Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
HYAKUMONOGATARI KAIDANKAI


__ADS_3

Ins. BTS - Ddaeng Orchestral cover feat Clara Melody


...This is my darkness...


...Nothing anyone says can console me ......


...Despair & Hope ......


...Light & Dark ......


...Happy & Sad ......


...Hard & Easy ......


...Kind & Evil ......


...Fall & Rise ......


...Near & Far ......


...Group & Individual ......


...***The best way to remove your lies is to make them come true...


...~ Suzaku Kururugi*** ~...



Setelah mengalami kejadian kemarin, Eris tampak mengurung dirinya lagi, berpikir anak setan itu memang ingin menjadi manusia. Apakah itu mungkin melanggar kodratnya sendiri?


Yuri masuk untuk bekerja dan Arae seperti biasa menyebarkan brosur kemana-mana lalu kembali lagi.


"Ada apa dengan Eris? Seharian ini dia berada di kamarnya lagi," kata Yuri sambil menggosok meja mengobrol dengan Raven.


Raven yang sibuk mengelap gelas tinggi berhenti menatap Yuri. "Nona mungkin banyak pikiran," katanya.


"Kamu tahu sesuatu ya?" Tanya Yuri.


Raven teringat saat malam hari kemarin itu terbang merendah dan merasakan hawa menakutkan dari satu tempat. Ternyata Eris tengah membakar sebuah rumah yang merupakan penjagalan anak-anak.


"Ya tapi kamu tidak perlu tahu, Yuri," kata Raven melanjutkan kerjanya lagi.


Yuri yang mendengarnya agak sebal karena bagaimanapun dia karyawan dan berhak tahu juga, tapi dia pikir mungkin Eris mendapatkan pekerjaan berat.


Bahkan semenjak Yuri bekerja dalam tokonya, dia jarang melihat Eris menarik bola kehidupan manusia juga.


Lalu pintu toko terbuka, sosok tegap dengan seragam SMU datang, satu tangannya dia masukkan ke dalam saku dan tangan satunya lagi merapihkan baju dengan senyuman lebar.


Pemuda itu memandangi Yuri dan Raven bersamaan.


"Selamat datang," kata Ella menundukkan kepala. Pemuda itu tersenyum dan menundukkan kepalanya sedikit.


"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Yuri menyambutnya. Sesaat dia sangat terpana melihat siapa yang datang.


Raven melirik Yuri dan menyenggolnya. "Kerja. Bukannya menggoda," bisik Raven lalu tersenyum.


Yuri menepuk wajahnya dan tersenyum meskipun wajahnya memerah menatap pemuda tampan tersebut.


"Apa Eris ada?" Tanya pemuda itu dengan suara yang sangaaat ramah.

__ADS_1


"Oh, Eris. Dia..." jawab Yuri mau menjelaskan.


Seketika Eris keluar bersamaan pemuda itu bertanya keberadaannya dan berjalan menuju meja toko. "Ares," katanya.


"Hai," kata Ares melambaikan tangannya.


Yuri lalu menggeser badannya pada Raven dan berbisik. "Hei hei Raven siapa pemuda ini? Kenapa sepertinya kenal dengan Eris,"


"Hmmm tampaknya begitu ya. Sudahlah ayo jangan mengganggu mereka," kata Raven mengajak Yuri fokus pada pekerjaannya.


Ares dengan senyumannya yang menawan mampu membuat Yuri meleleh, Raven menyikutnya.


"Kim Namjoon," kata Yuri meleyot. Raven menepuk keningnya.


"Saya bukan dia," kata Ares senyum kembali. Dia sudah terbiasa orang salah menyebutnya dengan anggota Korea itu.


Yuri salah tingkah mendengarnya dan tersadar sudah membuatnya tidak enak. "Ah yaa agak mirip. Disini juga ada Cafe kalau mau pesan, ini menu toko kami," kata Yuri memberikan menu padanya.


"Terima kasih," kara Ares mengambilnya.


"Silakan," kata Eris mempersilahkan dirinya untuk duduk di aula tengah.


Yuri penasaran apa yang mereka bicarakan tapi tentu saja tidak bisa lebih mendekat. Bisa-bisa Eris mengirimnya keluar toko.


Seperti biasa Eris menuangkan secangkir teh hangat dan yang disukai semua pelanggannya dengan berbagai macam rasa. Teh yang dituangkan memang berasal dari air di negerinya.


Saat gelas tersebut diterima klien, akan berubah menjadi teh yang paling mereka sukai atau inginkan. Lalu membawakan kue lapis yang sangat enak.


"Baru pertama kalinya aku memasuki toko ini rasanya seperti di dunia lain. Ah, aku tidak akan lama karena dalam perjalanan pulang sekolah," kata Ares menerima secangkir teh dan dalamnya berubah menjadi teh yang sangat dia sukai.


"Ada keperluan apa? Orang yang bisa memasuki toko aku yang memiliki keperluan atau keinginan," jelas Eris.


mengundangmu untuk mengikuti permainan Hyakumonogatari Kaidankai ( Kumpulan 100 kisah supernatural ) yang akan kami lakukan di sebuah kuil," kata Ares membuka tasnya dan memberikan selembaran kertas kepadanya.


Yuri berkesempatan melihatnya meski sudah dilarang Raven. Dan ikut membaca juga.


"Pemanggilan arwah," kata Eris menatap.


