Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 68.Tertangakap oleh Windi


__ADS_3

Tak sengaja melihat Anastasia yg terlihat bengeng Windi berinisyatif untuk menyapanya.


"Selamat siang ana..",sontak Anastasia tersadar dari lamunanya dan menoleh pada Windi.


Lalu ia menyembunyikan obat tadi,namun Windi yg cekatan dengan cepat mengambil obat itu dari Anastasia."Apa obat yg kau sembunyikan ini....",tiba tiba Windi terdiam ketika membaca nama obat tersebut,Anastasia pun langsung mengambil obat itu dari tangan Windi."Ana itu obat....".


"Kamu tidak mengerti Win aku harus",tiba tiba Abraham dan Bambang yg tengah duduk di dalam mendengar teriakan Windi dari dapur ,sontak mereka berlari ke dapaur ."Apa kamu mau mati !!,kamu kira setelah meminum obat itu anak itu akan keluar gitu aja!!...", Anasatasia hanya bisa menangis dan menggeleng."Apa kamu kira mengalami pendarahan 1-4 jam itu sebentar.Kalaok kamu mati bagai mana??".


"Maaf.. hik".


"Ada apa ini!!"Bambang segera memeluk Anastasia."Kak,bagai mana sih kamu ngurus wanita mu ini!!,kamu kira meminum obat aborsi seperti membalikan papan!!,kamu kira melakukan aborsi itu tidak beresiko!!!", Abaraham pun segera menghampiri Windi. "Udah udah sayang kita pulang aja",Abraham pun segera menarik Windi pergi.Sedangangkan Bambang yg mendengar perkataan Windi terdiam.Bambang perlahan melepas


pelukannya lalu memegang bahu Anastasia dan menatap matanya."Ana,apa yg di katakan Windi itu gak bener kan??",Anastasia hanya bisa menagis dan tanpa berbicara sepatah kata pun."Ana jawab aku sekarang!!!",Anastasia pun menepis kedua tangan Bamabang yg memegang pundaknya."Semua yg di katakan Windi itu benar...hik,aku memang ingin menggugurkan anak ini...hik".


"Kan sudah ribuan kali ku katakan aku akan bertanggung jawab tentang anak ini!!!".

__ADS_1


"Tapi aku tak pernah menginginkan anak ini!!!...hik".


"Oh...,jadi ini mau mu selama ini.Jika kau masih bersihkeras menggugurkan anak ini silahkan dan mulai detik ini kita putusaku tidak mau anak anak ku di masa memiliki seorang ibu yg tidak punya hati nurani seperti kamu."Bambang segera meninggalkan Anastasia dan menuju kamarnya dan mengambil dompet,jaket,dan kunci mobilnya.Anastasia sudah berusaha meminta maaf tapi Bambang tidak mempedulikanya dan tetap pergi,dan Anastasia hanya bisa meratapi ke salahanya.


Di rumah Windi yg masih kesal terus mengoceh sendiri dan bahkan Abraham yg mendengar ocehan Windi  sampai mengantuk."Sayang kamu dengar gak sih??".


"Iya".


"Kamu ikutan kesel gak sih waktu itu??".


"Gak.dari pada kamu ngoceh mulu lebih baik kamu urus aja acara kita malam ini,aku mau tidur ",Abraham pun segera menuju kasaur sedangkan Windi dengan perasaan kesal pergi ke dapur untuk memeriksa persiapan.


"Siang Jes".


"Nona ada apa??".

__ADS_1


"Aku mau memeriksa persiapan nanti malam.".


"Tenag saja nona semua sudah siap".


"Bagai mana dengan winnya??".


"Bukamya Win yg di gudang masih banyak,tuan sejak menikah sama nona jarang minum yg begitu.dulu hampir tiap hari minum mulu".


"Ya kan beda,waktu itu dia belum nikah ,walau dia menikah denganku atau menikah dengan wanita lain mungkin akan tetap berhenti minum.Lagain minum munum gak baik bagi kesehatan ya juga".


"Mungkin saja nona".


"Kalok gitu aku bantu Keristin dan yg lainya mendekor di pingir kolam aja".


"Oh iya itu aja yg belum selesai nona".

__ADS_1


"Kalom gitu aku ke sana"Windi pun segera pergi.


Bersambung....


__ADS_2