Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 208.Marah


__ADS_3

Abraham terlihat sangat marah "Dasar peria tak tau malu, apa dia tidak puas membuat kegaduhan di perusahan ku dan sekarang yg ia ganggu adalah istri ku, aku takan kembiarkan hal ini terjadi pada keluarga kecil aku, Aku akan membuatnya merasakan akibatnya karna berani mengusik abraham putra." Abrham turun dari ranjang lalu membawa hp tersebut ke luarĀ  kamar sedangkan windi setelah menyusui anaknya ia memutuskan untuk membawa mereka ke kamar mereka saja karna ia tak mau bolak bailik "Sayang bisakah kamu tolong aku membawa anak anak ke sebelah.." namun tak ada jawaban lalu Windi mencob menenggok rupanya peria itu sudah tak ada "Dia ke mana??" Sedangkan abraham ia pergi ke luar rumah lalu ia menelfon Kevin melalui media sosial istrinya dan tak butuh waktu lama panggilan itu langsung di jawab dan terdengar suara dari hp "Halo.." Abraham semakin tak bisa di menahan amarnya lagi ia sangat marah dan rasanya ingin sekali ia mendatangi peria itu di rumahnya lalu mencekiknya hingga tiada "Apa maksud mu mengirim pesan pada istri ku, apa kamu belum puas setelah membuat kegaduhan di perusahan ku.!!!"

__ADS_1


Di rumah Kevin kini peria itu tengah duduk di teras kamarnya dan ia yg mendengar suara Abraham lantas melirik hpnya sebentar hpnya "Ku kira ini Windi, rupanya ini adalah Abraham putra." Ia pum kembali mendekatkan hpnya pada telinganya "Aku hanya menyapa istri mu, apa itu salah lagi pula masalah perusahan tak perlu di bawa ke kehidupan perbadi bukan."abraham semakin terbawa emosi "Dasar peria gila, apa kamu kira masalah perusahaan tidak separah itu sehingga harus di bawa ke kehidupan peribadi!!, dua tahun hal itu terjadi yg membuat ku selalu sibuk dan menyebabkan aku harus keluar masuk rumah sakit apa itu menurutmu tak pantas untuk di permasalahkan!!!" Kevin tersenyum dan dengan santai menjawab "Santai sedikit kawan jangan terlalu emosi takutnya kamu darah tinggi, ingat kamu masih punya istri dan dua anak yg harus kamu beri makan." Abraham dengan kasar bericara "Diam ku!!,ku katakan sekali lagi pada mu jangan pernah kamu menyentuh istri atau anak ku dengan tangan busuk mu itu, jika kamu masih sayang kedua tangan mu mu itu lebih baik kamu diam seperti anak yg baik, aku bisa saja memotongnya kapan pun aku mau!!" Bukanya takut Kevin malah tertawa "Hahahah, benarkah lalu kenapa selama 2 tahun ini kamu tidak memotongnya ya saja??" Abraham yg masih terbakar dengan Amarah berbicara "Diam kamu sialan!!" Kevin menjauhkan hpnya dari telinganya lalu ia pun mematikan hapnya "Dasar berisik, apa dia tak bisa berbicara dengan halus sedikit." Peria itu menaruh hpnya di meja yg ada di depanya lalu ia pun mengambil satu batang rokok lalu memasukan sedikit ujung rokok itu ke dalam mulutnya lalu ia pun menyalakan ia menyedot sedikit lalu menghebuskanya asapnya keluar sedangkan rokoknya ia jepitkan di atara jari telunjuk dan tengahnya, ia tersenyum menatap langit"Semakin susah mendekat pada mu semakin aku bersemangat untuk mendekat pada mu windi."

__ADS_1


"Halo.., halo!!" Abraham melirik hpanya rupanya pangilnya sudah berakhir "sialan." Abraham mengacak acak rambutnya karna kesal ia memutuskan untuk kembali ke kamar walau perasanya kini sedang sangat marah namun pada saat ia membuka pintu kamar ruapnya kamar itu sudah di matikan lampunya pertanda istrinya sudah tidur ia pun mendekat dan ia melihat istri dan kedua anaknya yg sedang tidur seketika amarahnya langsung menghilang "Kenapa rasnya aku merasa tenang ketika melihat mereka tidur." Abraham tersenyum "Selamat tidur keluarga kecil ku." Abraham menaiki ranjang lalu mencium kening istrina setelah itu ia beralih mencium kedua anaknya setelah selesai ia segera memposisikan tubuhnya untuk tidur dan ia teringat percakapanya dengan kevin barusan, ia berguma dalam hati 'Awas saja kamu kevin, jika kamu berani menganggu kelurga kecil ku maka aku takan segan segannya untuk membunuh mu.' Lalu Abraham pun memutuskan untuk menutup matanya dan ia pun langsung tidur.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Abraham segera ke ruanganya dan melihat Jeri, simon dan Mario yg duduk di sofa ruanganya dan ketika mereka sadar kedatangan Abraham mereka langsung bangkit dan memberi hormat, Abraham menjawab "Sudah,sekaran kalian duduk karna ada yg ingin aku bicarakan" abraham segera duduk ke bangkunya sedangkan Zefano ikut duduk dengan yg lainya dan yg mulai membuka pembicaran adalah Jeri"Tuan meminta kamu datang untuk apa??" Abraham mulai berbicara "Kevin jonatan kembali berulah."belum selesai Abraham berbicara ia sudah di sela Jeri "Apa maksud tuan, peria sok tampan itu kembali berulah.." zefano yg ada di seamping Jeri langsung memukul kepala jeri dari belakang "Dasar bodoh, tuan belum selesai bicara."Jeri memegang kepalanya yg di pukul "Maaf kan aku, aku hanya terkejut dan reflek menyela tuan." Abraham menghela napas pelan lalu kembali bicara "Tapi kali ini dia mendekati istri ku, ku tak tau apa yg ia inginkan dari istriku yg jelas pasti niatnya itu pasti jahat."mario mulai berberbicara "Apa kita perlu menjaga nona demgan ketat." Abraham menjawab "lebih baik simon saja yg menjaga istri ku, karna jika terlalu banyak istri ku akan risih, karna aku pernah meminta berberap Bodyguard untuk menjaganya dan ia mengeluh pada ku, dan juga jika simon yg menjaga lebih baik karna kevin takam curiga. Sebelum kita tau niat jahat peria itu lebih biak kita waspada dulu, periksa seluruh kariawan di kantor dan awasi juga pergerakannya aku tak mau melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya." Mereka bersama berbicara "Baik tuan." Lalu mereka pun mulai menyusun rencana untuk mengawasi kevin.

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2