
Mingu pun tiba jesi sangat bahagia bukan karna hari itu dia akan beristirahat dari tugasnya melainkan karna dia akan pergi ke taman hiburan bersam seorang pria untuk pertama kalinya itu lah yg membuatnya sangat bahagia, Jesi kini tengah berdiri di depan cermin yg berukuran 5×6 cm yg bergantung di dinding kamar jesi ia mengunakan lipstik warna Merah jambu lalu di ombre setelah itu ia menebalkan warna alisnya setelah itu ia mengunakan maskara pada bulumatanya dan sedikit bedak.
"Selesai..." Jesi segera menyimpan nyimpan alat make upnya lalu ia segera mengambil tas selempangnya yg bermotif bunga-bunga, Lalu ia segera pergi pada saat ia keluar dari kamar tak sengaja dia bertemu Kristin, ia yg melihat gaya berpakaian Jesi yg tidak biasa langsung tersenyum melihat Jesi dari bawah sampai atas Telihat Jesi mengunkan kemeja putih dan jeans yg berwarna Light blue"Tumben amat cantik - cantik begini, mau kemana nih??"Jesi tersenyum "Mau ke temu ayang say" Kristin tertawa mendengar perkatan Jesi "Yg benar jes" Jesi tersenyum"Becanda tin, aku cuman mau ketemu teman waktu SMA."
Kristi tertawa" Emang kamu mau ketemuan di mana??"
__ADS_1
Jesi tersenyum "Kasaih tau gak yah??"
Keristin pun mendekat pada Jesi "Kasih tau lah, masak sahabat sendiri gak di kasih tau." Jesi terlihat malu malu dan dengan lantanya berkata "Taman hiburan, doakan aja semoga bisa dekat." Keristin tersenyum "Jes jadi elu udah nyerah ngejar kak Roy??".
Jesi terdiam lalu wajanya kembali sedih "Aku terlalu berharp tin, ku kira aku masih ada kesempatan tapi nyatanya gak, jika di masada depan ada orang yg kak Roy suka maka aku akan mendukungnya." Tiba tiba Jesi mengeluarkan air mata dan keristin mencoba menenagkanya,Tanpa mereka sadari Nyonya mereka diam daiam menguping pembicaraan mereka "Dasar Roy bodoh,gak ada bedanya sama bosnya. Udah di dekasih kesempatan bukanya bergerak malah menjauh,ni orang harus di beri pelajaran." Pada saat Windi berbalik , bertapa terkejutnya ia melihat Abraham di belakanya."Astaga Tuahan .Apa yg kamu lakukan di belakang ku, hampir saja jantung ku akan copot."
__ADS_1
Setelah cukup lama menagis di pelukan Kristin kini Jesi merasa tenag dan memutuskan untuk pergi "Keris aku pergi dulu..." Kristin hanya menganguk. Jesi segera keluar dari rumah dan di depan gerbang tak sengaja ia melihat mobil Roy lewat namun mobil Roy langdung masuk padalah Jesi berharap mobil itu akan berhenti tepat di depannya namun tidak. Sebuah angkot pun berhenti di depan Jesi, ia pun seger masuk ke dalam angkot tersebut.
Sesampai di depan Rumah Roy segera turun "Padahal minggu ini aku mau menghbiskan waktu untuk istirahat." Setelah menunggu cukup lama namun Windi dan Abraham belum muncul juga "Kenapa harus aku yg mengantar mereka,orang mereka punya supir sendiri di rumah."Pada saat Roy akan masuk ke dalam mobilnya saat itulah Windi dan Abraham kelihatan, Guma Roy dalam hati 'Baru aja mau pergi ,sekarang baru nongol.'
"Tuan nona mau saya antar ke mana??" Windi menjawab dengan singkat "Taman hiburan" Windi melihat sekeliling "Apa kamu tadi melihat Jesi." Roy dengan santai menjawab "Saya lihat, dia tadi sepertinya sedang menunggu angkot di depan." Abraham yg kesal dengan tinggkah laku istrinya "Sudahlah sayang mungkin belum Jodoh aja, biarin aja ." Windi menoleh pada suaminya "Tapi tetap aja, kita harus mencari tau." Windi pun menarik suaminya masuk ke dalam mobil, sedangkan Roy dengan terpakasa masuk dan menjalankan mobil pergi.
__ADS_1
Bersambung.....
Maaf baru hari ini Updetnya soalnya, saya tadinya berencana istirahat cuman seminggu tapi tiba tiba mental saya langsung dowen ada masalah pada kelurga saya dan lamgsung gak Updet lagi rasanya tiap hari gak ada gunanya dan sempat kepikiran untuk gak lanjut novelnya lagi dan bahkan lebih parahnya saya kepikiran bagai mana caranya M@*! tanpa ngerasa sakit tapi pada saat melihat komentar para pembaca serta ngeliat kedua orang tua saya saya kembali berusaha bangkit dari kondisi ini , Pelan pelan saya mencoba lagi untuk kuat dan saya berusaha berpikir positif dengan cara memikirkan cerita baru dan membuat Novel saya yg ke dua, ini saya lakukan supaya pikiran saya tidak hanya terus berpikir negatif dan saat ia sudah mendingan walau saya masih mengalami susah tidur. Terima kasih atas dukunganya selama ini jika tidak karna komen kalin yg membuat saya bisa kembali bangit dari keterpurukan saya, saya sangat sangat berterima kasih semoga hari hari kalian selalu bahagia Amin🙂.