Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 164.Kedatangan Lisa


__ADS_3

Keesoknya pagi-pagi mereka sarapan di meja makan sedangkan Si kembar masih tidur di Stroller dan setelah sarapan selesai Simon diluan membuka pembicaraan "Tuan Abraham apa boleh saya pulang diluan??" Abraham yg mendengar hal itu bertanya alasanya papa "Untuk apa??" Simon menjawabnya "Keponakan ku baru memberitau bawa kakak ku dia baru di ceraikan suaminya dan aku dengar dari keponakan ku juga kalu dia berapa hari ini sering sakit-sakitan jadi aku mau menjenguknya." Windi yg mendengar hal itu kasaihan pada kakaknya simon "Kalok gitu pulang lah, dan temanilah dia." Simon yg mendengar hal itu senag dan Abraham pun mulai berbicara "Kapan kamu akan pergi??" Simon menjawabnya "Aku akan pergi sekarang, karna aku takut bandara akan tutup jika aku pergi besok karna hari ini saja saljunya di perkirakan akan turun lagi, jadi aku mengantisipasi saja makanya aku mau pergi seakrang." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Kenapa dadakan sekali , jadi kita belum siap oleh-oleh untuk kamu bawa pada mereka." Simon tersenyum "Gak usah repot repot nona nanti di bandra saja aku cari oleh-oleh untuk mereka, kalok gitu aku permisi dulu.." pada saat Simon bangkit dari duduknya windi langsung menahanya "Tunggu sebenatar simon."

__ADS_1


Windi memeriksa kantung celananya namun tak ada barang yg ia cari ia kembali memeriksa kantung suaminya dan ia menemukan apa yg ia cari pada saat ia ambil ia membuka dompet tersebut "Kasih 20 atau 25 sayang??" Abraham menjawab "Kasih saja semua lembar uangnya itu." Windi pun mengambil semua uang tersebut yg jika di totalkan semuanya adalah 500 Dolar, lalu menghampiri Simon dan memberikan uang tersebut "Ini uang buat kamu beli oleh-oleh buat kakak mu dan keponakan mu." Simon sangat berterima kasih pada Windi dan Abraham, setelah itu ia pun segera pergi windi kembali duduk di kursinya "Astaga kasian sekali kakaknya, aku jadi penasaran seperti apa wajah kakaknya hinga dengan teganya suaminya meningalkanya. Papa pernah lihat gak mukaknya kayak mana??" Abraham menjawab menggingat ingat seperti apa wajah Kakak Simon "Kalok menurut ku dia tidak jelek-jelek amat untuk wanita seusia dia karna jarang ada wanita usia 40 lebih yg wajahnya tidak berkerut." Windi yg mendengar hal itu penasaran lagi seperti apa suami yg tega menceraikanya "Bagai mana dengan suaminya." Abraham mengingat-ingat "Kalok gak salah suainya seorang pengusaha dan usianya sudah 50 lebih..." tiba-tiba ia terdiam ia baru ingat bahwa peria yg ia temui di Restoran cepat saji tadi suaminya kakak simon yg mengemis ngemis pada Lisa waktu itu.

__ADS_1


Windi yg melihat suaminya yg tiba-tiba diam langsung menegurnya "Papa kok diam sih..." Abraham langsung terbangun dari lamaunanya "Maaf.." windi pun langsung bangkit dari duduknya lalu ia mengumpulakan piring yg kotor dan di bawa ke dapur untuk di cuci, sedangkan Adam yg melihat hal itu mengikutinya dari belakang setelah itu memeluk Windi dari belakang sedangkan Wanita itu sedang sibuk mencuci piring Abraham mencium aroma tubuhnya "Berhenti mengganggu ku, kamu lihat saja anak mu." Abraham menjawabnya "Mereka masih tidur, jadi ini kesempatan ku untuk menggoda mama mereka"Windi menghela napas pelan baru saja dia ingin bicara suara tangis anaknya langsung menghentikanya "Tu kan, sekarang kamu lanjut cuci pirinya aku mau melihat mereka." Windi segera mencuci tanganya lalu di lap pada sebuah kayin setelah itu ia menghampiri kedua anaknya, untungnya yg menagis hanya kakanya dan Windi langsung menyusuinya sedangkan Abraham menghabiskan cuci pirinya, windi menarik Strollernya ke ruang tamu lalu diuduk di Sofa sambil menonton TV tak lama Abraham datang dengan tangan yg basah lalu mencolek pipi anaknya dengan jari telunjuknya dan anak itu terlihat terkejut ketika terkena tangan ayahnya yg dingin lalu membuka matanya sedangakan windi yg melihat hal itu langsung memukul Abraham "Papa, jahil amat sih sama kak." Abraham tertawa tak lama anak itu selesai menyusui dan ia terlihat menguap "Astaga anak mama ganteng amat sih.." Abraham dengan sombongnya menjawab Windi "Siapa lagi kalok bukan Abraham putra yg membantu kamu mencetak anak ganteng begini, kalok sama peria lain mana ada mukaknya seganteng ini." Windi menatap suaminya "Emag kamu ganteng??" Abraham yg mendengar hal itu terkejut "Eamang selama ini kamu melihat ku seperti apa??" Windi dengan santai menjawab "Biasa aja tuh."

__ADS_1


lisa dengan sobongnya menatap Windi "Walau kamu berhasil memiliki anak dengan Abraham, tapi bukan berarti kamu akan memiliki ya seutuhnya, karna kamu itu hanya wanita yg ia guankan untuk betsenag seang dan jika sudah tak butuh dia bisa menendang mu dan dia juga dapat dengan mudah mendapat hak asuh anak mu itu." Ketima windi mendengar kata kata hatinya tiba-tiba menjadi sesak namun ia berusaha menutupinya karan ia ingin mengusir wanita itu dan Abraham yg mendengar hal itu berusaha menengkan istrinya "Sayang jangan percaya wanita itu dia hanya berbicara sembarangan saja." Abraham pun menyuruh pria yg ada di sampingnya itu untuk mengusirnya "Sekarang kamu tarik wanita ini keluar dari rumah ku.." peria tadi pun menyeret paksa gadis ia berapa kali ia berterik untuk di lepaslan namun ia masih terus di tarik setelah kepergianya hanya ada keheningan dan Windi kembali ke Sofa dan Abraham mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2