Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
2


__ADS_3

Siang hari di sekolah SMU X Jakarta, sekolah dengan bangunannya yang besar dan megah, bangunan Eropa. Berwarna krem cokelat Langsat dengan jendela-jendela yang sebagian tertutup oleh teralis besi.


Keadaan di sekolah itu sangatlah ramai karena pembelajaran disana sedang berganti kelas. Murid-murid yang mengikuti pelajaran dalam kelas sangat tertib sebagian kelas sedang mengerjakan karya seni mereka.


Lorong sekolah tidak begitu sepi, terlihat banyak selebaran kertas di majalah dinding. Setiap kelas disediakan rak sepatu serta rak buku jadi para siswa membawa tas hanya untuk bekal makanan atau baju ekstrakurikuler.


Berpindah ke kelas yang berada di tengah bersebelahan dengan Ruang Laboratorium. Kebetulan sedang tidak ada guru di kelas itu jadi keadaannya sangat heboh. Seorang guru piket telah memberitahukan untuk mengerjakan tugas di buku materi.


Sebagian murid ada yang mengobrol, makan cemilan, bermain pesawat kertas, bernyanyi, dan ada juga yang sedang bergosip. Seperti enam orang berikut yang sedang merencanakan sesuatu.


"Nanti malam oke?" Tanya salah satu murid perempuan yang berbalik badan ke temannya di belakang. Anak ini bernama Nemesis ketua dari geng tersebut.


"Jadi dooong," jawab Anta mengacungkan jempolnya.


Lalu keempat teman lainnya datang menghampiri dan membentuk meja kelompok. Ternyata mereka semua adalah teman satu kelas. Dinamai Grup Misteri tentu tugasnya adalah mempraktekkan beberapa macam kegiatan misteri.


"Oh iya, kakakku punya teman katanya mereka akan bergabung dengan kita," kata Nemesis yang sudah membalikkan kursinya.


"Kakak kamu yang kuliah itu? Belum pulang lagi?" Tanya Ringu sambil memakan permen.


"Belumlah, dia pulang bulan depan sedang ada ujian," kata Nemesis menperlihatkan chat kakaknya.


"Wah, jadi mereka akan gabung lalu kapan mereka datang? Laki-laki apa perempuan?" Tanya Arika antusias.


"Nih, aku baru saja bertanya nanti sore. Mereka laki-laki dan kata kakakku, kita pasti akan terkejut sekali melihat mereka berdua," kata Nemesis dengan wajah penasaran.


Teman-temannya juga keheranan.


"Terkejut karena?" Tanya Arika.


"Mana kutahu," kata Nemesis mengangkat kedua bahunya.


"Kakak kamu tidak katakan alasannya?" Tanya Ringu yang ikut aneh juga.


"Katanya lihat saja sendiri nanti. Mirip dengan anggota boyband Korea tapi ingat ya mereka itu asli orang Indonesia dan Islam juga. Penasaran tidak sih?" Tanya Nemesis.


"Banget!" Ucap mereka semua.


"Mungkin karena saking gantengnya? Usia mereka berapa?" Tanya Linda.


"Aku juga tidak tahu mereka seganteng bagaimana. Info dari kakak usia mereka berdua itu 27 tahun," kata Nemesis membaca lagi info dari kakaknya.


"Mereka mau bergabung dengan kita alasannya apa?" Tanya Saka yang baru kembali dari ruang guru untuk membagikan lembar jawaban tugas mereka.


Mereka semua menerimanya dan sambil mengobrol mengerjakan tugas.


"Mau cari pengalaman katanya tapi kok aku curiga ya kalau kakakku yang suruh?" Tanya Nemesis.


"Wajarlah kakak kamu berarti cemas kita terlalu menyenangi hal yang kurang baik," kata Arika mengeluarkan buku materi.


"Tapi ini adalah kegiatan kita untuk apa kita namakan Grup Misteri kalau isinya hal romantis? Toh kita sudah ahli kan memanggil setan sebanyak 10x tidak ada satupun dari kita yang dirasuki atau macam-macam yang lainnya," kata Nemesis. Kakaknya terlalu cemas berlebihan kepadanya untunglah dia kos di daerah lain.


"Nanti kalau kita mau melakukannya lagi jangan lupa sholat Maghrib dulu," Arika mengingatkan.


Mereka semua mengangguk mengerti. "Iya, Bu Arika. Tenaaaang," kata semuanya menyahut sambil tertawa.

__ADS_1


Arika gadis SMU yang sama dengan mereka meski berjilbab tapi menyenangi hal yang Horror. Itulah kenapa dia mau bergabung.


