
Siang hari Yuri mulai mencari tahu mengenai keberadaan Eria sang Exorcist. Dia bertanya kuga kepada teman di kampusnya, dan akhirnya berhasil mendapatkan alamat Rumah. Temannya menyarankan untuk membuka Page Fans Eria dan mencoba bertanya di sana.
Yuri sudah menggenggam jalan keluar sedangkan berpindah ke Cafe dimana Nyx dan Aiolos bekerja. Pegawai dan pekerja lainnya berdatangan di pukul 9 pagi, bersamaan dengan beberapa pengunjung.
"Hei, apa kalian menonton tayangan malam?" Tanya A dengan seragam sekolahnya kepada beberapa temannya.
Dua temannya ikut duduk dan menaruh tas lalu meminta menu untuk sarapan.
"Anak yang bisa melihat hantu itu kan," jawab B sambil menggosokkan kedua tangannya.
"Iya itu," jawab A membuka tas dan merapihkan rambutnya.
Aiolos tentu saja mendengar pembicaraan mereka dan perlahan menghentikan pekerjaannya. Bos memandanginya dan Aiolos mulai bekerja lagi.
"Memangnya kenapa?" Tanya C memperhatikan temannya itu.
"Kemarin malam dalam tayangan selanjutnya, anak itu diundang ke sebuah rumah kosong tentu ada Medium lainnya. Lalu dia ditanya soal keberadaan makhluk lain," kata A dengan antusias.
"Lalu?" Tanya mereka berdua. Aiolos juga sedikit menguping dengan membuat lama pekerjaannya selesai.
"Mereka semua pergi memasuki rumah itu sudah 5 tahun tidak ditempati. Dan gosipnya banyak terjadi penampakan," jelas A.
"Jadi Eria diajak kesana untuk melihat roh?" Tanya B agak takut.
"Apa para medium lain melihatnya juga?" Tanya C penasaran.
A mengangguk, lalu kedua temannya menatap A dengan aneh.
"Lalu apanya yang aneh?" Tanya C.
"Ada yang terjadi? Ayo dong beritahu jangan setengah-setengah," kata B sebal.
Aiolos tentu merasa aneh mereka bertiga tidak heboh karena terlambat masuk sekolah, tampaknya memang sengaja tidak masuk.
"Lalu MC acara itu bertanya roh yang ada disana seperti apa auranya pada semua medium termasuk Eria. Tentu mereka menjawab tapi setelahnya memang ada yang aneh," kata A melipat kedua tangannya.
Nyx datang dengan membawa peralatan makan dan juga minuman hangat. Dia membacakan pesanan ketiganya lalu masuk ke arah dapur.
"Ohhh benar juga bagian itu ya. Aku juga bertanya-tanya kenapa berbeda kan jawabannya?" Tanya B.
"Nah! Itu. Kami tidak nonton ya C? Itu kan acara yang kamu sukai," kata A.
"Pacarku menelepon sih jadi aku sama sekali melewati episode malam kemarin," jawab C.
Aiolos lalu berjalan menuju meja waitres dan menanyakan hal itu pada Nyx. "Kamu tidak nonton acara itu?"
Nyx menggelengkan kepala. "Setelah malam itu aku langsung tidur jadi yang menonton hanya emak dan adikku," katanya.
Aiolos lalu menuju depan lagi. "Maaf, apa kalian menyaksikan acara itu sampai selesai?" Tanyanya.
Ketiga murid itu berseru histeris saat melihat penampilan Aiolos yang membuat mereka luluh. Aiolos menyisir rambutnya yang pirang kebelakang, mereka semakin histeris.
Nyx datang dan menghentikan kebiasaannya. "Bisa kalian ceritakan lagi? Kami berdua tidak sempat menonton sampai habis," katanya menatap Aiolos dengan datar.
"Hehehe," kata Aiolos.
__ADS_1
"Tentuuuuu," jawab ketiganya dengan lambang Love di mata mereka.
