Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
4


__ADS_3

Mereka nampak kurang semangat karena memang penggemar Eria. Berharap Eria datang sebagai salah satu anggota kelompok yang lain.


"Oke, lalu bagaimana seharusnya kita saat di sana?" Tanya Dani sambil makan.


"Bertahan dan selamat," kata Ares membaca selembaran itu. "Sudah tentu ini bukan hanya sekedar bertahan menurutku. Ada yang mencurigakan disini. Hadiahnya pun tidak main-main seharusnya kalian curiga," kata Ares.


Dia menunjukkan kalimat lain yang bersembunyi di belakang semacam kalimat atau cap. Mereka semua membacanya, memang kata-kata itu agak sama rata dengan warna hitam.


"Bagaimana ini? Aku kira memang hanya bertahan sambil melakukan kegiatan apapun disana. Tapi kalau ada kalimat Selamat..." kata Fuji membetulkan kacamatanya.


"Hei hei, ini salah satu penarik ya supaya semuanya serba misterius. Aku akan tetap ikut lagipula..." Kata Kay menyeringai.


"Kenapa?" Tanya semua teman-temannya heran.


Kay memperlihatkan pesan yang ternyata sudah tertera nama mereka semua dalam pesan tersebut. Terlebih lagi sudah tercantum dalam formulir sebagai penantang.


"Hei, siapa yang memberitahukan nama kita? Lagipula kita belum mencapai kata mufakat, apalagi dengan mereka bertiga yang baru kita kenal," kata Sani kebingungan menatap mereka semua.


Semua bingung, ketakutan dan heran. Entah siapa yang sudah mendaftarkan mereka. Eris kemudian berjalan dan menunjuk.


"Kamu," kata Eris berdiri di depan Dani yang terkekeh-kekeh.


"Dani!" Kata Sani dan Fuji kesal.


"Habis bagaimana? Ini ada waktunya dan... aku memang sedang membutuhkan uang 10 juta itu! Aku kekurangan uang untuk pergi ke Jepang," kata Dani mengaku dengan santai.


Semuanya lemas dan menepuk dahi mereka.


"Ya ampun! Harusnya kamu ikut baca dengan teliti. Nih! Memang ada sesuatu dalam tantangan ini," kata Sani kesal.


Ahhh mana mungkin juga mereka mengundurkan diri dengan alasan dipikirkan dulu. Apalagi nama mereka sudah masuk ke dalan peserta uji nyali.


Saat mereka tengah bimbang, tiba-tiba Dani menerima telepon dari seseorang yaitu teman satu kantornya.


"Halo?" Tanya Dani.


"Dani, apa kamu serius mau ikut acara aneh itu? Batalkan saja," kata temannya tidak yakin.

__ADS_1


"Kenapa sih memangnya?" Tanya Dani yang malas.


"Perbesar volume supaya semua teman kamu ikut mendengarkan," kata temannya lagi.


Meski malas dan menurutnya terkesan lebay, Dani menurut saja dan mereka semua mendengarkan apa yang akan disampaikannya.


"Ini untuk kalian semua yang berniat mengikuti acara tersebut, aku sarankan hentikan! Ada banyak orang yang menerima kasus mengenai rumah merah itu. Kliennya sampai dirahasiakan. Dan asal kalian tahu, siapapun yang mengikuti permainan itu tidak pernah kunjung kembali," kata temannya dengan bersungguh-sungguh.


Mereka semua terdiam, sudah tentu Eria telah mengetahuinya terlebih dahulu. Rumah itu tidak lazim ditinggali oleh manusia apalagi sebagai tempat uji nyali.


"Kamu tahu dari siapa sih kabar burung ini?" Tanya Dani dengan enteng.


"Ini bukan sekedar kabar burung. Aku sempat menanyakannya kepada Eria, kalian pasti tahu kan meski anak itu sudah berhenti dari acara Exorsist. Aku sengaja mendatangi rumahnya, dan anak itu berkata bahwa rumah itu sangat terkutuk," kata temannya membuat mereka diam.


"Hei, hentikan jangan menakut-nakuti begitu. Katakan saja karena kamu tidak bisa ikut, kamu mencoba menghalangi kami kan," kata Dani tertawa.


"Tidak, aku justru bersyukur tidak kamu ajak. Rumah itu memakan siapapun yang mendekati apalagi kalian mau bertahan seminggu? Orang yang menerima kasus saja 3 hari semuanya menghilang," kata temannya lagi.


"Eria?" Tanya Aiolos.


Ares menceritakannya dan Aiolos mengerti, untunglah Eria tidak menerima undangan mereka.


"Kekuatannya memang tidak hilang karena memang sudah ada sejak lahir, sama denganmu," kata Eria.


"Lalu aku juga bisa kan dihilangkan?" Tanya Aiolos meyakinkan lagi.


"Tentu. Eria memiliki kasus yang berbeda denganmu. Tapi hanya dengan dirimu bekerja dalam toko ini, makan kekuatanmu akan sedikit demi sedikit akan lenyap," Kata Eris meyakinkan lagi.


"Syukurlah," kata Aiolos lega.


Ares untung tidak menyimak karena dia masih fokus pada selembaran itu.


"Kami tidak mungkin bisa mundur," kata Dio.


"Lho, kenapa?" Tanya temannya.


"Karena perbuatan teman kamu, nama kami semua sudah tercantum," kata Fuji dengan jutek.

__ADS_1


Tidak ada suara dari temannya.


"Halo? Halo? Kamu masih di sana?" Tanya Dani tertawa.


"Aku memang sedang tidak bercanda. Kemarin ada beberapa orang menerima tamu dari pemilik rumah ini. Tapi aku menolak kemudian sepertinya orang itu mendatangi kamu, Dani," kata temannya menebak.


"Tepat sekali," kata Dani.


"Hhhh.. aku tidak mau mengorbankan teman-teman lain untuk bertahan disana. Meski menurut Dani itu hanya gosip. Beberapa klien ada juga yang menyewa Exorsist," kata temannya lagi.


Dio dan Kay menyikut Dani.


"Temanmu pekerjaannya apa sih sampai banyak tahu beginian," kata Kay. Dio mengangguk.


"Semacam detektif," kata Dani tertawa.


"Kalau memang dia benar detektif, ini bukan sekedar tantangan biasa tapi benar kita tidak bisa mundur. Nama kita sudah ada, kemanapun kita pergi mereka akan selalu tahu bukan?" kata Kay agak merinding.


Sani lalu berdiri, "Kapan hal itu terjadi? Soal kasus orang-orang yang menghilang?"


"Sekitar... 2 tahun yang lalu," jawab temannya berpikir.


Mereka semua mengomel dan mengeluh.


"Aku kira akhir-akhir ini! Sudah deh jangan berbohong! Pokoknya kami semua akan tetap ikut!" Kata Sani sebal.


"Tapi kan tetap saja kalian harus waspada!" Kata temannya kemudian Dani mematikan ponselnya dan menggeliat sambil berdiri.


Temannya menelepon lagi dan tiba-tiba saja terjawab, mereka semua kebingungan.


"Siapa yang..." kata Fuji kebingungan.


"Baik, kalian pasti akan tetap ikut kan ada satu hal yang akan aku katakan. Dan aku harap kalian selalu lakukan karena ini apa yang dikatakan oleh Eria," kata temannya.


"Apa itu?" Tanya mereka kecuali Dani.


"Selama kalian di rumah itu jangan pernah SENDIRIAN," Telepon dimatikan dan mereka semua menjadi hening.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2