
"Apa yang mereka katakan yah nona??".
"Mereka kasian sekali...".
"Apa non sudah selesai sepertinya acaranya akan di mulai".
"Baiklah ayo",pada saat mereka akan pergi tiba tiba terdengar lagi suara orang tadi,kali ini suara mereka seperti kembali memohon pada dokter tadi."Aku lebih baik di marahi Abraham atau di hukumnya dari pada aku menghiraukan orang yg sngat membutuhkan bantunku",Windi pun berbalik menghmpiri dokter tadi dan mengatakan bahwa dia yg akan membayar semua biyaya oprasinya sotak peria tadi terkejut Setelah dokter itu pergi Windi pun segera membayar semua biyaya oprasi tadi.
"Kalin cari mobil yg bisa kita sewakan untuk ke tempat acara".
"Kami beremat nona".
"Yaiyalah siapa lagi,biar cepat " .
"Baiklah nona"Keempat bodyguar tadi pun langsung pergi sedangkan Windi dan Jesi memutuskan untuk duduk ke kursi tungu tiba-tiba peria tadi menghampiri mereka dan berterima kasih dalam bahas Inggris yg membut Jesi tidak mengerti apa yg dia ucapkan namun Windi terlihat mengerti apa yg dia ucapkan tiba terliht Windi yg mengganguk lalu peria tadi memperhatikan Windi,Lalu kembali berbicara tiba tiba experesi Windi yg awalnya tersenyum kini ia terlihat berusaha untuk tersenyum."Terima kasih tuan".Lelaki tadi pun mengguk "Semoga kelurga mu akan terus di berkati tuhan".Lalu lelaki tadi pun pergi ,Jesi yg kepo pun menoleh ke arah Windi"Apa yg barusan kalin bicarakan nona??".
__ADS_1
"Dia hnya datang untuk berterimkasih".
"Oh,jadi seperti itu".para bodyguar itu pun kembali dan mengabarkan bahawa mereka menemukan seorang pria yg mau mengantar mereka dengan mobilnya lalu mereka segera pergi,Di jalan karna terdapat pelang polisi dan terlihat banyak kerumunan orang di sana.
"Sepertinya terjadi kecelakaan, coba kau periksa dulu Jesi",Jesi pun pergi memeriksa sedangkan Windi tengah sibuk mengusap usap perutnya tiba tiba pintu mobilitu pun terbuka dan memperlihatkan abraham ,lalau mereka semua pun turun.
"Seperti itu ceritanya",Windi teresenyum,namun Simon merasa senyuman itu bukan senyuman kebahagian tapi senyuman paksaan."Nona Windi ,bisa kita bicara berdua saja aku merasa tergangu disini".Abraham yg peka apa maksud Simon langsung menatap tajam simon."Ayo, kebetulan aku juga ingin mengengenal mu nona Simon lebih dalam", Windi pun segera berdiri namun di tahan Abraham,Windi pun menoleh ke arah Abraham lalu meyakinkanya.Setelah yakin Windi pun segera pergi baersama Simon ke kamar.
mereka pun duduk di kursi yg berada di dalam kamar."Sepertinya ada sesuatu yg kamu tutupi??".
"Aa...pa maksud kakak Simon??".
"Aa..ku tidak mengerti apa yg kakak maksud"
Windi memncoba mengalihkan padangannya supaya dia tidak ketahuan berbohong."Tenag saja aku pandai menupi rahasia karna terlihat dari wajahmu dan tingkah laku mu saat bercerita tadi".
__ADS_1
"Kakak ada ada aja sih,aku gak menyembunyin apa pun kok kakak".
"Apa yg di katakan peria tadi itu pada mu??".
"Dia cuman berterima kasih kakak".
"Tapi dia melihat wajah mu,apa dia meramal kamu???".
"Dari mana kakak tau".
"Tentu saja, terkadang ada sesorang yg bisa meramal masa depan dengan melihat wajah karna aku salah satunya".
"Apa kakak bisa meramal masa depan!!!".
"Tentu saja bisa ,kaerna aku dulu orang yg pernag meramal suami mu yg keras kepala itu".
__ADS_1
"Apa kakak pernah meramal suami ku....".
Bersambung.......