Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
GELANG PEMINTAS WAKTU


__ADS_3

...Instrumental. Nano - Utshushiyo No Yume...


...This is my Darkness...


...Nothing anyone says can console me......


...Despair and Hope......


...Light and Dark......


...Happy and Sad......


...Hard and Easy......


...Good and Evil......


...Fall and Rise......


...Near and Fall......


...Group and Invidual......


...Sometimes, the questions are Complicated...


...and the Answer are simple...


...{ L. Lawliet }...


..."***You trusted me, so I'll trust you....


...That's what being Friends means, doesn't it?"...


...{ Akumuta Rin*** }...


Seragam hari ini :



Eris membuka pintu tokonya dan udara pagi menyambutnya. Karena sering kedatangan kawanan gagak, Eris membuat sebuah kandang burung, tidak begitu besar tapi cukup untuk mereka yang datang. Satu gagak yang selalu datang mengunjungi Eris dan mendapatkan makanan.


Di depan pintunya sudah ada keranjang kue dan susu juga kudapan yang lainnya. Oh ya kemana nenek? Sekarang sudah jarang datang untuk sekedar dengarkan kisah para pembeli.


"Turunlah," kata Eris menatap gagak yang ada di atas tokonya.


Dengan ayunan tangannya mengeluarkan energi yang cantik, gagak lalu turun berubah wujud menjadi sosok manusia lelaki yang tampan.


"Wah, aku..." kata Gagak itu.


"Hanya sementara, bawakan bunga ini untuk nenek itu dan tanyakan bagaimana kabarnya," kata Eris menyerahkan buket bunga mawar hitam.


Pemuda itu menerima dan agak... "Anu, Nona mawar hitam kesannya seperti mendoakan dia cepat mati," katanya.


"Lalu?" Tanya Eris dengan pandangan dingin. "Memang dia pasti akan mati karena sudah tua," kata Eris masuk ke dalam tokonya.


"Hah, apa boleh buat. Nona, alamat rumahnya..." kata gagak manusia itu.


Eris melemparkan kartu alamat nenek itu dan pemuda itu menangkapnya lalu pergi. Dalam hatinya dia terlalu keberatan melihat buket mawar dia tangannya. Entah harus bagaimana nanti mengatakannya.


"Maaf, Nek kalau Nona saya memberikan nenek bunga mawar hitam ini. Ahhh... rasanya memang salah masa memberikan orang mawar hitam. Harus bagaimana ini?" Tanyanya kebingungan sambil berjalan.


"Kenapa kamu bingung?" Tanya Arae yang terbang menuju gagak itu.


"Wak! Kaget aku. Ah, Nona Arae selamat pagi," sapanya membungkukkan badannya.


"Wah, wah kamu bawa bunga mawar itu untuk siapa? Ada yang meninggal?" Tanya Arae keheranan.


Gagak manusia itu lalu menceritakan soal nenek yang sering datang sudah beberapa hari tidak kelihatan dan Eris menyuruhnya memberikan mawar hitam itu. Arae tertawa keras mendengarkan kisahnya.


"Ya ampun, Eris. Sini aku sihir mawar itu menjadi lebih berwarna," kata Arae menyentuh mawar dan berubah menjadi merah jambu.


"Waaahh.. cantik sekali. Terima kasih, Nona. Apa mau menjenguk juga?" Tanya gagak itu.

__ADS_1


"Tidak tidak. Aku mau bekerja. Daah," kata Arae sambil cekikikan terbang menjauh.


Dia lalu melanjutkan jalan masih bertanya-tanya kenapa Arae tertawa seperti itu. Pemuda lalu sampai di rumah nenek dan kertas itu terbakar begitu saja.


"Permisi," kata pemuda itu menunggu jawaban.


"Iya. Siapa?" Tanya suara ibu-ibu.


"Errr.... saya... aduh, nenek itu kan tidak tahu siapa aku," kata pemuda itu kebingungan.


"Siapa??" Tanya Ibu itu lagi.


"Saya Eris datang ingin mengunjungi Nenek bersama Raven, pembantu saya. Apa Nenek ada?" Tanya Eris yang tiba-tiba berdiri di sisi Raven.


