
Eris menyaksikan peristiwa itu dari atas pohon. "Para ksatria Yunani berkumpul. Artemis, aku harus memeriksanya," kata Eris lalu menghilang.
Artemis yang masih ada dalam toko berbalik menatap pohon dimana Eris tadi berada lalu tersenyum misterius.
Eris lalu berada di kamarnya dan menghubungi Demos melalui bola kristalnya. Demos lagi-lagi tengah menggoda Dewi Aphrodite namun berakhir ditolak lagi.
Pager nya berbunyi dan melihat adiknya, Eris menghubunginya. "Aih, ada apa lagi sekarang?" Tanyanya lalu kembali ke kamarnya terbang melesat seperti jet ke hutan dan membuka cermin kristalnya.
"Eris, ada apa?" Tanyanya yang sedang duduk menyilang kan kedua kakinya.
"Kak, apa kakak bisa memeriksa kotak bola kehidupan ksatria?" Tanya Eris.
Demos menepuk dahinya, itu lagi itu lagi. "Kenapa lagi siiiih?" Tanya Demos yang malas sekali kalau harus teleportasi ke taman penuh peri itu.
"Aku ingin tahu apa ada bola kehidupan yang melarikan diri lagi? Karena di sini aku mencurigai seseorang," Kata Eris.
Demos lalu bangkit kalau benar ada yang hilang, mati dia! "OH NOOOO. Jangan lagi deh! Tunggu sebentar aku coba periksa," kata Demos.
Dia lalu menyentuh cerminnya dan komat kamit lalu dia berhadapan dengan penjaga sana dengan tampilan wajahnya yang berada dalam kristal.
"Hei, kalian apa ada penyusup?" Tanya Demos serius.
Mereka saling memeriksa. "Tidak ada, Pak," jawab keduanya bersamaan.
"Lalu apa kotak penyimpanan itu masih dengan jumlah yang sama. Sana periksa!" Suruh Demos agak bete.
Mereka berdua langsung ngacir memeriksa dan kembali lagi. "Aman, Pak," kata salah seorang sambil menghormat.
"Hmmm baiklah. Ah ya satu lagi," kata Demos.
"Ya, Pak?" Tanya mereka berdua.
"JANGAN PANGGIL AKU BAPAK LAGI!! KALIAN BUKAN ANAKKU. PAHAM!?!?" Seru Demos marah.
__ADS_1
"Lalu kami harus memanggil apa?" Tanya mereka.
"Mas saja atau Abang kek! Agak modern sedikit. Awas saja kalau kalian panggil aku Bapak, akan aku buat kalian tidak bisa punya anak!!" Kata Demos lalu menghilang.
Kedua penjaga itu ketakutan dan menjaga sesuatu yang berharga bagi mereka.
"Semua bola masih sama yah, kurang 2 biji sih," lapor Demos kemudian.
Eris lalu termenung dan menutup bola kristalnya membuat Demos meledak. Didatangi saat dirinya merayu Venus, lalu sekarang ditinggalkan begitu saja tanpa ada pertanyaan lain.
Eris mendengar betul bagaimana Artemis seperti meredam getaran listrik pada mereka semua. Apalagi saat melihat Ares yang meledak tadi, sepertinya dia mengetahui sesuatu. Kalau bukan bola kehidupan para ksatria keluar, lalu kenapa Artemis bisa menghilangkan kekuatan mereka?
Eris kemudian berjalan keluar kamar. "Aneh. Kalau Artemis bisa menghilangkannya. Apa dia punya kesadaran yang lain?" Tanyanya.
Arae melihat Eris yang tengah berpikir, tidak biasanya sahabatnya itu memikirkan sesuatu. Karena tidak mengetahui kehadirannya, Arae mengetuk meja kasir.
Eris kaget dan memandangi Arae.
"Bagaimana? Apa yang akan terjadi pada Yuri nanti?" Tanya Arae.
"Oh iya Demos masih saja mengejar Dewi Aphrodite ya?" Tanya Arae yang mengintip kamar Eris.
