Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
19


__ADS_3

"Ibu sudah keterlaluan, aku tidak mau seperti ini," kata Eria yang menangis.


Mendengar raungan anaknya sendiri membuat sang ibu terduduk lemas dan menangis. Beberapa menit kemudian 4 petugas datang dan membawanya ke suatu tempat.


Eria dipeluk oleh banyak orang, mereka bersimpati dan meminta maaf. Sang ibu tertunduk lesu di sebuah ruangan, tatapannya kosong menatap meja di depan.


Suster lewat dan membawanya ke kamar, sang ibu memegang kepalanya dia merasa kejadian ini pernah dialaminya. Tapi kapan? Mantan suaminya dikabari dan terkejut lalu bergegas pergi.


Malam harinya banyak orang yang mengantarkan Eria pulang. Nyx, Aiolos serta beberapa penggemar ikut membantu membereskan sampah. Dinding mereka hapus dengan kesedihan, banyak yang membantu.


Aiolos membuka pintu rumah yang tidak terkunci, beberapa orang termasuk Bu Aki sangat terkejut melihat keadaan di dalam. Baju, sepatu mewah, perhiasan berlian dan emas semua berserakan dalam kamar sang ibu.


"Rumah macam apa ini? Bagaimana bisa dia menghabiskan semua jerih payah kamu?" Tanya Bu Aki sangat geram.


Eria hanya diam, kedua matanya memar karena terus menangis. Selama ini kesedihan dia tahan dan sampai akhirnya tidak tertahankan.


"Ayo, kita ganti baju," kata kru perempuan.


Mereka ke kamar lantai dua dan membuka pintu, sama terkejutnya di dalam tidak ada apapun selain kasur dan meja rias yang sangat kecil.


Akhirnya anak Bu Aki datang sambil membawakan beberapa baju anak usia Eria. Eria sempat menolak tapi bau badan dan bau bajunya membuat dia akhirnya mau.


Aiolos agak sedikit menangis, Nyx menepuknya dengan lembut dan mengangkat beberapa perlengkapan kamar Eria. Mereka semua menata dengan rapih. Eria terduduk memperhatikan semua orang.


Aura biru cerah terlihat pada Eria, tanpa sepengetahuan mereka berdua dan orang-orang kedua mata Eria berubah warna. Raven muncul ber tengger di jendela lorong, Eria menghampirinya.


Raven siap-siap terbang bila diusir namun...


Eria membelainya membuat Raven terkejut. "Raven," ucapnya dengan pelan.


Raven mengangguk lalu terbang pergi, kini dia tahu memang Eria adalah Eris!


"Eria, ayo makan dulu," ajak Nyx menghampiri.


Bu Aki serta para penggemar dari SD dan kuliah memberikan hasil buatan mereka. Eria terkejut dia sama sekali tidak tahu bahwa dirinya memiliki banyak penggemar.


Rumah diisi dengan tawa dan candaan, Eria juga makan dengan lahap masakan Bu Ami sangat lezat! Apalagi schotel kejunya. Nyx dan Aiolos banyak dipuja remaja perempuan, dan Eria diam-diam menuju teras rumah.


Eria memandangi langit malam yang cerah. Aiolos tertawa lalu membantu membereskan piring kotor. Dan melihat Eria lalu tersenyum.


"Ingat ibu?" Tanya Aiolos.

__ADS_1


Eria memandang ke belakang dan senyum. "Iya, aku tidak bermaksud menjebaknya saat di studio," kata Eria menunduk merasa bersalah.


Aiolos memeluk Eria entah kenapa dia merasa seperti melihat Eris. "Tidak apa-apa. Selanjutnya akan bagaimana? Ibumu kan tengah dirawat," kata Aiolos cemas.


Eria tentu memikirkan itu dia memandangi rerumputan yang bergoyang tertiup angin.


"Kalau kamu tidak keberatan, bisa tinggal denganku," kata Aiolos senyum.


Wajah Eria memerah tapi dia menggelengkan kepala. "Tidak usah. Anu, Kak..." katanya.


"Kenapa?" Tanya Aiolos.


"Aku ingin menjadi gadis biasa," kata Eria menatapnya.


"Eh?" Tanya Aiolos agak kurang dengar.


"Aku ingin kekuatan yang kumiliki ini tidak ada lagi. Kakak tahu tidak caranya?" Tanya Eria.


Aiolos tidak salah mendengar, tapi caranya tentu saja... "Ah, itu..." tentu dia yakin Eris bisa mengabulkan keinginannya. Tapi...


Eria lalu merogoh ke dalam saku celananya dan memperlihatkan kartu yang bergambar dimensi. Aiolos kaget melihatnya.