Pemuda itu terkejut, melompat ke pinggir. "Kapan Anda..."


"Namamu Raven. Mulai kali ini kamu akan membantu di tokoku daripada nongkrong tidak jelas,"


Raven kaget dan tersenyum. "Aku punya nama," katanya senang sekali.


"Eris? Ah, yang diceritakan kakak saya. Wah! Silakan masuk," katanya membukakan pintu. Sosok Ibu yang sudah tua juga namun masih terlihat agak segar tersenyum kepada mereka berdua.


Raven memberikan bunga mawar yang dilihatnya tadi berwarna merah muda sekarang menjadi hitam. Ibu itu terkejut.


"Hah? Kenapa..." kata Raven kebingungan.


"Terima kasih. Masuklah," kata ibu itu terharu.


Eris mendorong Raven untuk masuk, saat doa tersadar Arae telah mengerjainya. Dengan kesal, dia masuk dan melihat isi rumah itu penuh dengan foto-foto anak dan cucunya. Rumah kecil bergaya klasik yang sederhana namun hangat.


Ibu itu menaruh bunga mawar hitam yang mekar penuh di dalam vas putih dengan hiasan rerumputan, tampak serasi sekali.


"Dari mana kamu tahu kalau kakak saya sudah meninggal?" Tanya Ibu duduk.


Raven terkejut lalu menatap Eris yang biasa saja.


"Rohnya datang ke tokoku untuk terakhir kalinya, mendengarkan cerita pembeli," kata Eris masih dengan tatapan datar.


"Ini. Kakak saya berpesan sebelum pergi, berikan ini pada anak cantik bernama Eris. Dia pasti akan datang. Dan benar saja, silakan," katanya menyerahkan kotak itu.



Eris lalu membukanya dan tampaklah gelang yang cantik dan bersinar. "Aku tidak bisa menerimanya," kata Eris menaruh kembali.


"Jam itu sangat berharga dalam hidupnya. Itu pemberian dari suaminya yang meninggal karena kecelakaan kapal laut. Ambillah, kakak saya sangat senang bisa diperbolehkan datang ke toko kamu. Dia banyak bercerita seperti dunia dongeng," katanya menggeser lagi kotak itu.


"Nona, terima saja," kata Raven dengan pelan.


"Baiklah, aku terima karena bukan aku yang meminta bayaran. Bila Anda ingin berkunjung saya persilakan," kata Eris berdiri untuk undur diri.


"Ah, bolehkah? Tapi yang saya dengar dari kakak, tokonya hanya terbuka kalau ada yang butuh sesuatu?" Tanyanya juga berdiri.


"Saya yakin Anda ingin melihat seperti apa kenyataan yang diceritakan oleh kakak Anda. Jadi silakan datang kapan saja sampai Anda merasa puas, pintu akan tertutup dengan sendirinya," jelas Eris.


"Terima kasih," kata Ibu itu menangis.


Kemudian mereka pamit untuk pulang. Eris berjalan meninggalkan Raven yang pamit dengan sopan lalu menyusul Eris. Sudah jauh, tiba-tiba Raven kembali dengan wujud gagak nya dan kebingungan.


"Kaaak kaaak," kata Raven kebingungan.


Eris menatap dirinya, mereka sudah jauh dari rumah kediaman tadi. Eris berjongkok, "Akan kuberikan kamu sedikit energi sihir gunakan dengan baik. Kamu bisa menjadi manusia kembali bila aku atau ada seseorang yang membutuhkan bantuan. Kalau kamu ingin kembali menjadi burung, fokus dan ingat diri mu yang asli," kata Eris lalu menjentikkan jemarinya.


Muncullah botol kecil berwarna glitter keunguan dan dia menumpahkan semua isinya kepada gagak hitam itu. Dia memejamkan matanya dan membuka melihat dirinya berpendar dengan cahaya ungu.


Eris lalu menghilang meninggalkan Raven sendiri dia kembali menjadi manusia lalu mencoba mengingat wujud aslinya dan kembali menjadi gagak lalu terbang menuju toko Eris.