Kemudian mereka semua membicarakan soal Yuri untuk membodohi Aphrodite tidaklah semudah itu. Apalagi Thanatos pun posisinya lumayan sulit.
Mereka sudah tahu kalau Thanatos terpaksa melakukannya karena perintah dewi di tingkat atas.
Di tempat lain, Thanatos juga pusing setelah dirinya disuruh untuk menarik nyawa Yuri. Lalu muncullah seseorang di belakang dirinya dan Thanatos gembira menyambutnya.
"Sepertinya kamu sedang kesulitan," kata sosok itu yang berdiri di dalam cermin.
Mereka saling terhubung dengan cermin sama seperti Eris dan Demos. Sosok itu berdiri dengan setelan kemeja yang rapi dan memegang segelas wine.
"Temanku. Ya aku memang sedang dalam posisi sulit. Aku harus menarik paksa nyawa orang yang menjadi pegawai keponakanku. Aku bisa saja menariknya tapi keponakanku akan membunuhku," kata Thanatos menghela nafas.
__ADS_1
"HAHAHA kamu ini kan dewa kematian. Mana bisa mati semudah itu," kata sosok itu tertawa keras.
"Kamu tidak tahu sosok asli Eris. Meskipun dia masih seorang anak kecil, bila sudah mengeluarkan senjata atau berubah menjadi wujud aslinya, dia bisa menghancurkan dua dunia," kata Thanatos dengan serius.
Sosok itu terdiam. "Jadi dia sekuat itu?" Tanyanya meminum wine nya.
"Sewaktu aku berhasil mencekik pegawainya, Arae sudah menembakkan panah api serta Eris yang bersiap menusuk," kata Thanatos lalu duduk di lantai, diikuti oleh sosok itu.
"Hmmm bagaimana kalau cari pengganti saja? Jadi kamu akan sibuk mengantarkan rohnya dan bebas dari tugas dewi itu," kata sosok itu memberikan saran.
"Pengganti?" Tanya Thanatos menatap temannya.
Temannya mengangguk dan senyum. "Benar,"
"Ah, tapi kalau Eris tahu aku sampai mencari pengganti. Bisa menjadi masalah juga," kata Thanatos menatap langit rumahnya.
"Tenang, aku akan membantumu," kata sosok itu mengacungkan jempolnya lalu menghilang dari hadapan Thanatos.
Thanatos tersenyum lalu bangkit berdiri. "Baiklah, aku serahkan padamu. Artemis," kata Thanatos lalu menutup cermin itu.
Artemis ternyata bisa berhubungan dengan dunia kegelapan namun memang bukan sosok Artemis yang Ares dan Eris kenal.
Artemis adalah sosok manusia yang memiliki kekuatan tersembunyi sejak kecil. Artemis lalu keluar dari kantornya dan pulang ke rumah yang megah. Lalu memasuki kamarnya yang di lantai tiga menggunakan lift.
Dalam kamarnya yang luas dengan tatanan rapi yang sederhana, terdapat cermin besar yang dihadiahi oleh Thanatos. Cermin itu dia berikan sebagai alat komunikasi mereka karena aturannya iblis tidak boleh ada kontak dengan manusia.
Artemis seorang pengusaha emas dan berlian yang sangat sukses, sisinya adalah Baik dan Jahat tapi tentu tidak memiliki kepribadian Ganda.
Kamarnya penuh ornamen zodiak Gemini. Menurut Artemis kejahatan itu sangat menyenangkan dan menegangkan sedangkan kebaikan membosankan.
Dia berkomunikasi dengan Thanatos dan dewa dewi kegelapan lainnya tanpa sepengetahuan Raja dan Ratu. Mereka juga memuji kekuatannya yang sudah terlihat sejak usia lima tahun.
Artemis adalah sahabat Thanatos hubungan pertemanan mereka tentu dirahasiakan sangat rapi dan tertutup. Daei sahabatnya itulah Artemis menerima banyak informasi terkait Eris, Arae, Raven, Ella serta Yuri.
__ADS_1
Bersambung ...