Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
HUNTER


__ADS_3

Instrumental Sia ft David Guetta - Titanium


...This is my darkness...


...Nothing anyone says can console me ......


...Despair & Hope ......


...Light & Dark ......


...Happy & Sad ......


...Hard & Easy ......


...Kind & Evil ......


...Fall & Rise ......


...Near & Far ......


...Group & Individual ......


...Learn from the mistakes of others. You can not live long enough to do all the fault itself...


...~ Martin Vanbee ~...


Baju Episode ini :



Dalam hutan yang sepi dan terdengar lolongan anjing, tetesan hujan mulai membasahi semua jalan, rumah, rerumputan dan juga hutan yang rimbun.


Malam itu terdengar langkah kaki yang tampaknya panik, suara kaki kecil berlari ke arah jalanan yang diterangi oleh lampu.


Anak kecil itu terengah-engah lalu menatap ke arah belakang, api yang berkobar besar, kecil dan banyak itu tampak mengejar anak tersebut.


Lalu secara kebetulan melintaslah mobil pick up, anak kecil yang kurus itu langsung mengejar berharap mobil itu berhenti karena mogok atau apapun.


Wajahnya tampak mengiba dan mulai menangis, kalian bisa membayangkannya seperti sosok Gollum dalam film The Lord of The Ring. Atau sosok peri kurus yang ada di film Harry Potter. Pintu belakang mobil tersebut ternyata tidak tertutup dengan baik dan dia dengan sekuat tenaga melompat dan membuka pintu lalu menutupnya.


Beberapa makhluk dan penampakkan tidak jelas berhenti, mereka mencari keberadaan anak kecil itu. Namun mereka tidak menemukan dimanapun. Api-api itu tidak dapat terlihat oleh mata manusia biasa.

__ADS_1


Anak kecil yang berada dalam mobil itu lega lalu menjentikkan sebuah bola energi, lalu melihat ke sekelilingnya. Ternyata dia masuk ke dalam sebuah tenda yang terdapat baju, makanan serta tas.


Kedua matanya berbinar tampak sangat gembira sekali. Dia mulai mencari ukuran baju laki-laki yang sesuai ukurannya, dia juga memakan makanan yang ada di sana.


Ternyata mobil itu membawa banyak peralatan untuk menampilkan sebuah iklan perkemahan. Setelah kenyang, dia memandangi keadaan tangannya yang kurus mulai berisi.


Kedua kakinya yang mirip ranting pohon mulai terisi gizi. Wajahnya senang sekali lalu memeriksa sekelilingnya lagi.


Dia menemukan tas dan memasukkan beberapa buah, kue serta minuman lalu menepuk kedua tangannya dengan gembira.


Setelah itu dia mengatupkan kedua tangannya memberikan hormat pada pemilik. "Maaf, aku mengambil banyak barang kalau sudah berhasil menjadi manusia, aku pasti kembalikan," katanya dengan suara serak.


Mobil itu lalu berhenti di sebuah kedai, supirnya turun dan memasuki kedai tersebut. Anak asing itu keluar mengendap-endap lalu menuju pintu depan.


Dia mencari nama pemilik mobil dan menemukannya kemudian pergi sambil membawa beberapa uang dari koper yang aneh.


Supir lalu keluar lagi sambil membawakan bungkusan makanan, anak asing itu sudah lenyap dan supir menyadari pintu belakang terbuka.


"Aneh tadi sudah aku tutup kok," gumamnya kembali memeriksa. Kondisi belakang sangat rapi meski terheran dia tidak merasa tidak membereskan setelah syuting tadi pagi.


Anak kecil itu kini berjalan dengan senang sambil terus memperhatikan baju yang dikenakannya. Eris kemudian muncul di depan anak tersebut, dia sangat kaget.


"Anak setan untuk apa kamu berada di dunia ini?" Tanya Eris yang mengeluarkan energi memerah untuk melenyapkannya.


"Hei, ini bukan duniamu. Kembali atau ku musnahkan," kata Eris dengan nada dingin.


