Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 77.Melihat bintang


__ADS_3

Malam ini Windi sedang asik melihat bintang dari balkon kamar mereka tiba-tiba Abraham datang lalu memeluknya dari belakang." Sayang apa yg kamu lakukan malam-malam lihat di luar begini??".


"Aku sedang melihat bintang dan bulan" Abraham bingung "Emang apa indahnya melihat bintang dan bulan??" Windi terkejut "Sayang kamu gak tau sebearapa indanya meliat bintang dan bulan pada saat malam hari??" Abraham menggeleng "Astaga naga, hidup di jaman apa kamu sih??".


"Tentu saja di zaman moderen,emang istri ku ini hidup di zaman apa" Windi yg kesal "Aku hidup di zaman purba" Abraham tertawa. "Sekarang coba kau lihat bintang,jika kamu melihat bintang jatuh kamu harus cepat cepat memberi permintaan".


"Apa kamu percaya mitos" Windi menoleh pada Abraham "Terserah aku lah mau percaya atau tidak" Abraham tertawa "Ada yg ngambek ni..".


"Emang siapa yg ngambek??" Abraham tersenyum "Kalok kamu melihat bintang jatuh,apa permintaan mu" Windi terdiam lalau memikirkan apa yg ia mau. "Aku mau tetap hidup." Tanpa kata itu lah yg keluar dari mulut Windi.


Abraham terkejut "Apa maksudnya tetap hidup" Windi pun sadar dari lamunanya "Oh bukan apa apa,ayo sekarang kita masuk. Di luar cuacanya sudah mulai dingin." Mereka berdua pun bersama sama masuk ke dalam kamar.


******

__ADS_1


Di rumag sakit,'Kini Bambang sedang asik menyup makanan ke mulut Anastasia.'


Tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan kedua orang tua Anastasia." Papa....", ayah Anastasia datang dengan wajah diam namuan terlihat raut wajah bersalah dari wajahnya.


Ibu Anastasia berlari menghampiri Bambang lalu memegang wajah Bambang yg memar"Astaga apa wajah tampan mu terluka" tiba tiba ayah Anasasia berbicara. "Maaf. Seharusnya aku mendengarkan penjelasan mu lebih jelas waktu itu, aku malah menghakimi mu".


Bambang tersenyum "Gak apa kok pa, Bambang mengerti pada saat itu emosi papa tidak setabil dan sulit berpikir jernih Apa lagi di tinggal satu asatunya putra papa dengan istri pertama Papa yg sudah tiada."


Ayah Anasatasia terlihat seperti menahan tangisnya "Iya kau benar".


Anasatsaia segera turan dari ranjang dan menghampiri mereka di ikuti ibunya,lalu mereka berpelukan.


*****

__ADS_1


Jesi yg sedang menikmari pemandangan malam hari sambial memainkan hpnya tiba-tiba sebuah pesan masuk."Hay, ini Jesi kan??", Jesi kebingungan "Iya,emang ini saiapa yah??". Tiba tiba pesan itu masauk lagi"Aku Rudi kurniawan ,kita dulu sekelas pas SMA." Jesi terkejut.


'Guma Jesi'


Rudi kurniawan ,bukanya dia ketua gengan tawuran di sekolah waktu dulu, dari mana dia tau no aku.


"Kamu pasti bingung di mana aku mendapat no mu.." belum sempat menanyakan Rudi sudah tau apa yg Jesi pikirkan. "Iya.." tiba tiba sebuah pesan kembali masauk "Aku mendapa no mu teman ku, tapi dia sudah di penjara dan mungkin kamu mengenalnya."


Jesi berpikir sejenak siapa peria yg pernah di berinya no hp, tiba tiba sebuah nama terlintas di pikran Jesi."Mungkinkan Andra..." Jesi sanat terkejut.


Ia segera memberi pesan pada Rudi "Maaf aku mau off dulu,soalnya sudah mengantuk." Setelah pesan Jesi di baca ,Rudi memberi pesan lagi "Oke, selamat tidur." Dan Jesia hanya membalas "Ya.." lalu segera mematikan hpnya dan pergi Rudi tersenyum ketika melihat pesan Jesia dan pada saat hpnya di matika terlihat foto profil hp Rudi ialah Foto Jesi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2