Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
Cerita Anemoi ( Kim Taehyung )


__ADS_3

Artemis ikut membantu Teran dengan membagikan lilin.


"Lalu cara bermainnya bagaimana?" Tanya Nyx yang membantu menaruh wadah baskom berisi air.


"Tempatkan semua lilin itu dengan membentuk lingkaran. Sebelum kalian bercerita, nyalakan apinya kemudian kisahkan pengalaman atau kisah dari orang lain. Setelah selesai, matikan lilin tanpa menyentuhnya," kata Eris berdiri memperhatikan.


"Seperti inikah?" Tanya Artemis yang dibantu oleh Ares membuat lingkaran.


"Ya," jawab Eris.


Lilin selesai mereka pasang membentuk lingkaran, wadah air pun sudah siap di pojok kan. Mereka semua kembali dan membawa jaket masing-masing.


"Aku mau bertanya, memangnya sebelum bercerita 10 kisah harus ada persiapan seperti ini?" Tanya Anemoi memandangi lilin dan lainnya.


"Tentu saja dan masih ada yang lain lagi seperti silet atau gunting. Tapi karena jumlah kita hanya sepuluh, kita akan membuat acara ini sedikit singkat," kara Eris sambil melirik ruangan di belakangnya.


"Aku sudah menyalakan kamera dan siap," kata Teran.


Arae juga menyadari ruangan di belakang mereka yang diceritakan oleh Biksu sebelumnya.


Saat itu untuk meyakinkan tempatnya Eris dan Arae datang terlebih dahulu lalu bertemu sang biksu dan menceritakannya.


"Ah! Bagaimana ya? Kebetulan kami menerima mayat tak dikenal malam kemarin. Ada kecelakaan yang terjadi dan mayat itu kehilangan bagian kepalanya. Apakah harus di tempat ini kegiatan tersebut?" Tanya Biksu itu.


"Ya. Anda juga tampaknya memiliki kegelisahan," kata Eris.


"Ya Anda benar. Yang meninggal adalah tentara muda yang dibunuh oleh pelatihnya sendiri. Saya ingin meminta bantuan Anda supaya bisa membuat jiwanya tenang. Kalau hanya mengandalkan ayat sutra saya, kemungkinan kurang," kata sang Biksu menundukkan kepalanya.


"Sebagai gantinya kosongkan satu ruangan untuk kami," kata Eris.


"Tapi... ruangan itu berdekatan dengan jenazah tentara. Apa tidak akan apa-apa? Saya takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," kara biksu cemas.


"Tenang saja yang datang bukanlah orang biasa, dengan kekuatan mereka dari masa lalu pasti bisa mengenyahkan para roh jahat disini," kata Arae.


"Bila nanti biksu melihat seorang gadis yang tidak biasa berada di sekitar kami. Jangan pernah menyapa dan memandanginya," kata Eris kemudian berjalan memeriksa pohon.


"Apa gadis itu..." kata biksu kecil ketakutan.


"Tampaknya dia ingin mengundang manusia biasa untuk dibawa ke dalam dimensinya," kata Eris yang melihat kejadian seperti apa Teran meninggal.


"Pemainnya sudah lengkap kan?" Tanya Apollo ber senam kecil.


"Tentu. Lagipula peserta sebelah pun akan ikut bercerita nanti di akhir," kata Arae menahan tawa.

__ADS_1


"Kalau begitu," kata Ares menggosokkan kedua tangan lalu menarik nafas. "Ayo kita mulai Hyakumonogatari Kaidankai," dengan suara tegasnya.


"Siapa yang pertama akan mulai?" Tanya Aiolos memandangi semuanya.


"Aku," jawab Anemoi mengangkat tangannya.


Mereka semua bersiap mendengarkan kisah pertama dan Anemoi memandangi lilin-lilin yang sudah dinyalakan oleh Eris dan menarik nafas.


"Pada suatu hari ada anak kecil laki-laki berusia 14 tahun yang tinggal sendirian di rumah malam itu.


Baginya itu adalah pengalaman pertamanya dia tinggal sendiri tapi tentu ditemani oleh binatang peliharaannya.


Dia memiliki anjing yang selalu menemaninya, anjing itu sangat menyayanginya. Kedua orang tuanya sedang menghadiri pesta salah satu teman mereka. Karena malas ikut, anak itu memutuskan ditinggal," kata Anemoi.


Ruangan gelap karena sengaja dimatikan lampu tersisa cahaya lilin 10 buah yang berbentuk lingkaran di tengah ruangan.


"Wah, anak itu berani sekali," kata Nyx dengan suara pelan.


Yang lainnya mengangguk mendengarkan dengan seksama meskipun terasa sangat aneh pasti ujungnya. Baru mulai pertama tapi suasana sudah mulai terasa tegang.


Teran memakai earphone karena ketakutan, tanpa disadari ada aura hitam yang keluar dari tubuhnya.


