Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
5


__ADS_3

Keduanya tidak terasa sudah mencapai taman yang tadi siang dan melihat gadis yang ada di TV tadi. Dengan heboh Aiolos menepuk pundak Nyx.


"Ah, Nyx itu gadis yang aku maksud," kata Aiolos sambil menunjuk posisinya.


Nyx yang juga heboh mencari keberadaan lalu menatap kaget memang anak itu agak miri dengan Eris. Mungkin karena misteriusnya ya.


"Oh benar juga! Yang tadi kita lihat di rumahku! Jadi itu bukan siaran secara langsung ya. Benar juga auranya agak mirip dengan anak bermata dingin itu dan lagi, sedang apa dia di tengah hujan begini?" Tanya Nyx keheranan.


Aiolos lalu berlari kesana sambil berusaha membuka payung yang dia pegang. Nyx berjalan menyusul dengan tenang.


"Nak, kamu kehujanan! Kenapa tidak bawa payung?" Tanya Aiolos mengagetkan anak itu. Payung yang sudah terbuka dia berikan di atas kepala Eria.


Eria terkejut lalu menatap dengan senyuman ke arah Aiolos. "Aku yakin kakak pasti akan datang kemari lagi. Melewati taman ini," kata Eria.


Aiolos memandangi baju Eria yang benar-benar sudah kebasahan. Rambutnya yang panjang hitam sudah basah terkena siraman air hujan.


Lalu Nyx berjalan memperkenalkan diri, dia ingin sekali menatap langsung dengan Eria. "Hai, aku temannya. Namaku Nyx, senang sekali bisa bertemu dengan Eria Sang Medium," kata Nyx dengan ramah.


Eria menundukkan kepalanya pada Nyx dan tersenyum ramah. Dalam visinya dia melihat bahwa kedua pemuda tersebut adalah reinkarnasi dewa. Lalu apa yang menyebabkan mereka berada di bumi?


"Kamu ingin bertemu lagi denganku ya?" Tanya Aiolos berjongkok sambil memayungi Eria.


"Ya," jawab Eria agak malu. Nyx ber dehem ternyata anak kecil saja menyukai Aiolos.


"Wah wah selain perempuan dewasa dan remaja, bahkan anak kecil pun menyukai kamu," kata Nyx mengguyur sedikit air hujan ke wajahnya.


Eria bermuka merah dan Aiolos membalas. "Aku juga tahu kalau kakak akan datang bersama teman," katanya.


"Saat kamu berkata begitu apa kamu semacam meramalkan pertemuan kita disini?" Tanya Aiolos tersenyum.


Eria menggelengkan kepalanya, tidak bisa dibilang meramal tapi dia hanya melihat sesuatu saja. "Aku hanya berpikir, aku ingin bisa bertemu lagi saja,"


Nyx tersenyum gemas melihat wajah Eria. "Setidaknya kamu lebih imut dibandingkan satunya lagi,"


Aiolos tertawa pelan karena memang tampang Eris lebih menakutkan dibandingkan Eria. "Hmm bertemu denganku ya. Bisa saja kan aku tidak melewati taman ini. Lalu bagaimana kalau begitu?"


"Bisa jadi," kata Eria memikirkan hal itu. "Tapi kakak pasti akan tetap datang kemari. Kalau tidak perginya lalu pulangnya,"


Aiolos mengangguk. "Kenapa kamu ingin bertemu kembali denganku?" Tanya Aiolos heran.


"Kita sama," jawab Eria membuat Aiolos terkejut dengan jawabannya.

__ADS_1


"Coba gadis mata dingin itu ada disini juga ya dia pasti terkejut bahwa ada kembarannya," kata Nyx menatap Eria yang mungil.


Aiolos mengerti maksud perkataan Eria. "Jadi kamu juga bisa melihat hal-hal yang lain," kata Aiolos.


Eria menatap Aiolos dengan mata cerahnya untuk mencari tahu sesuatu. Eria memegang bahu Aiolos sesaat, memang jelas ada sosok gadis yang mirip dengannya namun samar. Sulit sekali melihatnya dengan jelas.


"Kamu lihat sesuatu?" Tanya Nyx dan Aiolos bersamaan.


Eria menggelengkan kepalanya, terasa aneh sekali ada perasaan dia takut pada sosok itu tapi juga merindukannya.


"Lalu kakak pasti sudah melihat apa yang menjadi gangguan pada pohon ini kan?" Tanya Eria menatap pohon besar yang penuh bunga tersebut.


Nyx menelan ludah saat mereka menatap pohon itu bersama-sama. "Kalian lihat apa?"


Aiolos dan Eria menatap Nyx yang agak ketakutan.


"Ada seorang wanita berpakaian panjang bahan sutra sepertinya bukan dari masa ini. Tenang saja Nyx bukan Hantu yang biasa kita lihat. Ini lebih cantik dan anggun," jelas Aiolos.


