
"Ne, koreha bako kara dashite ningyo no kokadesu ka? ( Hei, apa ini pengaruh boneka itu keluar dari kotak )?" Tanya Erika ketakutan.
"Ningyo ga Naoko no katachi o shite iru yo ni miemasu ( Sepertinya boneka itu mengambil wujud Naoko )," kata Kaoru berpikir kembali.
"Ima wa do? ( Bagaimana sekarang )?" Tanya Mina yang juga agak heran. Saat sadar ternyata Naoko yang dia lihat selalu berpindah tempat.
"Ningyo wa tada no ningyode wa nai yo ni mieru node chui ga hitsuyodesu ( Kita harus berhati-hati kelihatannya boneka itu memang bukan sembarang boneka )," Kata Sayoko merasakan tangannya agak dingin.
"*****Naze kare ga sumi ni oiyara reta no ka ga wakarimashita***** ( Sekarang kita jadi tahu kenapa dia diletakkan di pojok )," kata Naoko.
Sesaat mereka penuh tanda tanya dan merasa aneh, ketiga temannya saling berpandangan dan memutuskan untuk tidur saja. Mungkin mereka salah mengenali Naoko karena banyak pikiran apalagi tas empat temannya sampai ketinggalan.
Erika memutuskan unyuk tidur bersama Naoko karena ketakutan. Dia tidak mau saat bangun temannya berkurang jumlah. Naoko tidak keberatan. Akhirnya juga mereka memutuskan tidur bersama-sama.
"Naoko 3-ri ga hitori de oshaberi o shite iru to jikkan shimashita ( Naokk, aku sebenarnya sadar waktu mereka bertiga mengobrol sendiri )," kata Erika bersuara pelan saat lampu dimatikan dan tersisa beberapa cahaya menyinari kamar itu.
Naoko terkejut dia pikir hanya dirinya yang menganggap mereka semua aneh. "Nani? Nande iwanakatta no ( Apa? Kenapa kamu tidak bilang )?" Tanya Naoko memandang ke arah Erika.
"Ano mise kara ie ni kaetta nochi, nanika ga tsuite kita yodesu ( Aku takut sepertinya setelah kita pulang dari toko itu, ada sesuatu yang mengikuti kita )," kata Erika menaikkan selimutnya dan agak menangis.
Naoko terdiam mendengarnya, semoga saja teman lain mendengarnya juga. Dia memang merasakan ada yang salah dengan semuanya ternyata ada makhluk asing yang berwujud seperti dirinya.
Tengah malam Naoko bergeser ke kiri dan ke kanan, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kepikiran apa yang dikatakan Erika. Naoki memandang ke sebelahnya Erika sudah tidur dengan pulas. Naoko merasakan kehausan lalu memutuskan akan mengambil minum dari tempat petugas.
Karena takut tersandung, Naoko menyalakan lampu dan melihat ada 3 kasur yang kosong. Segera saja Naoko panik dan keluar kamar untuk memberitahukan petugas.
"A, nokoshite wa ikenai koto ni kansha shimasu ( Oh, syukurlah tidak jadi pergi )," kata Ibu penjaga penginapan melihat Naoko yang berlari menghampirinya.
Naoko keheranan kapan dia keluar kamar? Kan baru juga tadi itu juga mau mengambil air minum. Sebelum bisa bertanya, Ibu penjaga berkata lagi.
"Yonaka ni gaishutsu suruto taihen kikedesu ( Baguslah, kalau pergi tengah malam begini bahaya )," lanjut Ibu penjaga sambil meminum kopinya.
"E? Ano... sore wa nanidatta no? (Eh? Anu... apa tadi )?" Tanya Naoko kurang paham.
Ibu penjaga memandanginya dengan aneh juga. "Watashi wa anata no 2-ri no yujin o tsuresatta to kiite shokku o uketanode, watashi wa kinjimashita ( Tadi saya kaget mendengar kamu mengajak kedua temanmu pergi, makanya saya melarang )," katanya.
"Atashi? ( Saya )?" Tanya Naoko tidak yakin yang baru dia dengar.
Ibu penjaga mengangguk. "Tatoe aitemu ga nokotte ite mo, yoru wa gado sa remasen ( Biarpun ada barang yang tertinggal, kalau malam sudah tidak ada penjaga ). Kikendesu. Neru! Hayaku kurayami de saru ( Berbahaya. Cepat tidur! Besok berangkat pagi-pagi, kan )," kata Ibu penjaga lalu pergi memeriksa seluruh ruangan.