"Aku ingin jadi anak manusia!" Kata anak itu menatap Eris dengan kedua bola matanya yang besar.


"Itu tidak mungkin," kata Eris menatap dingin.


"Kalau begitu mohon Dewi membantu ku. Aku tidak mau kembali ke dunia sana, mereka sangat jahat. Aku harus bekerja, aku sudah tidak tahan. Tolonglah sekali ini Dewi, lepaskan aku. Aku janji tidak akan berbuat jahat pada manusia manapun," kata anak setan itu memohon sangat.


Eris memasukkan kembali energi penghancur lalu menghilang begitu saja meninggalkan anak itu yang masih menunduk di aspal jalan.


"Aku ingatkan, dunia manusia itu lebih kejam," suara Eris bergema dalam telinga anak setan tersebut.


Kemudian muncullah sebuah mobil tua yang berisikan sepasang kakek dan nenek dan membuka pintunya.


"Nak, kamu kenapa?" Tanya nenek itu menepuk bahu anak tersebut.


Anak itu mengangkat kepalanya memejamkan matanya mengubah bola matanya yang besar menjadi kecil.

__ADS_1


"Aku hanya terjatuh," kata anak itu bernafas lega.


"Kamu sendirian? Dimana orang tuamu?" Tanya nenek itu.


"Aku kabur dari rumah karena mereka memaksaku untuk bekerja," kata anak itu.


Sang nenek mendiskusikan pada kakek lalu tak lama, mereka mengajak masuk anak setan itu ke dalam mobil.


Mereka membawa anak asing tanpa diketahui dari mana dia berasal atau bahkan sang anak tidak menyadari ada yang salah pada pasangan lansia.


Anak setan memandangi kakek yang penuh dengan luka cakar di wajah, lalu luka gigit di lehernya. "Kakek, kenapa wajahnya penuh luka?" Tanya anak itu.


"Ah ini.. aku dicakar kucing tetangga lalu digigit di leher saat menggendongnya," kata kakek sambil tertawa.


Nenek tertawa juga hanya suaranya nampak terpaksa lalu terdiam. Anak setan itu tidak mengerti tapi dia tahu gigi kucing dan gigi manusia sangatlah berbeda.


"Nak, tinggal lah bersama kami bila kamu tidak punya tujuan," kata nenek menatap kaca depan.


"Baik, Nek. Terima kasih," kata anak itu tersenyum senang.


Mereka berdua terkekeh-kekeh menatap anak asing tersebut dengan kode sesuatu. Mobil melewati sebuah taman yang indah dan terdapat rumah sederhana bergaya Eropa.


"Itu rumah kami," kata nenek menunjuk ke depan.


Anak setan itu senang sekali lalu dia melihat beberapa kepala anak yang muncul di jendela rumah tersebut lalu tidak ada lagi.


"Kalian hidup berdua?" Tanya anak itu.


"Iya. Anak-anak kami sudah besar dan berkelana sendirian," kata Kakek mematikan mobilnya.


"Ayo," ajak Nenek.


Anak itu keluar dari mobil dia memandangi rumah itu dengan bulu kuduk yang berdiri. Lagi-lagi dia melihat beberapa anak yang memandangi dari jendela.


"Tapi kakek. Nenek. Aku melihat ada beberapa anak di atas sana. Siapa mereka?" Tanyanya dengan nada aneh.


Kakek dan nenek langsung menatap jendela rumah mereka, sangat panik. Kakek lalu berlari masuk dan memutar kunci rumah dan pergi memeriksa ke dalam.


"Ayo nak, jangan dihiraukan. Masuklah anggap saja rumah kamu ya," ajak nenek dengan ramah. Senyumannya tampak sangat sedih, penuh kesedihan.


Anak itu masih saja menatap ke atas, dia melihat bayangan kakek yang sedang mengayunkan sesuatu. Anak-anak itu tidak menampakkan diri lagi, anak setan bertanya-tanya ada apa di rumah ini?

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2