Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
Red House


__ADS_3

Thom Yorke - Hearing Damage


...This is my darkness...


...Nothing anyone says can console me...


...Despair and Hope...


...Light and Dark...


...Happy and Sad...


...Hard and Easy...


...Kind and Evil...


...Fall and Rise...


...Near and Far...


...Group and Individual...


Setelah kejadian dengan Eria yang sekarang menjadi anak biasa, Aiolos teringat akan kata-kata Eria soal toko Eris yang akan mendatanginya karena masalah kemampuannya.


Bahkan Nyx juga menyarankan begitu karena temannya itu sudah tahu banyak mengenai kemampuan Aiolos. Aiolos menghembuskan nafasnya tanpa disadari, Eria telah berdiri di sampingnya.


"Kak, sedang apa? Tidak bekerja?" Tanya Eria mengagetkan.


"Eria! Sudah pulang sekolah?" Tanya Aiolos mengelus dadanya lalu senyum dan meminta Eria duduk di dekatnya.


Eria yang sekarang sudah berusia 16 tahun dan menjadi sosok yang ceria. Mereka mengobrol banyak mengenai ibu Eria yang telah menjadi seorang ibu normalnya. Dan ayahnya juga telah rujuk kembali.


"Kami menjadi keluarga bahagia sekali lagi, ibu tidak ingin aku tampil di acara manapun meskipun bayarannya tinggi," jelas Eria.


"Oh ya? Kamu senang?" Tanya Aiolos menatap wajah bahagia Eria.


"Aku senang bisa hidup normal, itu yang aku pilih. Kakak sendiri bagaimana?" Tanya Eria menatap lurus Aiolos.


Meskipun kemampuan Eria memang telah diambil Eris namun kenyataannya kekuatan yang dia miliki memang masih ada.


"Aku? Entahlah," kata Aiolos menghela nafas lagi.


"Kalau kemampuan kakak membuat kakak sulit berjalan, sebaiknya datang saja ke toko Eris," saran Eria.


"Sakitkah?" Tanya Aiolos agak cemas.

__ADS_1


Salah satu alis mata Eria terangkat. "Apanya?"


"Kekuatanmu dia ambil," kata Aiolos membuat Eria tertawa mendengarnya.


"Hahaha sebagian memang kekuatanku tapi setengahnya bukan. Jadi aku memutuskan agar yang setengah itu diambil saja," kata Eria menatap dedaunan yg berguguran.


"Kok bisa begitu?" Tanya Aiolos.


Eria terdiam. Dia menatap Aiolos ingin rasanya menceritakan siapa dirinya, tapi tidak jadi. Kebenarannya Eria tidak pernah ada di dunia namun dia membuat perjanjian dengan Eris.


"Eria, dirimu yang sebenarnya sudah tidak ada di dunia ini. Apa kamu sadari itu?" Tanya Eris.


Eria berhenti melangkah menuju pintu, "Aku tahu Nona. Tapi setidaknya biarkan aku hidup dengan mereka, bila jiwa aku ikut menghilang ibu itu akan semakin terguncang. Masih ada harapan untuknya berubah,"


Eris memberikan semacam cairan berwarna hijau sage dengan diisi butiran bintang. "Minumlah. Kamu akan tetap sebagai Eria, namun misi mu hanya sampai kedua orang tua Eria bisa menerima ketiadaan anaknya dahulu. Apa kamu bisa?" Tanya Eris.


Eria menyambut dan menyetujuinya lalu meminum cairan itu. Eria memiliki tubuh yg asli seperti manusia umumnya. Dia pamit sambil menangis dan menuju rumahnya. Ayah dan ibunya menunggu dengan Bu Aki yang menjelaskan selama ini dialah yang merawat Eria.


Ibunya menandatangi keputusan mengundurkan diri Eria pada semua acara televisi, ayahnya juga berjanji akan membahagiakan mereka berdua.


Eria menjadi anak normal seperti yang diinginkannya, setiap hari ibunya memasak untuk mereka dan tertawa bersama. Kenyataannya beberapa tahun lalu Eria yang asli meninggal di usianya sekarang karena tenggelam di rawa, saat tengah syuting karena ulah Haters.


Rasa syok yang begitu mendalam membuat kedua orang tuanya sulit menerima kepergiannya, sehingga akhirnya sang suami memutuskan cerai dan sang ibu jatuh sakit.


Saat itulah kekuatan Eris keluar merasakan rasa sakit dari kedua pasangan tersebut, tapi menyebabkan Eris ambruk sekarat.


