Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
5


__ADS_3

Kedua mata Rui berbinar. "Sungguh!? Aku boleh menggunakannya? Di sini, aku bisa mendapatkan Rp 50.000.000 dalam menjual perhiasan. Tapi perhiasan itu kan bukan milikku jadi aku tidak enak kalau harus memakai semuanya. Aku akan menyimpan sebagian meskipun kamu bilang tidak butuh siapa tahu di kemudian hari kan," kata Rui yang mengambil miliknya dan menyimpan yang lain.


Eris tidak peduli apa yang Rui lakukan, tas itu kemudian melayang kembali ke tempatnya berada. Awal Rui teriak, panik dan super heboh tapi sekarang dia malah kagum dan mengikuti kantung itu kemana.


Eris sudah tentu berjalan kami mengikuti Rui lalu berjalan mendahuluinya. Masih kagum, Rui mengikuti Eris menuju lantai tiga.


"Kau boleh memakai ruangan kamar yang mana saja yang kamu suka. Atur semua barang sendiri dan bila kau perlu sesuatu cari saja dalam gudang," kata Eris.


"Baiklah, terima kasih. Aku tidak akan merepotkan selama disini. Tapi..." kata Rui memandangi Eris dengan ragu.


"Kurang?" Tanya Eris.


"Bukan begitu. Aku hanya heran awal datang kemari tubuhku kan transparan dan serba putih tapi sekarang... seperti aku hidup dengan badanku yang normal," kata Rui memandangi kedua tangannya.


Eris senyum. "Karena aku menambahkan sesuatu pada makananmu. Tidak mungkin kan kamu bekerja disini sebagai roh," katanya sambil berlalu pergi meninggalkan Rui.


Rui yang kaget benar-benar senang bukan main. Dia berkali-kali berterima kasih pada Eris yang menjauh. Lalu memulai petualangannya di dalam toko.


Rui menemukan Gudang dan membukanya. Begitu banyak barang disana, semua yang dia butuhkan serba ada. Lampu-lampu cantik yang unik bentuknya, teko dan gelas yang sangat lucu, tirai dengan warna yang cerah dan bisa bergerak.


Sedikit demi sedikit Rui merombak segalanya dia juga menempelkan beberapa bunga di tembok putih itu. Senang sekali selama ini dia hanya bisa memperhatikan orang-orang melakukannya.


Tidak menduga, sekarang dia bisa melakukannya sesuai keinginannya. Gagak hitam yang tertarik dengan roh manusia Rui masuk dan otomatis berubah menjadi pemuda tampan.


"Permisi," kata Raven mengetuk pintu Rui.


"Ya?" Tanya Rui penasaran. Tidak ada tamu untuknya dalam toko selain Eris atau Arae.


Rui terkejut pemuda tampan dengan rambut pirang berdiri di depan pintu.


"Hai, namaku Raven aku seekor burung gagak," katanya mengulurkan tangannya.


"Raven. Ah ya, namaku Rui. Salam kenal," kata Rui tersenyum dan menyambut uluran tangan Raven.

__ADS_1


Kemudian Raven membantu Rui, dia juga senang bisa berteman dengan Rui. Rui banyak bercerita mengenai tempat ini dan cita-citanya bertambah ingin menjadi penjelajah.


Raven setuju dia akan senang menjadi teman turnya nanti. Mereka bersenang-senang dan lalu Rui berjaga di toko sebagai kasir juga. Raven membantu Eris membawakan botol cairan yang wangi dan juga kotak berbagai teh.


Kemudian toko berpindah lagi mereka memasuki ruang dimensi. Melihat Rui yang tengah sibuk mengemas barang pembeli, Eris pergi ke arah kamarnya.


Pintu kamarnya terbuka begitu saja kamar yang dipilih oleh Rui letaknya di tengah. Berbagai macam pernak pernik tertata rapi, beberapa barang yang dapat bergerak memberikan hormat pada Eris.


Eris melihat dinding kamar itu dihiasi oleh tebaran kelopak bunga yang indah. Rui benar-benar anak yang senang mendekorasi. Eris menghela nafas baru kali ini ada manusia yang sedang dengan dunia yang dia ciptakan.


"Dia tidak mungkin bisa terlalu lama disini. Sebentar lagi akan ada efeknya," kata Eris bergumam lalu menuju ruangan lain.


Barang-barang yang tidak berguna menurutnya, Rui ubah menjadi barang yang bermanfaat. Eris keluar dan pintu kamar tertutup.