"Wah, kelihatannya seru! Eris, ijinkan aku ikut juga ya," katanya memohon.


Eris menutup surat itu. "Ada resikonya," menatap Ares.


Ares senyum. "Tentu ada, makanya aku ajak kamu. Bagaimana?" Tanyanya lalu mengunyah lapis legit.


"Yuri, kamu tidak aku ijinkan ikut," kata Eris tanpa menatapnya.


"Tapi kenapa? Ini kan hanya memanggil seperti halnya Jailangkung saja kan. Mungkin," kata Yuri menatap selembaran itu.


"Ini urusan Nona kalau kamu ikut, urusannya pasti akan jadi berantakan. Kamu terlalu mengganggu setiap urusan Nona," kata Raven yang muncul di belakang Eris.


"Apa!? Aku kan..." kata Yuri keberatan.


Eris agak terganggu dengan mereka berdua tapi masih bisa bersabar. "Yuri, kamu jaga toko. Aku dan Arae akan datang. Pukul?" Tanya Eris dengan serius.


"10 malam," jawab Ares lalu berdiri dan memasukkan kedua tangannya. "Lain kali aku akan memesan makanan di sini," katanya membuka pintu toko dan pulang.


"Yahhhh," kata Yuri melihat sang RM pergi begitu saja.


Raven mengerti dengan ikutnya Yuri ada kemungkinan Eris tidak akan bisa mendapatkan bola kehidupan dari manusia.

__ADS_1


Arae datang tepat waktu saat Ares keluar dari portal dan Arae memasuki portal yang berbeda. "Ada apa nih?" Tanyanya.


"Kita dapat undangan," kata Eris menerbangkan surat itu kepada Arae.


"Ares? Jadi dia benar-benar bereinkarnasi?" Tanya Arae kaget.


"Ingatan Ares kita memasuki raga yang sama tapi takdir dan ingatan yang berbeda," kata Eris membereskan gelas dan kue.


"Ohhh aku mengerti. Baiklah, kita akan lihat perbedaannya," kata Arae menjilat kertas itu dengan lidah iblis nya.


Beberapa jam sebelum Area datang ke dalam toko Eris, saat itu dalam kelasnya ditugaskan kepada para siswa, untuk membuat suatu laporan yang menarik.


Ares dan Poseidon memutuskan untuk mengambil tema Hyakumonogatari Kaidankai yang berarti kumpulan seratus kisah supernatural. Beberapa teman lainnya setuju karena belum ada yang sampai selesai memainkan permainan itu.


"Hei, kalian yakin mau mencobanya?" Tanya teman sekelompok mereka.


"Tentu saja. Kamu takut?" Tanya Ares.


"Enak saja! Ayo!" Jawab Poi merasa tertantang.


Yang lainnya agak kurang setuju setelah mencari tahu seperti apakah permainan tersebut.


"Tapi ini permainannya berbahaya kalau nanto kita selesai cerita lalu hantunya datang betulan bagaimana?" Tanya yang lain yang ikut merinding.


"Makanya kan aku tanya, kalian berani tidak? Kalau keberatan ya silakan ikut kelompok lain saja," kata Poi mempersilakan.


Akhirnya hampir semuanya memutuskan cari kelompok lain atau buat sendiri. Mereka berdua tidak masalah toh kapasitas kelompok bisa berapa orang.


Kemudian datanglah murid perempuan yang tidak biasanya, tersenyum pada mereka. "Aku ikut kelompok kalian saja," katanya lalu duduk.


Mereka berdua merasa aneh dan berpandangan. "Kamu serius?"


"Iya," jawab Teran sambil tersenyum.


"Kita kan memang kekurangan orang juga, Res," kata Poi.


"Kalau hanya bertiga tidak seru lebih baik ajak beberapa orang lagi," kata Teran.


Mereka bertiga minat ke sekelas tidak ada yang mau dan mereka juga sudah punya judul masing-masing.


"Mereka ketakutan setelah tahu permainan ini berkisah cerita seram. Padahal kan hanya cerita saja," kata Poi.


Teran tersenyum mendengarnya. "Bagaimana kalau kita secara acak meminta beberapa orang untuk bergabung melakukan Hyaku?" Tanya Teran memberikan saran.


"Orang lain maksudnya?" Tanya Ares berpikir.


"Bukankah akan semakin menarik bila kita ajak orang lain daripada teman-teman di sekolah? Kebanyakan teman kita pasti punya cerita yang hanya biasa saja. Paling seperti dengar suara aneh," kata Teran.


"Teran, apa kamu yakin mau ikut?" Tanya Ares merasa agak aneh sejak kehadirannya datang.


Teran memainkan pulpennya. "Yaaa aku tidak yakin bisa ikut juga siiiih," katanya.


"Yeeee," kata mereka berdua.


"Aduh, nanti deh aku minta saudara aku deh jadi sukarelawan menggantikan tempatku. Bagaimana?" Tanya Teran mengharap diberi keringanan.


Bersambung ...


NB : Dalam bab ini akan ada banyak sekali kisah fiksi mengenai 7 pemuda BTS. Yang bukan fans mereka dan keberatan membacanya, silakan Swipe saja ☺️ atau bisa diganti dengan nama yang kalian suka.

__ADS_1


~ Authornya fans mereka sih ~ Arigato...


__ADS_2