Dia menghipnotis ingatan sang ibu dan orang sekitarnya bahkan Aiolos dan Nyx agar dirinya dikenal nyata. Dan membuat hidup sang ibu berubah total. Merasa Eria anak mereka selamat dari kecelakaan mengerikan itu dan menjadi berlebihan.


Anak yang mirip Eris dalam dunia nyata telah tiada, sekarang misinya berubah sampai kedua orang tua Eria benar-benar menerima kepergian anak mereka.


Eria menatap Aiolos yang sudah masuk ke alam hipnotis dan dia agak menyesal. "Rumit," jawab Eria.


"Ya sudah tidak apa, aku bersyukur mereka kembali seperti sedia kala. Kamu tidak datang lagi ke toko Eris?" Tanya Aiolos.


"Eris? Siapa?" Tanya Eria membuat Aiolos terkejut.


"Toko... ajaib. Kamu tidak ingat?" Tanya Aiolos.


"Hmmm aneh, aku tidak pernah memasuki toko ajaib, kak. Aku hanya bertemu dengan Kak Aiolos dan Kak Nyx. Kalau toko itu memang ada, untuk urusan apa?" Tanya Eria.


"Kenapa..." kata Aiolos bengong.


"HAHAHA aku bercandaaa," kata Eria tertawa keras melihat wajah bengong Aiolos.


"Kamu yaa. Dasar!" Kata Aiolos memeluk erat Eria yang tertawa keras.

__ADS_1


"Menurut aku, kakak lebih baik datang ke toko untuk memecahkan masalah kakak bila tidak ada orang yang bisa mengerti," kata Eria lalu berdiri.


"Oh ya," kata Aiolos memikirkan lagi.


"Lagipula... aku melihat kakak memiliki ikatan dengan pemilik toko itu," kata Eria dengan suara pelan.


"Eh? Apa?" Tanya Aiolos mendekatkan dirinya untuk lebih mendengar.


"Dia akan bisa membantu masalah kakak," kata Eria kemudian berlari untuk pulang dan melambaikan tangannya dengan ceria.


"Dasar," kata Aiolos membalas dan dia memutuskan untuk mencari toko Eris.


Anehnya portal tidak menjemputnya setiap kali dia melangkah menuju portal, portal tersebut seakan terpental dan menghilang. Aiolos bingung bagaimana caranya dia menuju toko tersebut.


Di kejauhan Arae melihatnya beberapa kali portal yang melewati Aiolos terpental dan hilang. "Ya ampun," kata Arae kemudian terbang menuju Aiolos.


8 portal menjauhinya dan menghilang lagi. Arae berdiri di depan Aiolos yang masih kebingungan.


"Hai," sapa Arae.


"Kamu! Pelayannya Eris," kata Aiolos menunjuk kaget.


"Pelayan? Dasar tidak sopan!" Kata Arae memukul kepala Aiolos menggunakan kipas.


"Aduh!" Teriak Aiolos mengelus kepalanya.


"Kamu itu yang aneh!" Kata Arae menggelengkan kepala.


"Kok aku? Memangnya apa salahku?" Tanya Aiolos bingung.


"Portal-portal itu terpental dan menghilang begitu saja. Aneh, padahal kamu kan manusia biasa ya," kata Arae memutari Aiolos.


"Manusia biasa? Iyalah! Kamu pikir aku dewa?" Tanya Aiolos yang memberikan Arae petunjuk.


"AAA itu dia!!! Benar juga ya. Ini gunakan ikat pinggang untuk menembus portal dan menuju toko Eris,"


"Portal?" Tanya Aiolos lalu menerima ikat pinggang yang berwarna merah dengan permata-permata gelap. "Apa aku akan terbakar bila memakai ini?"


"Kamu ini ya kalau aku mau, sudah aku bakar habis dirimu sejak tadi. Pakai, kalau kamu masih ingin bertemu dengan Eris," kata Arae menunggu.


Akhirnya Aiolos memakainya dan tidak terjadi apapun. Portal muncul di hadapannya sangat dekat, Aiolos hendak melangkah tapi ragu-ragu.


"Ap-apa ini!?" Tanya Aiolos agak takut. Portal berwarna biru dengan butiran bintang.


Karena kesal, Arae lalu mendorong Aiolos masuk ke dalam portal itu dengan tendangan kaki.

__ADS_1


"HUWAAAA!!!" Teriak Aiolos menutup kedua matanya.


Bersambung ...


__ADS_2