Pandangan ketiganya kembali serius. "Semua medium menjawab dengan jawaban yang sama tapi hanya Eria yang berbeda," kata A.
"Iya Kak, yang lain menjawab ada 2 roh dengan status samar, mungkin maksudnya seperti acara televisi yang buram. Sedangkan Eria menjawab ada 3," kata B bergantian.
"Oh. Benarkah? Menurut kalian Eria berbohong?" Tanya Nyx.
Mereka bertiga saling berpandangan.
"Ada teman kami yang juga bisa melihat hantu apa yang dilihat Eria, memang sesuai kenyataan tapi kan... orang awam seperti kita tidak akan bisa percaya begitu saja," kata C memberitahu.
"Benar juga sih. Lalu ada kelanjutannya?" Tanya Aiolos.
"Tentu. Para medium akhirnya mencibir Eria karena dinilai terlalu banyak berbohong. Kasihan sekali sih," kata A.
"Mendengar hal itu bagaimana reaksi Eria?" Tanya Nyx.
"Yah, seperti biasanya dia hanya diam dan terus mengatakan memang ada 3 saat akhirnya MC jenuh, dia bertanya satu lagi ada dimana," kata B.
"MC dan para kru langsung menghentikan acara episode malam itu secara mendadak," kata A.
"Kenapa?" Tanya Aiolos agak cemas.
"Eria berkata, 'Roh ketiga ada tepat berdiri di depan MC.' Merinding sekali aku dan keluarga yang menontonnya. Lalu ya selesai secara mendadak," jelas A.
Mereka bertiga masih membicarakan hal itu, dan kalau memang benar apakah MC itu akan kena kutukan? Aiolos dan Nyx hanya diam membayangkan hal itu.
"MC nya pasti langsung sakit walaupun dia tidak mempercayai apa kata Eria," kata Nyx.
"Makanya harus hati-hati dalam berkata," kata C membuat mereka berdua menganggukkan kepala.
"Aku akan mencoba menghubunginya setelah kerja selesai," kata Aiolos yang mendapatkan penglihatan buruk keadaan rumah Eria.
Mereka bekerja dengan perasaan bimbang karena setiap pengunjung yang datang pasti membicarakan soal acara Eria. Ada yang mengejeknya, mencemooh, tapi ada juga yang salut dengan kesabaran Eria.
Saat istirahat, Nyx menemani Aiolos yang tengah menelepon rumah Eria.
"Halo," terdengar suara Eria yang pelan.
"Eria! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aiolos.
"........"
"Eria? Kamu masih di sana?" Tanya Aiolos dengan cemas. Nyx menghampirinya dan ikut mendengar.
"Kakak pasti mendengar soal acara kemarin malam kan. Aku tidak apa-apa, sungguh," jawab Eria dengan suara datar namun juga sedih.
"Katakan sejujurnya, apa kamu benar-benar tidak apa-apa? Kakak dengar apa yang terjadi," kata Aiolos.
"Ceritakan saja apa yang terjadi setelah kamu mengatakan bahwa ada hantu di depan MC," kata Nyx.
Eria terkejut, dia mengingat hal itu. Meskipun para medium mengatakan pada MC kalau pernyataannya bohong, namun MC melihat arah mata Eria yang sama sekali tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
MC melemparkan micnya dan berlari menjauh dari tempat itu, alhasil para kru mematikan kamera dan menghentikan segalanya. Para medium memarahinya karena telah menakut-nakuti banyak orang.
__ADS_1
Eria tidak menjawab karena memang benar ada hantu. Dan kini hantu itu melambaikan tangan pada Eria saat dia melantunkan doa pengusiran.
"Media massa mengatai ku dengan sangat kejam, mereka menuliskan banyak hal-hal yang ada di luar batas aku. Kami di teror dari surat kaleng, kado berisi kepala burung dan bangkai. Ada juga yang sampai melemparkan bom molotov ke dalam rumah," kata Eria lalu teleponnya diputus.