Dalam tokonya, Eris dan Ela menata barang yang tiba. Rak diubah menjadi kaca tebal, lemari pun menjadi warna emas dan kilauan berlian kecil. Saat itu Eris merasakan sesuatu yang berbahaya dan membawa tokonya masuk dalam dimensi.


Ela kemudian tertidur karena dia hanya aktif dalam dunia manusia saja. Pamannya yang lain dari dunia kegelapan datang menyapanya, dia muncul dalam sebuah cermin.


"Bagaimana kabarmu dalam dunia manusia? Gadis yang dibuang hahaha," tawa Thanatos menggema.

__ADS_1


Eris hanya diam tidak menunjukkan emosi sama sekali. "Ada apa?" Tanyanya singkat.


"Hei, apa itu kesopanan mu bicara dengan Pamanmu?" Tanyanya marah.


Eris hanya nyengir dingin. "Paman? Mengaku kalau kamu sudah tua," kata Eris.


"Apa!?" Tanyanya dengan wajah yang memerah. "Ah ya aku datang kemari hanya ingin tahu kabarmu saja. Disini aku sangat sibuk jadi tidak ada waktu menjenguk mu," katanya dengan bangga sambil menutup mata.


Eris menatap cermin itu lalu mengambil lap basah dan memberi sabun, lalu mengambil ember dan mengisinya dengan air.


Thanatos yang masih bicara dengan sombongnya sambil memejamkan mata, membuka dan terkejut melihat wajah Eris dekat dengannya.


"HUWAAAA!! ANAK KURANG AJAR! KAU... AW! APA INI? OW OW OWWW," Teriak Pamannya itu yang masih muda.


Eris melemparkan air ke cermin itu lalu menggosoknya dengan sabun. Wajahnya tidak tertawa tapi puas sekali mendengar Thanatos yang wajahnya kesakitan.


"APA YANG KAU LAKUKAN!? Oh... wajahkuuu," kata Thanatos menangis.


Tampak sekali wajah Pamannya itu kini penuh dengan sabun serta air.


"Cermin ini kotor sekali semakin kotor semenjak Paman datang kemari. Pergilah," usir Eris mengguyurkan air itu ke wajahnya.


Semenjak Thanatos selalu menggunakan cermin sebagai portal alhasil menyebabkan kaca dalam cermin berubah seperti jendela baginya. Dan air kotor itu pun mengenai wajahnya dan kini dia basah.


"ERIIIIIIISS!!! AWAS YA NANTI AKAN AKU BALAS," ancamnya dengan wajah yang penuh dengan kotoran dan debu.


"Kamu sibuk disana pasti meminta permata untuk berpesta dengan banyak dewi kan. Aku sudah tahu kebiasaan mu," kata Eris lalu mengubah cermin nya menjadi biasa.


Dimensi lain, Thanatos yang akan meledak harus menahan dan bersabar lagi. Cermin di hadapannya menghilang karena kembali ke semula. "ANAK KURANG AJAAAAARRRRR!!"


Eris melihat bola-bola kehidupan yang keluar dari dalam cermin melayang disekitar Eris. Eris mengulurkan tangan dan mereka berkumpul di sekitar tangannya membentuk lingkaran. Cahaya yang berbeda warnanya membuat Eris takjub, bola kehidupan manusia berbeda dengan yang dimiliki makhluk sepertinya.


Eris mengulurkan ke arah cermin dan bola-bola itu meluncur masuk lagi ke dalamnya, sekarang cermin itu bersih. Lalu Eris teringat pada sosok nama-nama yang dia kenal dalam dimensi dunianya.


Di cermin yang lain, menampilkan ketujuh orang yang dia kenal sebagian sebagai musuh, penghalang dan seorang... teman di dunia yang bersanding dengan para dewa.


Tujuh orang keluar dalam cermin. Di antaranya :


Apollo ( Min Yoongi 'Suga' ) sebagai Dewa Musik yang hobinya bernyanyi dan memainkan harpa dengan gayanya yang kelewat over. Kakaknya Aphrodite sangat menyukainya meski sering kena tolak.


Di dunia manusia, Apollo terkesan cuek dan dingin mirip Eris. Tentu sangat terbalik dengan di dunianya.


