
Akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba!! Semua pemeran utama mendatangi tempat dimana Hyaku akan dilaksanakan. Sang penentu tempat Teran dan pembuat kegiatan, Ares dan Poseidon sudah berada di kuil.
Eris dan Arae datang dengan menggunakan portal tentunya yang mereka letakkan agak menjauh dari kuil. Mereka berdua berjalan pada tangga dan memasuki kuil besar tersebut.
Teran menatap Eris dengan agak terkejut. Eris memakai baju gothic yang sangat manis. Arae juga memakai baju yang tertutup tidak seperti biasanya. Dengan baju berwarna merah marun.
"Kalian datang juga," kata Ares menyambut.
"Oooh jadi yang kamu maksud bisa diatur itu, mereka," kata Poi melirik Ares yang tertawa sambil memegang kepalanya.
"Hanya kita saja? Aku kira ada banyak orang," kata Arae mencari-cari," katanya melihat Teran dengan aneh.
"Masih ada kok yang lainnya kita sedang menunggu mereka. Ah, itu dia!" Kata Ares dengan antusias menatap gerbang kuil.
Otomatis Eris dan Arae berbalik dan betapa terkejutnya mereka saat melihat yang pertama datang.
Ares tersenyum penuh makna pada 5 orang yang akhirnya datang secara bersamaan.
Siap-siap Efek Visual dari 7 pemuda reinkarnasi Ksatria dimensi Lain ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤..
Apollo "Min Yoongi" sebagai Dewa Musik, memakai celana jeans berwarna hitam dan kemeja abu-abu. Dengan rambutnya yang agak berantakan karena berlari dengan cepat takut terlambat ke kuil.
Dia mengobrol sedikit dengan yang lainnya. Lalu Aiolos "Park Jimin" sebagai Dewa Raja Angin. Kedatangannya sudah tentu disambut hembusan angin malam yang datang merendah ke arahnya. Dia kemudian dengan kesal harus merapihkan tatanan rambutnya yang kini berantakan. 😅
Nyx "Jeon Jungkook" sebagai Dewa Malam. Sebenarnya kalau di dunia Eris, Aiolos dan Nyx seperti anak kembar karena saling terhubung dengan status dewanya.
Dia agak menertawakan Aiolos yang kesal rambutnya tidak bisa rapih lagi. Dalam dunia ini mereka berteman dengan sangat dekat.Dan keduanya sangat dewasa berbanding terbalik dengan yang Eris dan Arae ken di dunia para dewa.
Anemoi "Kim Taehyung" sebagai Dewa Angin. Anemoi, Nyx dan Aiolos dalam dunia Eris mereka bertiga adalah rekan yang paling sempurna. Perang macam apapun selalu bisa mereka atasi bersama.
Dalam dunia ini, sayangnya Anemoi tidak mengenali Aiolos dan Nyx dan mereka memiliki takdir yang berbeda. Sesuai dengan nama dewanya, dia pun terhubung dengan mereka berdua.
Angin malam pun menyambut kehadirannya dengan hangat, wajahnya yang kalem dan ceria membuat malam itu menjadi seperti siang.
Terakhir Artemis "Jung Ho Seok" sebagai Dewa Perburuan. Dalam dimensi Eris, Artemis adalah musuh baginya yang berusaha membunuhnya namun berbalik arah menjadi sekutu saat tahu, bahwa dirinya dimanfaatkan oleh Zeus untuk memusnahkan Eris dan kerajaannya.
Artemis datang dengan setelan kaos hitam dan celana berwarna biru azure dengan santai. Kesannya ramah tidak seperti sewaktu di Cafe yang sangat misterius.
Mereka semua datang dan memasuki kuil secara bersamaan, mereka juga saling berkenalan satu sama lainnya.
"Terima kasih Kak sudah mau datang menjadi peserta tugas kami," kata Ares dengan sopan.
"Hahaha jangan panggil Kakak, aku merasa kita seusia sedikit ya," kata Aiolos menepuk Ares yang badannya lebih tinggi darinya.
"Tetap saja usia kakak pasti yang lebih tua," kara Ares menepuk pelan kembali.
"Aneh sekali ya kita semua bisa bertemu lagi sejak kejadian di Cafe lalu," kata Artemis merapihkan rambutnya.
"Iya benar," ucap yang lainnya.
Eris enggan menatap Aiolos terlalu lama, itu akan membangkitkan ingatan menyakitkannya sewaktu perang dulu.
"Karena takdir akan terus mempertemukan aku dengan kalian," gumam Eris memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Mereka sangat berbeda di Bumi," bisik Arae mengagumi penampilan mereka.
Eris terdiam. Ya, dia baru sadar tidak mungkin ketujuh orang ini sama dengan yang ada di dunianya. Eris lega sekali dan menatap ke arah mereka semua.
"Belum dimulai kan?" Tanya Aiolos agak takut.
"Belum, kita lagi menunggu kalian semua datang. Oh ya peserta lainnya adalah mereka Eris dan Arae," kata Ares.
"Halo," ucap mereka semua tersenyum pada Eris dan Arae.
Mereka berdua hanya melambaikan tangan, lalu kesempatan Arae memberikan selembaran brosur pada mereka semua.
