Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 102.Berkelahi


__ADS_3

Setelah kepergian Jesi ,Roy sengaja menunggu di luar Karna ia masih ingin berbicara dengan Jesi Benar saja tak lama kemudian Jesi keluar namun dengan seorang peria Roy segera menghampiri pujaan hatinya itu, "Jesi..." perkatan Roy terhenti saat mengetahui orang yg bersama Jesia adalah Rudi6 Guma Roy dalam hati 'Tak ku sangaka ternaya Bajingan ini rupanya.' Jesi sama sekali tidak mau melihat Roy dan hanya bersembunyi di belakang Rudi "Siang Roy, lama tidak berjumpa." Roy terlihat sangat marah "Minggirlah, aku mu bicara berdua dengan Jesi." Pada saat tangan Roy akan memegang tangan Jesi dengan cepatnya Rudi menepis tangan Roy.

__ADS_1


"Maaf Roy, tapi wanita ku tidak ingin di ganggu oleh mu." Rudi pun menaap tajam Roy, sedangkan Jesi yg mendengar kata 'Wanita ku' dari mulut Rudi terkejut Roy yg kesal langsung menarik kerah baju Rudi sontak para pejalan yg melewati mereka sontak berhenti pada saat mengetahua ada dua orang peria akan bertengkar,Jesi yg melihat hal itu langsung berusaha melerai mereka, "Kak Roy , berhenti, jangan menyakiti kak Rudi." Roy yg sudah terlanjur terbakar api cemburu langsung menghajar Rudi dengan sebuah pukulan yg tepat pada pipi kananya Rudi sampai terlihat memerah.

__ADS_1


Sontak para mengunjung yg melihat hal itu langsung melerai mereka namun Rudi juga tidak terima kitika mendapat satu pukulan dari Roy lalu membalasnya dengan satu pukulan tepat pada pipi kanan Roy namun pukulan itu sangat keras sehingga membuat cairan  darah keluar dari mulut Roy, Jesi yg melihat hal itu langsung terkejut lalu ia menenangkan Rudi, " Kak udah udah, Kak Roy gak senagaja tolong jangan lagi kak." Rudi yg mendengar ucapan Jesi mulai bethenti.

__ADS_1


Rudi sangat terkejut pada saat tanganya di pegang oleh Jesi lalu di tarik pergi dari kerumunan setekah cukup jauh mereka berhenti dan Jesi terlihat terengah engah karna  lelah "Kenapa..." Jesi menoleh pada Rudi "Kenapa Apa??" Rudi menoleh pada tanganya yg masih di pegang erat oleh Jesi. Ia yg sadar langsung melepas pegangan tanganya wajahnya terlihat memerah dan ia pun mengalihkan pandanya "Maaf aku tak sengaja " Rudi tersenyum "Tidak papa, ngomong ngomong kenapa kamu menarik ku tadi??" Jesi terdiam sebentar, setelah cukup lama terdiam ia pun berbicara "Aku hawatir.." Rudi terkejut "Apa Hawatir??" Jesi pun melanjutkan perkatanya "Aku takut ,jika nanti kalain kembali bertengkan lalu kalian di bawa ke kantor polisi ,Aku takut itu terjadi pada kak Rudi cuman karan menolong ku." Rudi tersenyum  "Kamu tak perlu hawatir, aku akan melakukan segalanya untuk mu, Apa pun yg membuat mu tidak nyaman aku pasti akan menjaga mu." Jesi tersenyum lalu di balas Rudi setelah itu Mereka pun memutuskan melanjutkan Jalan jalan mereka.

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2