Naoko diam sebentar lalu bergegas kembali ke kamar. Saat dia mengambil air kan tidak bertemu siapapun, kalau begitu kapan mereka bertiga keluar kamar? Saat masuk dan memastikan lagi, tempat tidur Sayoko, Rei dan Mina ketiganya sedang tidur.
__ADS_1
Naoko merasa ketakutan ada yang menggantikan dirinya lalu menarik ketiga temannya. Untuk berjaga-jaga akhirnya Naoko memutuskan tidur di depan pintu.
Pagi menjelang, cahaya matahari membangunkan Naoko yang tertidur depan pintu. Kemudian Naoko membangunkan semua temannya lanjut ke Sayoko yang posisinya terlentang.
"Sayoko, mo 8-ji ni okite ( Sayoko, bangun ini audah jam 8 )," kata Naoko mengguncang badannya. Tapi Sayoko terus diam tidak bergerak, sedikit nafasnya bergerak.
"Sorehanandesuka? ( Ada apa )?" Tanya Kaoru yang sudah selesai mandi.
"Sayoko wa okitakunai. Kore wa do? ( Sayoko tidak mau bangun. Bagaimana ini )?" Tanya Naoko pada ketua mereka.
"Kino nani ka kowakattanode tsukareta no kami shiremasen ne ( Mungkin dia kelelahan karena kita kemarin mengalami sesuatu yang seram kan. Biarkan saja dulu )," kata Kaoru sudah lengkap dengan seragamnya dan membawa tas pikniknya.
"Kare ga satta toki, watashitachiha Nara ni ikimasuka ka? ( Kita mau ke Nara kan masa dia ditinggalkan )?" Tanya Sui agak keberatan juga.
Kaoru berpikir mau bagaimana lagi, Sayoko baru kali ini sulit dibangunkan. "Sensei ni tsutaemasu ( Kita beritahu guru saja )," menyarankan.
Mereka semua setuju dan meninggalkan Sayoko lalu memberikan kabar pada beberapa guru. Guru tersebut menyarankan ditinggal saja karena beberapa murid juga ada yang tidak bisa pergi karena waktu halangan mereka.
Pukul sepuluh mereka semua menaiki bus tanpa Sayoko. Disana mereka berfoto bersama, selfie, memberi makan burung atau makan bersama. Tidak lupa mereka memutuskan untuk membeli oleh-oleh Sayoko yang masih tertidur. Erika pun bergabung dengan kelas Naoko meskipun dia diajak bergabung dengan teman sekelasnya.
Sayoko tidak ikut tentu saja guru pun memberitahukan Ibu penjaga. Saat beliau mau membersihkan kamar, melihat Sayoko yang sama sekali tidak bergerak meski sudah dipanggil.
Karena penasaran, Ibu tersebut menghampiri kasurnya dan memegang tangan Sayoko. Kemudian menariknya dan wajah Sayoko sudah berubah pucat putih karena terkejut, Ibu penjaga keluar kamar sambil berlari.
"310-GOSHITSU NO KODOMO WA SUDENI. KOTTE IMASU. KARE WA S******H*********INDE IMASHITA***!
( ANAK YANG DI KAMAR 310 SUDAH TERBUJUR BEKU. DIA SUDAH MENINGGAL )!" Teriaknya panik dan ketakutan.
Para guru piket berlarian memasuki kamar Naoko lalu memeriksa Sayoko.
"Kare wa shinde imashita. Naoko ga mezameta toli ni kieta kanosei ga atta ( Dia sudah meninggal. Ada kemungkinan sudah pergi saat Naoko membangunkannya )," kata guru olahraga menunduk.
Semua yang hadir tidak bisa mempercayainya. Tubuh Sayoko sudah terlalu dingin dan mereka memutuskan untuk tidak membuat pengumuman sementara waktu sampai karyawisata ini selesai.
Pukul dua belas siang kegiatan di Nara telah selesai semuanya kembali ke dalam bus dan tertidur sejenak. Hanya Naoko, Kaoru dan Erika yang sulit tidur. Mereka saling menjaga takut ada yang kecolongan lagi.
Mereka turun dan menuju kamar masing-masing. Saat mencari Sayoko, kasurnya sudan rapi. Naoko serta yang lain bertanya pada guru piket yang tampaknya habis menangis.
"Sayoko wa ie ni kaeranakereba narimasen. Kinkyu no hitsuyo sei ga arimasu ( Sayoko harus pulang, ada keperluan mendesak )," kata guru piket itu menghapus air matanya.
"Sensei wa daujobudesuka? Sensei wa naite imashita ka? ( Ibu guru tidak apa-apa? Ibu guru habis menangis ya )?" Tanya Erika.