"Iya, kita sholat maghrib dulu bagi yang mengerjakannya ya, jangan lupa kita datang pukul 11 malam, persiapan dan kita mulai pemanggilan arwah pukul 12 malam. Kalau ada yang tidak bisa datang, kontak aku dulu ya. Soalnya aku beritahu kakakku kalau kita selalu berenam melakukan hal yang mistik. Arika pasti bisa kan ya," kata Nemesis memandangi gadis berjilbab yang sedang menulis.


"In sha allah nanti aku bilang ke orang tua kalau mau menginap di rumah kamu, Sis," kata Arika tanpa memandanginya.


"Oke kalau begitu lalu kamu, Ring bagaimana? Anta bisa ya sama dengan Arika. Linda dengan Saka bisa?" Tanya Nemesis.


Mereka semua mengacungkan jempolnya dan Nemesis senang sekali, mereka melakukan itu sekitar seminggu 3x. Mereka masing-masing ditugaskan mencari variasi dari pemanggilan arwah.


"Kalian bosan tidak sih? Pemanggilannya begini-begini saja? Tidak ada versi lainnya," kata Saka membuat yang lainnya berhenti mengerjakan tugas.


"Benar juga sih kurang seru, Sis. Kita coba yuk menaikkan level misterinya. Bagaimana?" Tanya Anta mengidekan.


Nemesis berpikir bukannya tidak mau tapi kalau terlalu tinggi takutnya akan ada resiko yang mereka harus hadapi contohnya kehilangan nyawa.


"Aku sih mau saja soal menaikkan level. Toh banyak kan macam pemanggilan arwah ini," kata Nemesis berpikir keras.


"Masalahnya level dinaikkan kalian mampu tidak menanggung resikonya? Permainan begini sudah pasti ada resiko lho," kata Arika.


"Ya, pasti ada Ri. Tapi tidak akan apa-apa kan kita buat ini hanya untuk seru-seruan saja. Lagipula ada 2 lelaki ganteng mereka sudah pasti tidak akan membiarkan kita terluka," kedip Linda dengan genit.


"Kakak aku memang cemas meskipun aku selalu bilang kalau yang kita panggil itu level kelas rendah. Aku setuju dengan yang dikatakan oleh Linda mereka pasti tidak akan membiarkan sesuatu terjadi 0ada kita," kata Nemesis.


"Iya jadi ayolah kita naikkan levelnya memangnya kalian tidak malu kalau level misteri kita hanya rata-rata? Kita harus buktikan pada mereka kalau kita itu lebih," kata Linda semangat.


Mereka semua setuju dan antusias. Lalu Anta memberitahukan sesuatu.


"Girls, baca deh ini di Jepang ada pemanggilan arwah tapi namanya bukan Jailangkung," kata Anta memperlihatkan sebuah artikel pada mereka.


"Iya justru kurang seru geraknya juga begitu-begitu saja. Cari yang lain lagi," kata Ringu lalu tiduran di meja.


"Hei, kerjakan tugasnya nanti dikumpulkan," kata Arika membangunkan Ringu.


Ringu dengan sikap malasnya akhirnya mengeluarkan buku Kimia dan menyontek hasil Arika. Sedangkan Anta dan Saka sedang semangat mencari petunjuk lain tentang memanggil arwah.


"Hei, aku dapat! Devil Face," kata Saka dengan semangat.


"Bacakan seperti apa," kata Nemesis menghentikan mengerjakan tugas.


"Pemanggilan menggunakan lilin tapi masalahnya dengan memakai lilin berwarna hitam. Di toko memang ada yang jual?" Tanya Saka memandangi mereka semua.


"Wah, itu menarik tapi lilinnya?" Tanya Arika.


"Dari negara mana itu? Bukan Jepang?" Tanya Nemesis penasaran.


"Bukan. Permainan ini khas dari negara Spanyol," kata Saka.


"Terus? Penjelasan lainnya ada?" Tanya Arika pada Saka takutnya Saka salah memberikan informasi.


"Itu bukan pemanggilan arwah tapi seperti kita akan melihat wajah seram seperti seram. Wajah kita sendiri," kata Ringu mencari tahu.


"Pemanggilan arwah kok. Nih aku baca ya. Devil Face adalah permainan memanggil makhluk halus yang berasal dari negara Spanyol. Permainan ini memerlukan 12 lilin hitam dan hanya sebuah kamar mandi saja," kata Anta.


Saka tersenyum polos dan mendengarkan penjelasan Anta.

__ADS_1


"Lalu? Bisa berkelompok?" Tanya Nemesis.


"Hmmm disebutkan sih seorang diri kita kan ada 6 orang nih berarti kalau mau bersamaan, harus memakai toilet di depan taman Anggrek itu kan toiletnya berjajar tuh. Masalahnya memang lilinnya. satu orang 12 buah kalau 6 orang?" Tanya Anta memandangi mereka semua.