Anemoi meneruskan lagi ceritanya dengan suara pelan, lembut tapi menyeramkan. "Lalu suatu ketika anak itu sedang asyik menonton film, ada berita sekilas yang memberitahukan tentang seorang pembunuh psikopat berkeliaran. Ternyata dia kabur dari penjara," katanya.


Eris memperhatikan mereka bertujuh tampaknya mereka semua sebenarnya penakut. Dia menghela nafas kenapa juga harus memilih judul begini, kalau ternyata sama-sama penakut?


"Anak itu merinding lalu memutuskan untuk segera tidur setelah mengunci semua pintu. Tapi sayang ada satu jendela kecil yang lupa dia kunci dan menuju kamarnya begitu saja," kata Anemoi.


Nyx teringat bahwa dia juga memiliki anjing peliharaan di kampung, dia jadi cemas. Bayangan mereka bertujuh seakan saling memeluk satu sama lainnya.


Perlahan mereka memang bergeser tempat duduk karena dinilai pasti ada yang seram di akhir cerita.


"Lalu bagaimana?" Tanya Aiolos.


"Saat tidur beberapa jam anak itu terbangun oleh suara tetesan air. Dia ketakutan tentu saja lalu menyalakan lampu kamarnya dan melihat jam.


Kedua orang tuanya belum juga pulang. Dia tahu kebiasaan anjing peliharaannya selalu tidur di bawah samping kasurnya.


Lalu dia meletakkan tangannya ke bawah agar dijilat olehnya," kata Anemoi.


"Apa tangannya dijilat?" Tanya Poi.


Anemoi mengangguk. "Ya tentu lalu dia merasa lega dan kembali tidur karena anjingnya masih ada. Namun suara tetesan air itu masih bisa dia dengar dan terus berlanjut.

__ADS_1


Anak itu lalu terduduk dan mengingat-ingat, 'Aneh sekali. Aku yakin tidak membuka keran apapun,' Lalu dia dengan terpaksa turun dari kasurnya untuk memeriksa," kata Anemoi yang juga ikut merinding.


Tidak ada yang bertanya atau berkomentar. Tangan Anemoi menjadi dingin.


"Kamar mandi, galon di ruang tamu, wastafel apapun tidak menemukan suara tetesan itu. Dia baru sadar anjingnya tidak mengikutinya, lalu dia bergegas kembali ke dalam kamar. Perasaannya lega," kata Anemoi terdiam.


"Lalu? Apa yang dia lihat?" Tanya Nyx memegang kaos Artemis.


"Kaki depannya terjulur satu dari bawah tempat tidurnya," kata Anemoi.


"Ja-jangan-jangan itu..." kata Poi.


"SSSSTTTTT," ucap mereka semua.


Ares juga agak ketakutan apalagi Teran, dia membuat kamera mampu berputar dan berpindah menangkap ke berbagai sudut.


Eris memperhatikan lagi ketujuh pemuda yang ada di depannya mereka saling berpegangan memeluk tangan yang lainnya.


Yah, bayangkan saja 7 anggota BTS mendengarkan cerita seram seperti apakah kelakuan mereka, yang menganga dan merinding ketakutan.


Arae hanya terus menahan tawa agar tidak tertawa keras. Artemis memasukkan empat jarinya ke dalam mulut dan sangat fokus mendengarkan.


"Pagi menjelang, sinar matahari membangunkan tidurnya. Kedua orang tua sedang berada di ruang makan untuk sarapan.


Anak itu menyeka kedua matanya dan melihat ke bawah tempat tidur, sang anjing sudah tidak ada disana. 'Ah, kenapa dia tidak membangunkan aku sih,' kata anak tersebut," kata Anemoi.


Saat Nyx mau berkomentar, mulutnya ditahan oleh Apollo. Nyx memang sulit mendiamkan mulutnya. Sepanjang cerita terus saja mengoceh karena ketakutan.


"Lalu dengan semangat dia membuka lemari bajunya. Betapa kagetnya saat melihat anjingnya sudah terbunuh, tergantung dengan kedua tangannya yang terpotong.


Ternyata suara tetesan air itu adalah darah anjingnya. Lalu anak itu melihat secarik kertas, "Manusia juga bisa menjilat bukan," Selesai," kata Anemoi meniup lilinnya dan duduk kembali.


"HUWAAAAA SERAAAAMMM!!" Kata mereka semua bersamaan.


Eris memandang mereka dengan wajah datar 😑. Lalu melirik Arae yang kali ini sangat ketakutan juga.


"Kamu kan iblis," Eris mengingatkan.


"Ternyata akhirnya seram," kata Arae menenangkan dirinya.


Eris ingat bahwa Arae lebih menakutkan daripada psikopat dalam cerita. Apalagi Arae mampu melahap manusia sepenuhnya tanpa menyisakan ceceran darah atau bahkan tulang.


Bagaimana bisa dia malah takut mendengar cerita seram?

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2