Nyx bernafas lega mendengarnya. "Coba seperti apa dirinya?" Tanya Nyx mendekati Aiolos.


"Hmmm kamu tahu tokoh Empress dalam Game China? Ya seperti itu," jawab Aiolos.



"Sebenarnya dia adalah hantu yang selalu menghuni pohon yang sudah berdiri berabad-abad lalu, tetapi pohon itu pun mencapai usia matinya. Lalu dia pindah kemari dan aku bertemu dengannya. Ada beberapa kejadian disini yang terjadi menyebabkan tempat ini selalu ramai," jelas Eria dengan suara lembutnya.


"Lalu kamu disini dan... pasti akan menjadi target dari peliputan Medium kan?" Tanya Nyx.


Eria menganggukkan kepala wajahnya tampak sedih, ada rasa bersalah karena keramaian itu sang hantu berusaha mengusir semua orang. Itulah kenapa banyak kecelakaan disini.


"Aku dengar pohon ini akan ditebang tapi banyak orang kaget karena ternyata masih hidup. Bunganya besar-besar," kata Nyx yang merapat ke Aiolos.


"Makanya tidak wajar kabarnya banyak yang kecelakaan kan," kata Aiolos.


"Itu karena hantu ini menyukai tempat tinggalnya sekarang," kata Eria.


"Apa kamu bisa berkomunikasi dengannya? Apa bahasanya akan mandarin?" Tanya Nyx penasaran.


Eria mengangguk dan kemudian mereka takjub dengan bahasa Mandarin yang dikatakan oleh Eria. Hantu itu berkomunikasi dengannya, Aiolos dengan jelas menatap perempuan cantik yang sedang sedih.


"Dia bilang kalau kehadirannya disini mengganggu, dia setuju untuk dimusnahkan. Dengan semua kecelakaan yang membuatnya tidak enak hati, dia meminta maaf. Hanya ingin tinggal di pohon ini dan melindunginya," kata Eria.

__ADS_1


"Apalagi karena hantu itu juga sebenarnya membawa kebahagiaan. Pohon ini sudah lama tidak berbunga, apa mungkin pohon ini pun memiliki keinginan sebelum benar-benar mati?" Tanya Aiolos menangkap kelopak sakura yang jatuh ke tangannya.


Eria dan Nyx menatap Aiolos yang juga bersedih. Pohon ini hidup hanya untuk beberapa hari.


"Benar sih apalagi banyak orang yang mulai mendatangi taman ini serta orang TV," kata Nyx menunjukkan reporter.


Aiolos mengajak Eria dan Nyx untuk sedikitnya menyingkir dari sana dan memandangi mereka melakukan peliputan.


"Hantu itu merasa bersalah tapi bila harus dimusnahkan pohon ini juga akan mati. Tidak ada pilihan," kata Eria menatap pohon tersebut.


"Kok bisa begitu?" Tanya Aiolos.


"Sepertinya pohon ini menyerap energi dari hantu itu," kata Nyx menyimpulkan.


Eria mengangguk. "Hantu itu membantu pohon untuk terus hidup. Kalau saja aku tidak datang kemari dan menolak tawaran mereka untuk memusnahkannya, pohon ini akan terus hidup. Apakah itu bagus, kak?" Tanyanya menatap mereka berdua.


"Tapi jelek juga kalau begitu kan. Mungkin memang itu keinginan pohon ini untuk bisa berbunga tapi selebihnya, usianya sudah terbatas kan," jelas Aiolos.


"Lalu harus bagaimana?" Tanya Nyx.


Aiolos berpikir lalu terpikirkan suatu tempat apalagi sekarang orang-orang dari TV Eria mulai muncul.


"Eria, apa kamu punya waktu? Malam ini tidak bersama ibumu?" Tanya Aiolos memandangi sekelilingnya.


"......" Eria enggan menjawabnya sudah tentu dirinya sulit meyakinkan ibunya bahwa tidak akan ada orang yang menyentuhnya.


"Kamu kan ada syuting malam ini ya," kata Nyx melihat ponselnya.


"Diundur karena ada salah satu kru yang sakit," kata Eria.


"Bukan karena hantu itu kan?" Tanya Nyx.


"Bukan. Kalau aku ada waktu memang kenapa Kak?" Tanya Eria memandangi Aiolos begitu juga Nyx.


Aku dapat ide agar hantu itu bisa pindah sementara waktu supaya tidak dimusnahkan begitu saja. Ikut ya," kata Aiolos tertawa.


Nyx berwajah datar jangan-jangan...


"Jangan-jangan kulit mayat itu? Yang benar saja dong!" Kata Nyx tidak setuju apalagi setelah kejadian aneh itu bersama yang lainnya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2