"72," jawab Nemesis menutup wajahnya.


"Aaah aku tidak mauuu atau kalau mau, tunjuk 2 atau 1 untuk melakukannya. Dan kita menunggu di bawah," kata Ringu memberi ide.


"Lanjutkan dulu deh keterangannya. Lanjutkan Anta," kata Arika.


"Permainan ini terdapat legenda ada seorang gadis penganut okultisme yaitu orang yang mempercayai hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. Grup kita bukan seperti ini kan ya," kata Anta agak takut.


"Bukanlah! Kita hanya menyukai sesuatu yang mistik tapi tidak sampai mencari ilmu hitam. Beda," jelas Nemesis.


"Syukurlah lanjut. Nama gadis itu adalah Sofia, dia memperkenalkan permainan itu kepada teman-temannya setelah memainkan itu, banyak dari teman-temannya mengalami hal yang menakutkan. Bahkan permainan itu nyatanya memakan banyak korban. Jangan dilakukan deh kalau begitu," kata Anta menyudahi keterangannya.


"Nah kan katanya mau menaikkan level seram supaya seru. Tuh sampai memakan korban jiwa bukannya seru? Bagaimana?" Tanya Nemesis pada mereka semua.


"Ternyata seram juga bukankah ada filmnya ya?" Tanya Ringu.


"Ada Lupa aku judulnya. Masuk ke dalam kamar mandi yang ada cerminnya sebelum pukul 12 malam. Matikan lampu kamar mandi kemudian susun dan nyalakan 12 lilin hitam. Tutup kedua matamu saat jam menunjukkan 12 malam, buka kembali dan kamu akan menemukan wajah setan yang mengerikan," kata Arika lanjut membaca.


"Maksudnya banyak yang mengalami hal menakutkan mungkin ya wajahnya itu terus terbayang?" Tanya Nemesis penasaran.


"Bisa jadi karena keterangannya belum ada seorang pun yang tahu cara menghentikan permainan ini. Yaa mungkin sampai beberapa orang mengalami gangguan jiwa karena diikuti kan," kata Arika merinding.


"Lilinnya juga harus kita beli lewat toko online khusus jalur luar negeri kan ya," kata Linda menunjukkan toko online yang selalu dia pakai.


"Jangan yang susah-susah deh yang kiranya kita bisa mencoba saja dan aman. Coba kalian cari metode lain yang alatnya sederhana, resikonya rendah. Lebih baik levelnya ya segini saja," kata Ringu.


"Nih ada Baby Blue Mau coba?" Tanya Linda.


"Baby Blue? Baru dengar. Baby Blues kali itu yang depresi yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan hahahaha," kata Nemesis membuat semuanya tertawa.


"Bukaaan ya aku tahu kalau itu tapi ini juga ada dari Spanyol juga. Memanggil anak kecil kalau di Indonesia Toyol kali ya," kata Linda berusaha menerangkan.


"Wah! Terus caranya?" Tanya Arika selesai tertawa.


"Dengar dulu makanya. Tempatnya ya sama dengan Devil Face, yaitu sebuah kamar mandi tapi posisi tangannya dan ini tidak memerlukan lilin. Hanya satu itu saja kamar mandi," kata Linda.


"Itu lebih sederhana. Lalu?" Tanya Nemesis tertarik.


"Orang yang bermain Baby Blue akan menatap cermin, memposisikan kedua tangannya seperti ketika menggendong bayi dan berkata "Baby Blue" sebanyak 13 kali. Hmmm hanya itu," kata Linda dia mencari keterangan lain ya hanya itu.


Semuanya bengong. Terlalu mudah bahkan lebih menakutkan.


"Kenapa tidak sekalian 33x? Lalu menyelesaikan permainan itu bagaimana?" Tanya Saka.


"Tidak ada keterangan. Tampaknya sama dengan yang pertama. Mau coba? Sederhana sekali," kata Linda.


"Mudah sih tapi pasti ada suara bayinya nanti. Tidak mau ah," kata Ringu.


"Mau menaikkan level tapi takut jadi gila. Ini bagaimana sih? Katanya mau yang agak seru dan lebih tegang. Ini sudah ada pilihannya mana sederhana bahkan yang kedua ini lebih mudah. Bagaimana, Sis?" Tanya Anta agak sebal.


"Yah, itulah kenapa levelnya tidak pernah aku naikkan. Ingat ya kita melakukan ini hanya untuk seru-seruan bukan untuk cari masalah. Aku sih tidak setuju karena aku bergantung dengan cermin, kebayang kalau melakukan permainan itu. Seumur hidup tidak bisa melihat cermin dong," kata Nemesis yang membetulkan rambutnya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2