"Tadi siang di stasiun TV ada gagak yang membawa kartu nama. Disana aku membacanya bahwa segala permasalahan akan bisa diatasi," kata Eria memandangi Aiolos.


"Ya, karena aku merasa kekuatan ini sebenarnya bukanlah milikku," jawab Eria angin menebas rambutnya dengan lembut.


Aiolos memandangi ke arah taman yang indah, tidak ada lagi sampah berserakan. Mereka berdua terdiam. Toko Eris adalah toko yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang memiliki keinginan tertentu.


"Mau kami antar?" Tanya Nyx yang sudah mendengar semuanya.


Aiolos diam, dia hanya ingat apa yang dikatakan oleh Nyx kepadanya yang menawarkan dirinya untuk konsultasi ke toko itu. Tapi Aiolos merasa belum saatnya.


"Kalau nanti kekuatanku hilang apa kalian tetap mau menjadi temanku?" Tanya Eria agak tertunduk.


"Tentu saja!" Kata mereka berdua memeluk Eria sampai Eria tertawa.


"Aku juga mau jadi temanku, datanglah ke cafe saat kamu butuh sarapan. Harga spesial untuk gadis manis sepertimu," kata Nyx mengedipkan kedua matanya.


Keesokan harinya, mereka mendapatkan kabar bahwa Bu Aki akan menjadi walinya untuk sementara waktu. Sampai ibunya dipastikan pulih agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.


Tentu Eria disambut hangat oleh keluarga Bu Aki dengan tulus. Eria sering tertawa dan sangat ceria, rambutnya sering dijadikan model oleh anak-anaknya.

__ADS_1


Eria lalu berjalan ke tengah kota, tentu dia dapat melihat portal berwarna di depannya. Orang yang melewatinya seakan tidak melihatnya dan dia melangkah masuk sambil memejamkan matanya.


"Selamat datang," sambut Ella menunduk.


Yuri tentu dengan posisinya dalam cafe bersama Raven. Arae berada di kasir dan...


"Selamat datang Eria," kata Eris dengan senyum dingin menyambut kedatangannya.


Sebuah bola energi berwarna kekuningan keluar dari tubuh Eria. Yuri melihat dengan jelas cahaya kuning dan putih berpendar dan memasuki tubuh Eris.


Secara dahsyat mengubah tubuh Eris menjadi usia 20 tahun. Sedangkan tubuh Eria sendiri menyusut kembali ke seorang gadis yang biasa. Rambut bergelombang dengan panjang dan bermata kecoklatan.


"Aku..." katanya melihat keadaan badannya.


"Kekuatanmu sudah aku ambil, itu kan keinginanmu?" Tanya Eris.


"Be-benarkah? Jadi aku..." kata Eria tidak percaya, dia menangis terharu.


"Kamu adalah gadis normal pada umumnya tapi aku melihat sebagian memang ada kemampuanmu yang dapat melihat apa yang akan terjadi," kata Eris.


"Apakah kemampuan itu bisa tidak aku kembangkan?" Tanya Eria.


"Kamu kamu memang tidak ingin, kemampuanmu akan tertidur," kata Eris.


Mereka berdua berdiri saling berhadapan. Awal Eria memang mirip Eris tapi sekarang, tampak sangat berbeda ternyata kekuatannya bergerak sendiri.


"Syukurlah! Terima kasih banyak dan... bayarannya bagaimana?" Tanya Eria kebingungan.


"Bayarannya sudah ku terima tidak perlu cemas," jawab Eris dengan cepat.


"Apa ibuku bisa kembali seperti dulu? Meskipun kekuatanku sudah berkurang," kata Eria.


Eris senyum kali ini wajahnya sangat terlihat lebih cantik. "Tentu saja. Teruslah berdoa dan berharap. Perlahan katakan apa impianmu pada ibu," katanya.


"Terima kasih, Kak!" Kata Eria keluar toko dengan ceria.


Yuri langsung menghampiri Eris begitu juga Arae dan Raven. Mereka memeluknya sambil menangis. "Eris! Selamat datang," kata mereka.


"Kalian," kata Eris tersenyum dan menepuk mereka. "Aku kehabisan kekuatan saja sudah begini, bagaimana kalau benar-benar menghilang?" Pikirnya.


Sore harinya Eria mendatangi cafe dimana Aiolos dan Nyx bekerja. "Kak Aiolos, Kak Nyx selamat siang," kata Eria.

__ADS_1


"Eria!!" Sambut mereka berdua juga para penggemar. Eria yang murung kini sangat ceria.


__ADS_2