
Pada saat windi keluar dari kamar tak sengaja ia meliht suaminya yg tertidur di sofa, ia menghampiri suaminya itu lalu duduk di sampingnya dan merangkul tanganya lalu mengaitkan tanya sontak Abraham terbangun lalu menatap istrinya "Apa mimpi mu indah ??" Windi menatap suaminya "Mimpi ku sangat indah, ku kira kamu sudah pulang." Abraham membalas perkataan windi "Mana bisa aku pulang jika tak bersama istri keci ku yg manis ini." Abraham mengelus pipi istrinya pelan.
Tiba-tiba dari dapur Ella datang dan tanpa sengaja melihat momen itu, abraham yg sadar menoleh pada Ella begitu juga dengan Windi dan Ella hanya bisa tersenyum untuk menutupi perasaan terkejutnya , Windi yg sadar Ella sedang menggendong putranya sontak berdiri dari duduknya "Eh tante Ella,Windi mau gendong sebentar boleh gak??" Ella menjawab "Boleh ,dia ini kalok melihat orang baru masih takut." Windi menjawab "Tenag saja tante, aku pasti bisa mengatasainya." Windi pun menghampiri Ella lalu menggendongnya "Oh ya kak namanya siapa??" Ella menjawab "Lucas." Windi terlihat bahagia menggendonya. Tak lama kemudia Dimas datang ia yg melihat putranya bersama windi "Eh mumpung ,Luc sama Windi kamu bantu mama di dapur sana, aku mau keluar sebentar membeli mentega." Ella hanya menjawab "Iya , nanti hati-hati di jalan." Dimas menggangguk pelan lalu tersenyum menatap Windi dan abraham lalu pergi.
__ADS_1
"Win kamu jaga Luc sebentar yah,aku mau bantu mama sebentar di dapur." Windi menggangguk , lalu Ella pun segera ke dapur sedangkan windi kembali duduk di samping suaminya "Sayang lihat dia sangat imut sekali " Abraham menatap balita itu, terlihat dari wajah anak itu walau mereka masih baru baginya namun tidak membuatnya takut, abraham menyentuh pipinya yg cabi "Wh dia imut sekali." Windi berbicara "Apa kamu mau coba gendong??" Abraham menatap istrinya "Emang boleh." Windi tersenyum "Boleh lah,emang siapa yg gak boleh kan." Windi pun menyerahkan Lucas pada sauminya, dengan senag hati Abraham menerimanya namun karna ini pertama kalinya untuknya ia masik kaku dan belum bisa menggendonya sambil berjalan-jalan "Nanti jangan pegang lenganya, dia tadi baru di imunisasi."
Abraham menggangguk ia begitu senang menggendongnya "Tak ku sangka menggendong anak yg masih belita senteng ini." Windi menjawab "Tentu saja karna mereka masih kecil, beda kalok balitanya seusia ku pasti berat." Abraham menatap istrinya "Aku tidak sabar menanti Si kembar lahir." Windi tersenyum "Bersabarlah Enam bulan lagi, kamu juga akan bisa menggendong si kecil." Abraham pun kembali menyerahkan Lucas pada Istrinya "Eh ada apa lagi ??." Abraham menjawab "Aku mau melihatnya " abraham melihat hidung kecil dan imut itu lalu menyentuhnya "Hindung nya Kecil sekali, aku rasanya ingain mencubitnya." Windi tersenyum , abraham pun memberikan jari tunjuknya ke tangan Lucas lalu di peganya "Dia tidak takurt sama sekai, biasanya kalok anak-anak melihat wajahku mereka pasti akan langsung menagis."
__ADS_1
Windi tertawa "Tentu saja, karna kamu itu orangnya suka pemaksaan dalam tersenyum, udah tau seram maih di paksa. Sayang ,coba kamu bermaim denganya dia pasti suka." Abraham meantap istrinya "Bermain sepertia apa." Windi menjawab "Bermain apa aja yg penting ia suka." Abraham pernah melihat Roy bermain bersama seorang anak ia menutup wajahnya lalu membukanya lagi, abraham pun mencoba melakukan hal yang sama "Ciluk........ ba." Seketika wajah Balita itu berubah seperti ingin menangis abraham yg melihat hal itu panik dan justru hal itu yg membuat tangis anak tadi tidak jadi dan malah tertawa melihat abaraham yg panik, abraham yg melihat hal itu tersenyum "Eh dia malah tertawa, apa kamu senag melihat ku panik begini.." Windi yg melihat hal itu tak bisa menahan senyum bahagianya karna momen itu sangat berati baginya, kini suaminya keras keapla dan pemarah itu mulai bisa mengontrol Emosinya.
Saya minta maaf, karna banyak Yg mengeluh kata-katanya typo karna saya sendiri pun sebagai autor juga binggung, saya ketika membuat cerita bisa saya baca berkali-kali sebelum up tapi masih aja ada yg kecolongan typonya, saya jadi gak tau harus berbuatapa . Saya terkadang ketika membuat cerita pada saat ingin menekan huruf A yg ketekan huruf S saya gak tau kenapa bisa terjadi tapi itu terjadi bukan hanya pada saat saya mengetik tapi juga menulis😅 dan saya di perotes ini bukn perama kalinya tapi udah berkali-kali, mungkin nanti saya akan mencoba memeriksa mata saya .
__ADS_1
Sekali lagi saya mohon maaf pada para pembaca yg kesulitan membaca cerita saya karna Typo akan saya usahan untuk memperbaikinya lagi supaya bisa di baca dengan baik, dan nyaman🙏🏻
Dan untuk up yg kali ini, kalok ada masih yg Typonya komen yah biar saya bisa tau salah saya di mananya🤗❤
__ADS_1