
Final Fantasy XIV - Angels
...This is my Darkness...
...Nothing anyone says can console me......
...Despair and Hope......
...Light and Dark......
...Happy and Sad......
...Hard and Easy......
...Good and Evil......
...Fall and Rise......
...Near and Fall......
...Group and Invidual......
...Why humans do things like suicide? ...
...Isn't it going against survival instincts?...
...Isn't the act like a contamination of life?...
...It's because they broken. Humans are broken...
...Suicide. Incest. Patricide. ...
...Humans are the only ones with ...
...This many flaws ...
...~ Kanaka ~...
Baju hari ini :
Kepulangan mereka kembali dari Jepang membuat Arae senang sekali. Dengan kegiatan yang biasanya mereka membersihkan keadaan toko dengan letak yang berbeda-beda. Sesuai saran dari Arae, toko kemudian diletakkan di tengah perkotaan.
Eris kini telah berubah wujudnya atau bisa dikatakan mengalami pertumbuhan dari seorang anak kecil menuju usia Sekolah Dasar kelas 4. Arae senang sekali dan tidak sabar menunggu pembeli selanjutnya.
Eris memeriksa para boneka dan merapihkan nya, mereka pun turut senang kini majikan mereka tidak akan disebut anak kecil.
"Berarti hitungannya mungkin setelah mendekati jumlah puluhan, tubuhmu tumbuh. Hebat juga idenya," kata Arae berpikir.
"Mungkin," kata Eris yang menaruh barang baru di rak lain.
"Ide bagus kan toko ini diletakkan di pertengahan. Selanjutnya pembeli yang seperti apa akan datang ya," kata Arae membuka jendela membuat cahaya sinar mentari memasuki toko itu.
__ADS_1
Barang yang sekarang digantikan dengan barang kemarin ada piring dari kaca yang sangat bening, gelas seperti piala atau cawan, yang biasa ada juga yang bertahtakan batu permata indah.
Eris meletakkan barang-barang baru itu di lemari yang berkaca jernih dengan rapi. Arae membantu meletakkannya terbang ke rak teratas. Saat Arae diberi perintah Eris, secara tidak sengaja lembaran kertas yang dibuat oleh pembeli lalu terjatuh.
Eris mengambil dan membukanya lagi memperhatikan Arae yang membawa banyak barang. Eris membukanya lagi, dia seperti pernah mengenalnya dan sangat dekat tapi tidak ada ingatan tentangnya.
Dia lalu menyimpannya di sebuah peti panjang lalu menutupnya lagi dan peti itu melayang tersimpan di bawah lemari.
Eris lalu kembali ke ruangan dimana dia menunggu pembeli yang memerlukan bantuannya. Lalu melihat sebuah kotak dengan warna emas berkilauan.
Eris membukanya dan sebuah lonceng berukuran sedang memiliki pahat gambar setan kecil yang perutnya besar.
Tongkat berwarna hitam yang menahan lonceng emas terdapat ukiran Naga yang seakan memandangi diri Eris.
"Kenapa lonceng ini dikirim kemari?" Tanya Eris keheranan.
Arae yang sudah selesai menata, mengembalikan kardus ke gudang lalu ikut melihat lonceng itu.
"Wah! Jarang sekali ada barang langka masuk ke toko ini. Lonceng apa ini? Naga ini hidup kah?" Tanya Arae memegangi ukiran Naga.
"Entahlah kadang aku bertanya-tanya kenapa Raja mengirim sesuatu ke tokoku," kata Eris berpikir.
"Tentu saja agar kamu secepatnya menyelesaikan tugas kan," kata Arae lalu dia membuat lonceng itu berbunyi.
Aura hitam muncul dan Arae kaget. Eris segera menghilangkannya. Aura itu tertawa lalu hilang bersamaan dengan api ungu Eris yang muncul.
"Sekarang kita tahu apa kegunaannya," kata Eris.
Arae lalu menyimpannya kembali, diletakkan di meja utama menunggu pembeli yang akan menyukainya.
Papannya itu terlipat berbentuk lingkaran. Arae membukanya dan ternyata...
"Papan Ouija. Letakkan saja di bawahnya bersama dengan loncengnya. Hati-hati jangan sampai berdentang lagi," kata Eris.
Papan petunjuk memanggil arwah semacam papan Ouija. Lonceng diletakkan di atasnya dan kotaknya Arae simpan di lemari belakangnya.
Di suatu tempat, tepatnya di kota Jakarta sebuah Cafe kopi keluarlah dua orang lelaki yang leher dan bajunya basah karena berkeringat, dengan perasaan lega mereka rebahan di luar teras.