Artemis ( Jung Go Seok 'JHope' ) sebagai Dewa Perburuan. Dalam dunianya, Artemis sering memburunya dengan energi yang dimilikinya. Dia akan terus berusaha memanah Eris sampai mati. Agak kejam di dunianya dan terkenal sangat ambisius. Musuh Eris pertama.


Di dunia manusia, Artemis sangat senang bercanda dan dewasa. Pandangan pada seseorang tidak pernah terkesan memanipulasi seperti di dunia Eris. Sangat ramah dan baik hati.


Nyx ( Jeon Jungkook 'Jungkook' ) sebagai Dewa Malam. Bukan Dewa tukang pesta tapi sangat senang berjalan-jalan tengah malam tentu dengan dewa dewi lain. Dewa yang sangat baik, saat melihat Eris terluka karena Artemis, dialah yang membantu Eris memberikan banyak obat. Meski berbeda dunia, Namun Nyx teman Eris yang kedua.


Di dunia manusia ini, Nyx sangat dewasa, sangat berperasaan dan mudah simpati, kocak juga dan sering melucu. Sering terkena tipu orang saking terlalu simpati berlebihan. Orangnya berubah menjadi sangat kocak kalau keluarganya sudah mencampur aduk dengan urusannya.


Aiolos ( Park Jimin ) sebagai Dewa Raja Angin. Teman Eris yang pertama, wajahnya yang ganteng dan sikapnya lembut sama dengan yang ada di dunia manusia. Teman pertama Eris.


Di dunia manusia, Aiolos sangat serius orangnya tidak bisa menyiakan waktu yang ada untuk sesuatu yang tidak berguna. Bersahabat dengan Nyx membuat kepribadiannya sedikit demi sedikit berubah dan muncul kekonyolan lain bila bersama dengannya.


Anemoi ( Kim Tahyung 'V' ) sebagai Dewa Angin. Dia selalu ada bersama Aiolos, dewa yang baik hati dan penyayang sama dengan Nyx. Sangat menyukai berjelajah ke berbagai negeri. Orang yang paling bisa menjinakkan perilaku kejam Artemis dan membuatnya menjadi dewa sedikit baik. Teman ketiga Eris.


Di dunia manusia, Anemoi sangat sensitif orangnya, sering banyak menangis dan sulit melupakan perempuan yang berkesan di hatinya.


Ares ( Kim Namjoon ) sebagai Dewa Perang. Dalam dunia Eris dialah pemimpin yang paling handal terutama saat berperang melawan kerajaan Eris. Membuat banyak taktik dan strategi untuk mengalahkan kerajaannya namun meski dirinya sebagai Pemimpin Perang yang selalu menang, sama dengan Dewa Malam, Ares memiliki hati yang sejuk.


Dewa yang selalu memberi nasihat pada Eris dan selalu membuka pintu agar Eris bisa berjalan bebas di dunia mereka dan menjaganya seperti adiknya.


Di dunia manusia, Ares lebih dewasa dari Nyx, sikapnya tegas kadang sangat galak dengan orang yang meremehkan. Tidak suka dengan keramaian, bisa sangat galak dengan siapapun. Tidak menyukai hal yang konyol. Meski begitu, bila sudah sangat mengenalnya bisa dijinakkan.


Poseidon 'Po' ( Kim Seokjin 'Jin' ) sebagai Dewa Laut. Meski berbeda tempat dengan Ares, tapi mereka berteman dekat. Bila berperang, Poseidon akan datang membantu dengan pasukan Lautnya. Para musuh mencap dirinya dan pasukannya sebagai Raja Seafood. Setia kawan, royal dengan kekayaan lautnya, ramah dan berwibawa saat memimpin pasukan. Tidak menyukai Eris.


Di dunia manusia, tidak jauh beda dengan Ares yang galaknya minta ampun namun dia bisa memposisikan sifatnya itu bila berhadapan dengan orang lain terutama perempuan. Sangat membenci perempuan manja dan berpenampilan seperti badut.


Apakah Nyx, Aiolos dan Anemoi akan tetap sama menganggap Eris sebagai temannya bila mereka bertiga suatu hari nanti bertemu? Ataukah takdir menyedihkan menanti ketiganya?


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2