Ibunya dengan wajah stres, mencabut kabel telepon dan membantingnya. "KAMU MENELEPON SIAPA?! APA MEREKA MEMAKSAMU MEMBERITAHUKAN YANG SEBENARNYA? KATAKAN!!!" Teriak sang Ibu menggenggam kedua bahu Eria.
Eria hanya bisa mengeluarkan air mata, saat ibunya menampar dan membanting Eria ke lantai lalu berlari menuju kamarnya. Di dalam kamar ibunya berteriak histeris menyalahkan Eria yang selalu berkata berlawanan.
Eria berusaha berdiri dengan keadaan kakinya yang pincang serta luka memar yang ada di wajah cantiknya. Dia menangis sambil mengambil tisu mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
"Bu," lirihnya menatap ibunya yang sudah berdandan rapi.
"Aku harus menyelesaikan semua masalah yang kamu buat. Paham? Kamu! Jangan berani keluar dari rumah. MENGERTI!?" Tanya ibunya menarik kerah baju Eria dan menghempaskan nya lagi lalu pergi.
Eria hanya terdiam menundukkan kepalanya, ada perasaan menyayat hatinya saat itu. Dia menangis menahan perihnya luka, Eris berada disana dia tidak mampu berbuat apa-apa.
Sorenya di Cafe, Aiolos dan Nyx meminta ijin pulang lebih cepat. Aiolos sudah menyediakan tempat bekal yang cukup besar serta kue.
"Kamu mau ke rumahnya?" Tanya Nyx.
Aiolos mengangguk sambil menyeka air mata yang tumpah, masih teringat jelas bagaimana Eria bercerita.
"Aku juga ikut," kata Nyx memperlihatkan makanan yang dia buat.
Di tempat yang berbeda, Yuri juga mendapatkan kabar mengerikan seputar Eria. Banyak dari mereka yang mencaci maki perilaku Eria yang seenaknya menjawab.
"Yuri, kamu percaya sama omongan anak itu? Menurut aku sih, dia hanya mengejar popularitas saja tapi kemampuan bisa melihat semacam sixth sense, tidak ada," kata Sina sambil tertawa.
"Kalau kamu ada di posisi dia bagaimana? Kamu hanya punya kecantikan wajah tapi isi hanya cangkang kosong. Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Yuri lalu pergi membuat Sina terdiam.
Yuri yakin bukan seperti itu kejadiannya, dia harus mencoba untuk menemuinya dan meyakinkan sesuatu. Dia akan mencoba datang.
Nyx beruntung membawa sepeda motornya jadi Aiolos duduk di belakang sambil mencari alamat Eria.
"Jauh juga ya," kata Nyx mengikuti arahan.
Aiolos mencari-cari dan menemukan nama alamat yang sama. "Nyx, sepertinya di sekitar sini," kata Aiolos.
Nyx menghentikan motor dan berjalan pelan-pelan. Sambil mencari, dua orang mahasiswa berjalan ke arah mereka.
"Kamu sudah baca kabar hari ini? Pertunjukkan soal paranormal itu," kata A berambut pendek.
"Ahah! Aku suka acaranya jaman sekarang sedang panas-panasnya membuat program yang isinya bohong ya. Yang aku tidak sukai adalah anak kecil yang mengaku bisa lihat hantu. Siapa namanya?" Tanya B berambut panjang.
"Anak kecil? OH! Yang itu! Tunggu, siapa ya namanya? Padahal aku selalu menonton tayangan itu karena seru," kata A tertawa.
Aiolos mendengar begitu juga dengan Nyx. Nama Eria ternyata lebih banyak dilupakan orang.
"Tenanglah, bro," kata Nyx dari balik helmnya.
"Dia sama sekali tidak bisa melihat hantu lho selama perselisihannya dengan medium lain, selalu memberikan pernyataan yang asal-asaln," kata B.
"Eria! Yah, nama anak itu Eria. Anaknya mungil dan cantik ya tapi mengherankan kenapa dia sampai berbohong segala? Apa benar dia lakukan itu hanya untuk bisa menjadi terkenal?" Tanya A.
Bersambung ...
__ADS_1