Dahi Aiolos terasa panas saat memandangi Eris. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"Aiolos menghampiri Eris.
"Belum," jawab Eris dengan dingin.
"Benar juga. Kenapa dahi ku terasa panas ya?" Tanya Aiolos.
"Mungkin kamu demam?" Tanya Nyx menghampirinya.
"Sini," kata Arae lalu menyentuh dahinya sebentar. "Bagaimana?" Tanya Arae.
"Nahhh sudah tidak panas lagi. Apa aku memang demam ya? Aku baik-baik saja kok di Cafe," kata Aiolos kebingungan.
"Aku berhasil menarik sedikit ingatannya,* lapor Arae lalu membakarnya.
"Bagus," jawab Eris.
Eris lalu terganggu dengan kehadiran seorang gadis yang sedang memeriksa kamera. Dirinya kini dihampiri Apollo dan mereka berbincang.
"Benarkah?" Tanya Arae memperhatikan juga. Kedua matanya berubah warna dan terkejut.
"Sepertinya ada yang ingin bergabung dengan kegiatan kisah seram," kata Eris.
"Teran ya," kata Poi tiba-tiba.
"Teman sekelas mu?" Tanya Eris.
"Ragu-ragu juga karena teman perempuan yang satu kelompok dengan kami lebih memilih kelompok lain, dengan judul yang normal. Aku merasa tidak ingat ada siswi bernama Teran," kata Poi.
"Hmmmm. Tidak kamu tanyakan?" Tanya Eris.
"Tadinya tapi setelah aku lihat foto dia di ponsel salah satu mereka, ternyata memang ada. Mungkin karena aku terlalu memikirkan sekolah jadi tidak kenal siswi yang lainnya," kata Poi tertawa.
"Kalian kenal dimana?" Tanya Arae.
"Tentu saja di sekolah masa klub?" Tanya Poi.
"Sudah kamu cari nama dia disana?" Tanya Arae penasaran.
"Tentu saja!" Kata Poi yang aneh. Mereka berdua menatapnya dengan curiga juga.
"Awal kamu bilang ragu kenal dia sekarang," kata Arae meminta penjelasan.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu dan Ares berhati-hati dia memiliki sesuatu yang rumit. Entah apa tujuannya mendatangi kalian," kata Eris memalingkan kembali wajahnya.
"Eh? Dia memang ada kan? Manusia kan?" Tanya Poi.
"Mungkin saja perasaanmu mengenai keraguan keberadaannya itu tidak salah," kata Arae membuat Poi lebih bingung.
Eris memandangi kuil tersebut dengan tajam.
"Selamat datang," kata biksu yang bertubuh langsing dan kecil menyapa mereka semua sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Selamat malam," jawab Ares.
"Ada keperluan apa kalian semua datang ke kuil kami?" Tanya Biksu tersebut.
"Lho?" Tanya mereka berdua kebingungan, menatap Teran.
"Aku sudah kok bilang pada biksunya," kata Teran.
"Ya ampun! Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Poi kesal mana semuanya sudah berkumpul juga.
Perjalanan dari setiap rumah sangat jauh menuju kuil ini.
"Anda membutuhkan bantuan bukan," kata Eris mengunakan kode.
Biksu itu lalu tersadar dan sangat gembira. "Ahhh yang itu. Maaf saya lupa, mari silakan ikuti saya. Yang menyambut tadi siang bukan saya tapi pegawai lain," kata biksu itu mengantarkan mereka.
Ares dan Poi bernafas lega hampir saja mereka berdua memarahi Teran.
"Syukurlah," kata Teran yang juga ikut lega. Eris memperhatikan Teran dimana semua orang tidak ada yang menyapanya lalu apakah Apollo bisa melihat kehadirannya?
"Untuk saat ini hanya ruangan satu ini yang tidak terpakai mohon tidak terlalu berisik juga," kata biksu itu kemudian pergi tanpa melirik Teran.
"Wah, luas sekali," kata Nyx memandangi isi ruangan kuil itu.
"Kamu bawa kan yang aku minta?" Tanya Poi pada Teran.
"Ini," kata Teran mengeluarkan 10 lilin berwarna putih. Lalu tidak lupa dia mengeluarkan se pak garam yang di halangi oleh Eris saat hendak di taburkan.
"Gunakan ini," kata Eris memberikan garam racikannya.
"Apa ada bedanya?" Tanya Teran keheranan.
"Tentu," kata Eris lalu pergi menjauh sambil tersenyum aneh.
"Lalu bagaimana?" Tanya Artemis bingung.
"Buat lingkaran," kata Eris.
Mereka semua lalu duduk membentuk lingkaran dengan memegang lilin masing-masing. Eris memperhatikan garam, saat menyentuh lantai berubah warna menjadi hijau kemudian putih.
"Wah, indahnya," kata Teran kaget.
Selesainya, Teran menatap 4 baskom besi yang sudah tersusun rapi. "Aku menemukan baskom untuk apa?" Tanyanya heran.
__ADS_1
"Aku yang meminta untuk keperluan bercerita 10 kisah seram. Isikan dengan air hanya setengah lalu taruh di setiap pojok ruangan ini," kata Eris.
Bersambung ...