Malam pun tiba, seperti biasanya Rui berjalan dengan lelah ke dalam kamarnya dan tertidur. Selimut otomatis menyelimutinya, Rui sudah terbiasa melihat barang-barang bergerak sendiri tentu bukan untuk menakutinya.


Mereka senang Rui menempatkan mereka di tempat yang terang, sinar mentari memandikan badan mereka. Dan berharap Rui menetap disana, Rui tertidur sebuah boneka melayang dan membelainya.


"Pagi! Aku tidur dengan nyenyak sekali. Sudah lama tidak senyenyak ini," kata Rui dengan wajah ceria.


Eris terdiam dia membersihkan beberapa barang dengan lap putihnya.


"Aku akan membantu tapi aku akan sarapan dulu. Kamu mau?" Tanya Rui membalikkan badannya.


Eris tidak menjawab berapa kali dia mengatakan tidak perlu, Rui tidak bisa tidak memperdulikannya. Dia lalu pergi ke dapur dan memakai barang sesuai perkiraannya.


Lalu datang kembali membawakan nampan yang berisi empat pasang roti bakar isi cokelat dan keju, empat gelas susu cokelat, empat keju goreng alias Corndog, dan satu stoples ukuran sedang buah anggur dan stroberi yang segar dari kulkas Eris.


Rui tidak mengerti mengapa isi kulkasnya berisi makanan yang biasa dimakan manusia, dia tidak pernah melihat Eris makan apapun. Tentu saja itu semua Ibunya sang Ratu lah yang mengisi banyak makanan.


Rui menaruh semuanya di meja makan yang sudah diatur oleh Arae dan Raven. Mereka berdua sangat senang dan membuat Arae tidak pergi kemanapun.


"Waaah! Kamu bisa masak ya," kata Arae sangat senang. Dia lalu duduk dan mengambil piring kecil.

__ADS_1


Raven berada disana dia hanya berdiri, karena dirinya bukanlah anggota toko.


"Kenapa berdiri di sana? Tidak ikut sarapan?" Tanya Rui.


Raven ingin menjawab lalu menatap Eris yang sedang menyisir rambutnya.


"Makanlah, setelah ini kamu harus mengirimkan sesuatu," kata Eris.


Raven senang sekali lalu dia duduk dengan sopan dan sama dengan Arae mengambil piring kecil. Milik Eris, Rui simpan di tempat dimana Eris selalu berada.


"Meskipun kamu terlihat memang tidak butuh makan, tapi sarapan di pagi hari itu harus, untuk menambah tenaga," kata Rui tertawa lalu pergi.


Eris hanya memandangi makanan itu, dia teringat Ratu dan Raja juga melakukan kegiatan pagi. Membuatkannya sarapan yang sangat banyak, kakak-kakaknya akan makan dengan rakus sedangkan Eris membungkusnya lalu pergi.


Eris akan makan bersama dengan 3 dewa yang juga membawa makanan mereka masing-masing. Meskipun kesannya dingin tapi 3 dewa tersebut sama sekali tidak keberatan.


"Semalam kamu bisa tidur? Bagaimana perasaanmu hari ini?" Tanya Eris yang sedang memasang bunga mawar di vas yang besar.


"Hebat!" Kata Rui membantu Eris memotong tangkai mawar.


Eris masih terus mendekorasi dengan kesukaannya, Rui tidak keberatan.


"Aku tidak suka seseorang yang memakai baju yang sama setiap harinya. Sebentar lagi toko akan buka, keluarlah untuk berbelanja Arae bisa menemanimu. Atau kamu bisa melihat dan memakai bajuku di lemari sana," kata Eris menunjukkan ke lemari emas.


Rui lalu membuka lemari itu, awalnya agak bimbang karena melihat lemarinya besar, bertahtakan berlian dan emas. Tapi dia mencoba membuka ternyata ringan!


"Rasanya aneh semua baju warnanya hitam. Kamu suka hitam ya? Tapi baju apapun yang kamu berikan akan aku pakai, jadi tidak masalah," kata Rui mengambil baju yang tidak terlalu hitam dan ada warna lainnya," kata Rui di dala. lemari besar itu.


Eris sedang mengerjakan sesuatu cara untuk memulangkan Rui. "Siapa namamu?" Tanyanya.


"Rui Hiragizawa," jawabnya menutup kembali lemari lalu berganti pakaian.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2