Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 184. Kode


__ADS_3

Di meja makan windi Kembali bertanya pada Abraham karna penasaran "Tadi kamu buru buru keluar kamar mau ke mana, kamu menutup pintu dengan terlalu keras untung saja anak-anak tidak sedang tidur." Abraham sempat terhenti dalam aktifitasnya jika di ingat ingat momen itu sangat memalukan, masak dia berpikir istrinya dan anaknya meninggalkanya padahal istrinya dan anaknya berada di kamar mandi yg sama sekali tak terpikirkan untuk di periksa Abraham dan peria itu bukanya menjawab ia malah kembali bertanya "itu..., pakian kamu di lemari kok berkurang emang kemana??" Windi menatap bingung suaminya "Pakian ku sebagianya di cuci lah, emang kenapa sayang" ketika windi mengatakan hal itu baru terpikir kan oleh Abraham ia tak memikir dengan logikanya waktu itu dan langsung berpikir bahwa windi meninggalknya abraham berpikir alasan apa yg akan ia berikan pada istrinya, setelh berpikir sebentar tiba tiba sebuah jawaban terlintas di pikiranya, Abraham menjawab windi  "Oh benarkah, tidak aku hanya bertanya apa bajuku juga ikut di cuci??" Windi yg mendengar hal itu paham dengan apa yg di katakan suaminya lalu menjawab "Iya, tadi aku suruh juga mereka mencuci pakian mu." Sedangkan Jeri yg menyimak perkataan dua orang yang ada di depanya, mulai sedikit tak percaya karna tidak biasanya tuanya bertanya soal bajunya ikutan di cuci atau tidak karna setaunya tuanya itu tak suka basa-basi.


Guma Jeri dalam hati 'Gak bisanya tuan bertanya hal basa-basi begini tuan tipenya suka berbicara masalah pekerjaan atau bisnis, apa tuan menyembunyikan sesuatu pada nona, ini tak bisa di biarkan nona harus tau apa yg peria kulkas 4 pintu ini sembunyikan.' Jeri langsung beraksi "Tuan , kenapa anda tumben hari ini membahas hal seperti itu, bukanya tuan tak suka membahas hal seperti itu tuan biasanya tuan Abraham biasanya membahas hal yg lebih serius seperti pekerjaan atau bisnis." Abraham yg mendengar perkataan jeri sontak menoleh pada peria itu namun jeri terlihat cuek pada tuanya dan tetap menatap nonanya karna ia mau tau respon wanita itu, sedangkan windi yg mendengar perkataan jeri tadi mulai berpikir lagi sejujurnya apa yg di katakan jeri benar abaraham kadang akan membahas masalah bisnis atau pekerjaan namun tidak sering jika di samping windi dan orang yg lebih banyak bicara dan bertanya di meja makan adalah windi namun perkataan Jeri tadi tak sepenuhnya salah, lalu windi langsung menoleh pada Abraham suaminya dan peria itu juga ikut menoleh terlihat rawut kekewatiran dari wajah Abraham lalu windi mulai berbicara.

__ADS_1


"Suami ku memang kadang suka bicara soal pekerjaan dan bisnis pada ku namun itu sangat jarang sekali jika kami berdua tapi aku gak tau kalok suamiku bersama kalin namun jika dia bersama ku yg paling aktif berbicara atau bertanya itu aku ,jadi menurutku apa yg anda katakan tadi adalah hal yg biasa." Seketika jeri terkejut mendengar jawaban windi ia sebenarnya bukan bermaksut bertanya tapi maksud sebenarnya dia adalah memberi kode pada windi bahwa abrham menutupi sesuatu padanya dan ia sangat tak menyangka windi tak mengerti dengan kodenya "Buakan itu maksud ku..." belum selesai jeri berbicara suara Abraham langsung menyela dan  membuatnya terdiam "Ehemm..., jeri sebaiknya kamu harus cepat-cepat meminum kopimu itu sebelum dingin.." jeri menoleh pada Abraham yg terlihat menatapnya dengan tajam dan peria itu hanya bisa menelan air liurnya saking takutnya ia melihat tuanya setelah berbicara mereka kembali makan dan terjadi keheningan lagi dan Abraham terlihat senag karna kebohonganya tak ketahun di hadapan istrinya dan ia sangat bersyukur memiliki istri yg tak terlau pintar seperti windi karna ketika di beri kode ia tidak mengerti jadi rahasainya aman namun itu Sisi positifnya kalu sisi negatifnya oarangnya akan berbicara hal yg tidak nyambung ketika di tanya karna tak memperhatikan yg membuat kita harus menjelaskan  hal itu ribuan kali baru dia akan mengerti.


Setelah makan mereka kembali ke kamar untuk bersiap-siap karna hari ini Abraham berencana akan pergi jalan-jalan bersama keluarga kecilnya sedangkan Jeri dan Zefano juga seperti itu namun tempat yg akan mereka pergi berbeda tempat, yg pertama mandi adalah Abraham  sedangkan windi memilih pakian untuk suaminya sambilan mengawasi anaknya "Hari ini bagusnya paki baju apa yah??" Windi pun memilih Sweater Turtleneck berwarna abu abu dengan celana chino Hitam juag dan sepatu sneakers berwarna putih  dan untuk luarnya abram mengunakan jas berwarna biru yg khusus musim dingian sedangkan windi menyiapkan

__ADS_1


Setelah mereka selesai berganti mereka berdua segera bersiap-siap banyak barang yg mereka bawa seperti pakian ganti untuk si kembar ada juga popok, minyak Angin, ASI yg sudah di bungkus dan di bekukan di dalam kulkas, botol susu, empeng dan banyak lagi, ini lah susahnya ketika sudah memiliki anak akan banyak barang yg harus disiapkan ketika berpergian, pada saat mereka ke bawah Windi bertemu dengan Zefano dan Jeri lalu windi langsung menyapa mereka "Wah udah pada ganteng ganteng gini mau jalan ke mana??" Jeri dengan semangnya menjawab "Diman banyak gadis berada di situlah kami berada." Windi tersenyum mendenhgar jawaban Jeri "Mau cari yg bule ni, emang di negara sediri gak ada." Jeri menjawab windi "Ah.. di negara kita ada cuman aku mau cari yg berbeda, betul gak Ze." Tak ada jawabn dari Zefano lalu windi mengajak mereka "Kalok gitu kita pergi barenggan aja." Jeri yg mendengar hal itu senang namum tidak dengan Abraham yg terlihat menatap sinis Jeri dari belakang windi, yg membuat mental peria itu langsung menciut dan yg menjawab windi yaitu zefano "Lain kali saja nona, karna kami akan pergi ke banyak tempat dan mungkin lebih baik kami mengendarai mobil sendiri." Windi mendengar hal itu mengangguk mengerti lalu mereka bersama sama keluar dan menaiki mobik masing masing dan yg diluan berangkat adalah Jeri dan Zefano yg tidak memiliki barang banyak dan dari belakang windi dan Abraham.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2