__ADS_1
"E e kanashi bangumi o mita dakedesu. Moshiwa kearimasen ( Ah iya baru menonton acara yang sedih. Maaf ya )," katanya menyembunyikan kenyataan.
"A, kare wa daijobudesu ( Oh, syukurlah dia tidak kenapa-kenapa )," kata Sui lega.
"Kino wa dokokarakitano? ( Kemarin kalian habis dari mana )?" Tanya guru itu mencari info.
"Sanpo sensei, o ten ni ittekimashite ( Kami jalan-jalan Bu guru dan mengunjungi sebuah toko )," Jelas Kaoru.
"Mise? ( Toko )?" Tanyanya.
"Ningyo ya sonotame, repoto no taitoru wa ningyo desu ( Toko boneka. Itulah kenapa laporan kami berjudul "Boneka" )," kata Kaoru.
"A, naruhodo. Kanryo suru made repoto no sagyo o tsudzukemasu ( Ah, begitu. Kerjakan terus laporannya sampai selesai )," kata guru itu tersenyum. Ternyata mereka tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan. Lantas kenapa Sayoko sampai meninggal, kemarin dia baik-baik saja.
"Wakarimashita, sensei! ( Baik, Bu guru )!" Kata mereka semua lalu memberikan hormat dan pergi.
Naoko lalu menceritakan soal tengah malam kemarin, dia agak cemas dengan mereka bertiga namun ternyata tidak ada yang terjadi. Mereka semua saling mendukung satu sama lain meskipun sekarang anggotanya berkurang satu.
Rencana untuk mengambil tas pun terlupakan begitu saja karena hari itu mereka tidak berurusan dengan tugas kelompok. Mereka memutuskan untuk bermain sejenak lalu dilanjutkan dengan berenang di pantai.
Naoko, Kaoru dan Erika berganti baju di dalam kamar lalu keluar sambil mengobrol. Baju renang mereka sudah pakai di dalam pakaian olahraga.
Ibu penjaga penginapan berpapasan dengan mereka dan memandang aneh. "Hontoni nagai kami no onnanoko wa imasu ka? ( Memangnya ada ya gadis berambut panjang itu )?" Tanyanya heran lalu berjalan.
Ibu penjaga melihat lagi karena tidak yakin dan memang mereka berempat tapi sepertinya tidak ada ada yang berambut panjang. "Naze watashi wa sore o mita nodesu ka? ( Kenapa aku baru lihat ya )?" Tanya Ibu itu berlalu begitu saja. Yang dia lihat kemarin, anak yang berbeda potongan rambutnya.
Di pantai mereka bermain pasir dan berenang. Kaoru dan Mina bermain bola pantai bersama anak kelas lain dengan ceria. Sui, Erika dan Rei balap berenang. Sedangkan Naoko rebahan karena lelah bermain.
Mina membawa kamera langsung saja Naoko memposisikan kameranya untuk memfoto kegiatan mereka disana. Saat bersiap memfoto yang sedang balap renang, Naoko melihat ada gadis lain di samping Erika yang menyoraki mereka berdua.
Naoko mengingat perasaan tadi tidak ada murid berambut panjang yang bergabung dengan mereka. Dia mungkin lupa lalu memfoto mereka lalu mengibaskan hasilnya.
Naoko melihat hasilnya gadis itu menatap lurus kepadanya dengan wajah yang mengerikan. Naoko melempar foto dan kameranya ke pasir. Mina melihat kelakuan Naoko lalu mendekatinya.
"*****Do shita nda, Naoko? Anata no kao ga kowai***** ( Ada apa, Naoko? Wajah kamu ketakutan )," kata Mina memulung kameranya.
Naoko ketakutan menunjuk ke hasil fotonya. "Sino shashin... nankahenda ( Foto itu... ada yang aneh )," katanya menutup wajahnya.
Mina lalu mengambil foto itu dan menatapnya. "Doko? Doshita hen'na no? Nani mo kimyona koto wa arimasen ( Mana? Aneh bagaimana sih? Tidak ada yang aneh kok )," katanya terdiam lalu dia menghitung. "Sui, Erika, Rei soredewa... kono onnanoko wa daredesu ka? ( Sui, Erika, Rei lalu... gadis ini siapa )?" Tanya Mina menatap Naoko.
"Sore ga watashi no iitai kotodesu! ( Itu maksudku )! Watashitachi no kurasu ya gurupu ni wa hontoni chohatsu no gakusei ga imasu ka? ( Memangnya ada murid berambut panjang di kelas kita atau kelompok )?" Tanya Naoko ketakutan.
__ADS_1
Bersambung ...