Beberapa pegawai Cafe itu pun duduk meluruskan kedua kaki mereka. Beberapa lalu merokok, pekerjaan mereka di cafe memang tidak ada hentinya. Cafe sangat besar dan setiap hari selalu penuh pembeli.
"Akhirnya selesai jugaaa," kata salah satu pegawai yang tepar.
"Mau tidak?" Tanya Apollo yang mirip dengan Suga BTS menawarkan minuman yang dia beli saat ada kesempatan.
"Thanks," jawab temannya, Artemis lalu menyedot minuman itu dan memberikannya lagi pada Apollo.
"Untung masih sempat ya lain kali harus pakai alarm supaya tidak terlambat lagi," kata Apollo sambil minum.
Artemis lalu duduk meluruskan kaki dan senam sedikit. "Aku setuju Ah, leherkuuu," katanya memijat.
"Wah, wah, kamu tidak apa-apa, Jhope?" Tanya pegawai lain tertawa melihat Artemis pegal-pegal.
"JHOPE!? Aku Artemis! Kamu lupa nama teman sendiri?" Tanyanya sebal.
__ADS_1
Mereka semua lalu tertawa keras melihat wajah bete Artemis.
"Kamu mirip sih sama dia coba deh kamu cari di Gugel. Kamu sama Apollo mirip Jhope dan Suga. Kalian kembar ya?" Tanya A tertawa keras.
"Kalian tidak pernah bercermin lalu lihat mereka berdua? Meski kalian KW sih," kata yang lain merundung mereka lalu tertawa.
"Sialan!" Kata Artemis melempar sebelah sepatunya ke mereka semua.
"Hei, hei, kotor! Seragamku nanti kotor hahaha," kata yang dilempari sepatu.
"Yah.. mau bagaimana lagi meski KW tapi wajah kami berdua mungkin bisa menyamakan dengan wajah grup yang super ganteng itu HAHAHA!" Kata Apollo tertawa dengan bangganya.
"Parah nih orang," kata pegawai lain menggelengkan kepala.
"Benar benar kalau mereka sakit, kita bisa menggantikan mereka. Gerakan tarian mereka juga kami bisa kok," kata Artemis lalu berdiri dan memperlihatkan gerakannya yang hancur.
"HUAHAHAHAHAHA!!" Semuanya menertawakan tingkah Artemis. Lalu disusul Apollo yang mendendangkan lagu Boys With Love menggunakan ember.
Acara istirahat menjadi ramai karena kekocakan mereka berdua. Lalu terhenti saat wakil manager keluar. Dan bergabung dengan mereka.
Artemis lalu menghentikan aksi dan Apollo meletakkan kembali ember itu ke tempat semula. Lalu mereka berdua duduk dengan tenang lagi.
"Bagaimana rasanya bekerja di sini? Banyak pekerjaan kan ya," katanya duduk sambil tertawa.
"Perjuangan," kata Apollo menahan tawa.
"Perjuangan sekali, Pak. Masuknya jam 7 pagi langsung menyiapkan makanan, piring serta lainnya," kata Artemis kembali duduk.
"Terus semangat ya. Kalian semua bekerja dengan baik, kami akan memberikan kontrak selama 2 tahun. Bersiaplah," katanya menepuk bahu semua pegawai lalu beranjak pergi.
"Siap, Pak!" Seru mereka semua.
"Mis, makan yuk!" Ajak Apollo yang berdiri dan merenggangkan pinggangnya.
"Ayok. Sebentar," kata Artemis memakai sepatu biasanya.
"Meskipun memang kerja keras tapi honornya lumayan kan. Oke deh aku duluan ya, yok mari Kang Suga dan Kang Jhope," kata pegawai itu langsung kabur.
"HEI!" Teriak Apollo dan Artemis.
Pegawai itu sudah menghilang begitu saja dengan kekasihnya sambil tertawa.
Apollo terdiam memikirkan apa kata mereka semua. "Memangnya wajah kita mirip?" Tanyanya pada Artemis.
"Entahlah, aku kan bukan penggemar band Korea. Coba saja Gugel," kata Artemis mengguyur rambutnya dengan air sedikit.
"Kalau ada acara Mirip Boyband mungkin kita bisa menang ya," kata Apollo sambil tertawa memikirkan seberapa banyak tebaran uang yang akan mereka terima.
Artemis menghela nafas. "Hahahahaha! Mungkin," katanya.
"Ayolah kita cari makan, ada warung nasi yang enak di Gang A. Mau kesana?" Tanya Apollo menyiapkan kunci mobilnya.
"Yuk," kata Artemis yang lalu menggantungkan tangan kirinya ke leher Apollo.
__ADS_1
Bersambung ...