suga yang kemungkinan kesempatan bertemu Rui akan semakin sulit.
"Itsumo sore o motte imasu ka? ( Ibunya selalu begitu )? Watashi ga ima made ni kiita goshippuno yashin-tekina mono. ( Ambisius sekali gosipnya sih aku pernah dengar ).
Shikashi, saiaku no toki? ( Tapi masa separah itu )?" Tanya Suga masih menatap rumah Rui.
"Anata wa totemo orokadesu! ( Kamu bodoh sekali sih! ) Tonikaku honto no goru o itte iru no wa nazedesu ka? ( Kenapa kamu mengatakan tujuan yang sebenarnya sih )? Rui... maishu getsuyobi, suiyobi, kin'yobi wa kateikyoshi ni ikimasu ( Rui itu... setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pergi les ). Kayobi, Mokuyobi, nichiyobu no piano enso! ( Lalu bari Selasa, Kamis dan Minggu latihan piano )! Doyobi wa Sado ya ikebana o manabanakereba naranai! ( Sedangkan hari Sabtu dia harus belajar upacara minum teh dan ikebana )," Jelas Mari yang sangat panjang.
"Un, sore wa watashi ga byoki no naru koto o kiku! ( Uh, mendengarnya saja sudah bikin aku mual )!" Kata Suga dengan wajah yang memucat mendengar penjelasannya.
Mari yang kesal gara-gara Suga mengatakan hal yang sebenarnya sudah pasti akan semakin sulit mengajak Rui pergi.
"Dakarakoso kare wa yujin to issho ni dokoni mo iku koto wa hotondo nai nodesu ( Makanya dia jarang pergi kemana-mana dengan teman-temannya rasanya kasihan juga dia )," kata Mari menghela nafas.
Mereka bertiga akhirnya pergi ke rumah masing-masing, rencana menyatukan Rui dengan Suga gagal total!
Di rumah Rui, sesuai yang disangka Rui kejadian. Mamanya memarahinya bahkan memeriksa isi tasnya. Ada bedak, lipstik dan parfum yang dibawa olehnya.
"Rui, naze anata wa subete no kuchibeni o tsukau no? ( Rui, buat apa kamu pakai lipstik segala )? Sakujo shite sugu ni piano ressun o kaishi shite kudasai! ( Hapus dan segera berangkat les piano )!" Kata Mamanya yang membuang semua kosmetiknya.
Rui lalu naik ke kamarnya dan menangis meraung. Dirinya tidak mau dilahirkan di keluarga seperti ini. Alhasil dia sengaja membuat dirinya terlambat datang dan setelah itu terjadilah dirinya kecelakaan.
Kembali ke dalam dimensi dimana tempat Eris masih berada. Ruangan waktu itu memilihkan tempat yang cocok untuk toko Eris. Angin hitam masih berdesir dengan keras memaksa pintu tokonya untuk terbuka.
Bersambung ...
__ADS_1