Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 209.CCTV


__ADS_3

diruangan CEO pada saat waktu makan siang abraham memutuskan untuk memakan bekal dari istrinya pada saat ia membuka kotak bekal tersebut ia melihat berberpa daging, sayur, dan buah ia tersenyum melihat isi bekal tersebut "Sepertinya ini sangat enak. " Abraham mengambil sendok dari dalam tas bekalnya lalu mulai makan, ia terlihat sangat menikmati semua makanan tersebut "Memang kalok dia yg masak pasti rasanya selalu enak, rasanya aku ingin menambah lagi. " tak butuh waktu lama bekal itu sudah habis dan abraham segera meminum minuman dari botol yg windi sudah isi dari rumah untuk suaminya "Sepertinya aku harus mengirimkan foto padanya, bukti bawa makanannya sudah habis." lalu abraham pun mulai mengambil gambar kotak bekalnya yg kosong lalu langsung di kirimkan pada istrinya " Sayang makanan mu sangat enak, aku harap nanti pulang kamu memasak lagi karna aku sangat ingin memakan masakan mu lagi🥰. "Sedangkan Windi langsung membaca pesan dari suaminya, ia tersenyum membaca pesan tersebut lalu mengirim pesan balasan " Apa sih hal yg tidak bisa aku lakukan untuk suami ku tercinta😘. " Dan abraham yg membaca pesan itu menjadi sangat gembira dan bersemangat, ia segera merapikan kota bekalnya lalu ia membuka laptopnya "Sekarang mari kita fokus untuk bekerja. " abraham pun mulai bekerja.

__ADS_1


Sedangkan di kantor mario,Zefano, jeri mulai memeriksa CCTV  kantor pada saat rekaman CCTV itu di putar tak ada pergerakan yg mencurigakan terjadi lalu zefano menolak pada mario "Bagai mana komandan?? " mario menjawab "Walu tak ada yg mencurigakan kita harus tetap waspada, aku harap 2 orang yg kita tugaskan untuk memata-matin dia dari dekat tidak ketahun. " Zefano menjawab "Tenang saja komandan, orang-orang yg aku pilih adalah orang-orang yg pintar dan berbakat jadi anda tak perlu hawatir. " mario menjawab "Bukan karna itu, tapi kamu tau sendiri kevin itu sangat cerdik. Zefano terdiam memang kehawatiran mario itu tidak salah karna dulu mereka membuatnya menyerah saja membutuhkan waktu berbulan bulan " Saya mengerti ketakutan tuan mario, tapi kita harus tetap percaya pada mereka. "Tiba tiba terdengar suara jeri " Bagai mana kita pantau dia dari CCTV yg ada di sekitar rumahnya?? " Mario dan Zefano menoleh pada Jeri, lalu mario sedikit berfikir "Boleh juga.. " jeri begitu bahagia lalu ia mengambil tas ranselnya lalu mengeluarkan laptopnya setelah itu ia mulai mencari lokasinya. Banyak CCTV yg ada di sekitar situ lalu ia mulai meretas satu yg kebetulan ada di apartemen samping rumahnya yg kebetulan menghadap pada jalan tapi rumah Kevin masih terlihat, di gambar itu terlihat Kevin yg berbaring di balon kamarnya sambil mainkan hpnya dan ia hanya mengenakan celana dan bagian atasnya terlihat .

__ADS_1


Jeri yg melihat hal itu begitu jengkel "Sok cool sekali dia, jangan karna kotak perut mu ada 8 sehingga kamu bisa sombong. " sedangkan mario dan Zefano memperhatikan gerak geriknya, Zefano pun berbicara"Sepertinya tak ada yg mencurigakan. " tiba tiba terlihat kevin yg mendapat telfon entah dari siapa karna peria itu terlihat menekan sesuatu di layar hpnya lalu is langsung mendekatkan hpnya pada telinganya dan tak lama kemudian panggilan itu berakhir lalu ia nenoleh pada CCTV tetangga nya yg berada di pelapon pinggir rumah tersebut lalu tersenyum dan seketika Zefano, jeri, dan mario terdiam lalu peria itu seperti mengisyaratkan dengan membentuk tanganya dengan gaya tembakan setelah itu gambar pada CCTV itu pun menghilang yg membuat mereka terkejut lalu Jeri langsung memeriksa apa yg sebenarnya terjadi rupanya berapa menit yg lalu CCTV kantor mereka di retas namun karna mereka sibuk mencari lokasi yg bagus jadi mereka kecolongan dan ia segera mengambil alih kembali CCTV kantor dari peretas itu, mario terlihat sangat kesal "Sial, kita kecolongan. ". Sedangkan di rumah Kevin peria itu tersenyum " Jeri.. jeri..., kamu tak pernah belajar dari kesalahan masa lalu. " peria itu meraih rokoknya lalu memasukan sedikit ujung rokok itu ke dalam mulutnya lalu ia pun menyalakan rokok tersebut, ia menghisap sedikit lalu menghembuskannya ke luar dan menjepitnya antara jari tengah dan jari telunjuknya "Siksa mereka, kalok bisa sampai mati pun aku tak masalah. " di dalam kamarnya terdapat dua orang yg di ikat dan matanya di tutup kain hitam dan di sekitar mereka terdapat 6 orang berjas hitam yg terlihat sepertinya terluka dan mereka bersama sama menjawab "Baik tuan." lalu mereka pun segera pergi dengan menyeret dua orang tadi, di situ wajah Kevin begitu dingin "tak ku sangka kamu sampai melakukan hal ini abraham putra, kamu kira aku akan menyerah begitu saja." Kevin tersenyum lalu ia pun tertawa.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2