Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 57.Menolong Bambang


__ADS_3

Setelah sarapan Windi mengantar Abraham ke luar."Sayang hati hati yah".


"Iya iya,perasan udah tiga kali kamu ngomong gitu pas kita sarapan"


"Gak papa lah,itu tandanya aku sayang kamu"


Tiba tiba terdengar suara hp Windi.


Windi pun segera menjawab telfontadi,"Halo kak"Dan yg di dengar Windi suara sese orang yg nafasnya tidak setabil dan terdengar sekilas kata 'Tolong'."Sayang ayo kita cepat ke ruamh kak Bambang" .


"Buat apa???".


"Cepat ini penting".Windi dan Abraham pun segera masuk ke dalam mobil BMW milik Abraham Dengan kecepatan tingi mereka ke perumahan dimana Bambang tingal yg tidak jauh dari tempat mereka Setelah sampai mereka segera berlari ke depan ruamah tersebut,"Apa ini benar sayang??,Pintunya di tutup sayang??",Dengan wajah yg sangat kawatir"Benar kah,coba kamu dobrak sayng..."


"Bailah".


Pada saat Abraham mendobrak Windu juga menelfon Ambulan,Pada saat pintu sudah terbuka Windi segera masuk dan mencari Bambang di kamarnya dan terlihat Bambang yg terbaring dengan terengah engar karna kesulitan bernapas Abraham dan Windi pun segera mengahmpiri Bambang lalu Windi pun membaringkan kepala Bambang ke pahanya lalu mereka berdua mencoba mengajak Bambang untuk tenag dan pelan pelan mengambil napas ,Bambang perlahan sudah bisa bernapas ambulan pun sampai lalu ia pun langsung di beri pertolongan pertama setelah itu dia dilarikan ke ruamah sakit.


"Syukur lah rumah kita dekat".


"Sepertinya aku harus mengantar mu pulang dulu".


"Aku naik taxsi aja".


"Gak,itu gak aman".


"Tapi entar kamu telat".


"Orang aku bosnya".

__ADS_1


"Yaudah antar depan gerbang aja".


"Iya sayang".Abraham pun segera mengantar Windi pulang setelah itu ia segera ke kantor.


Di kantor Roy sibuk memeriksa berkas yg begitu banyak ,tak lama kemudian Abraham sampai.


Roy yg melihat kedatangan Abraham menjadi lega.


'Guma Roy dalam hati'


Untung kali ini dia tidak libur lagi,kalok tidak aku bisa mati hanya karna memeriksa berkas berkas ini.


Roy segera berdiri lalu menghampiri Abraham.


"Selamat pagi tuan".


"Pagi Roy".


"Ya ,buatkan aku secangkir kopi ".


"Baik tuan".Roy pun segera pergi ,lalu Abraham segera memeriksa berkas tersebut satu persatuTak lama kemudian Roy datang dengan membawa kopi Abraham lalu di taruhnya di meja kerjanya."Tuan, setelah menikah lebih lambat masauk"Abraham langsung menatap tajam Roy."Datang jam 7 pagi itu telat???".


"Tentu tidak tuan...,bukanya tuan dulu selalu darang ke kantor jam 6 pagi ".


"Itu dulu,setelah menikah aku selalu ada kesibukan di pagi hari ,Oh iya apa kamu bersahabat dengan peria berwajah jelek yg bernama Bambang itu??".


'Guma Roy dalam hati'


Jelek dari mana ,mukak ganteng gitu kok di bilang jelek.

__ADS_1


"Malah bengong....".


"Maaf tuan.Ya saya mengenalnya,dia angota baru para Wibu ".


"Saya tidak tanya dia Wibu atau tidak karna saya gak peduli".


"Lalu apa yg ingin anda sampaikan".


"Dia masuk rumah sakit".


"Apa!!!!!".


"Aku mau kamu menjenguknya dan jika Windi datang dan terlihat ingin menyentuh peria jelek itu jangan biarkan begitu juga dengan mu...... "


'Guma Roy dalam hati'


Begini nih orang yg gak iklas kasih infomasi Masak anak buahnya ngejenguk temanya pasti di suruh ada ada aja syaratnya.


"Jangan sampai pada saat aku pulang aku mencium bau parfum peria pada istriku,maka gaji mu sebulan akan ku potong"


'Guma Roy dalam hati'


Memang yah kalok orang yg udah bucin begini yah.


"Kamu mengerti??".


"Ya tuan".


"Sekarang kamu boleh pergi".Roy pun segera keluar dari ruangan Abraham.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2