
Roy yg kesal karna Jesi berhasil kabur bersama Rudi, Roy pun mutuskan untuk menunggu di parkiran mobil berharap dua sejoli itu lewat namun sampai Abraham dan Windi datang mereka belum muncul juga dan dengan terpaksa ia mengantar tuan dan nonanya pulang,sesampai di rumah ia masih tetap sama juga Jesi belum kembali Roy pun menunggu Jesi di ruang tamu hingga jam menunjuk pukul 7 malam baru Jesi pulang ia sangat lelah dan sangat ingin langsung berbaring di kasurnya yg empuk
__ADS_1
Roy yg melihat kedatangan Jedi langsung menghampirinya Jesi yg terkejut karna kedatangan Roy, "Astaga, apa yg kau lakukan selarut ini??" Roy tidak mempedulikan Jesi ia langsung menariknya Jesi berusaha menahan namun gagal tarikan Roy yg kuat menarik paksa Jesi mereka berjalan ke taman belakang rumah Abraham Rumah Abraham yg besar miliki taman belakang rumah yg sangat luas, tempat biasanya untuk bermain Golf.Cengkraman tangan Roy sakim membuat Jesi kesakitan dan merintih, "Awawaw.., pelan pelan kak Roy tangan Jesi sakit." Setelah cukup jauh Roy berhenti dan melepas cengkraman tanganya, "Kamu dari mana saja, kenapa baru sekrang pulangnya??" Jesi yg kesakitan masih memegang tanya yg sakit, "Emang apa urusanya dengan kak Roy, dari tadi sibuk ngurus urusan saya," Roy berbicara "Saya ini...." tiba tiba perkataan Roy terhenti, perlahan Jesi menitihkan air mata, "Kak Roy jahat, Jesi benci pada kak Roy hik..." jesi langsung pergi meninggalkan Roy
__ADS_1
Sedangkan Roy meratapi kepergian Jesi dengan perasaan yg campur aduk antara kesal cemburu dan rasa besalah tanpa ia sadari dari balkon lantai tiga rumah itu Windi dan Abraham yg tengah menikmati udara segar di malam hari menyaksikan kejadian itu, walau tak mendengar apa yg mereka bicarakan, "Wah..wah..wah, dari gelagat Jesi tadi mungkinkah Roy di tolak??" Abraham menatap istrinya, "Kita ke balkon untuk mencari angin bukan untuk kepo urusan orang." Windi langsung membalas perkataan Abraham, "Gak papa lah sayang,kita juga harus sekali kali julit sama orang, biar mulut kita ada geraknya gitu, gak mingkem aja." Abraham yg kesal berbicara, "Terserah kamu aja, aku mau ke dalam". Windi yg melihat suaminya pergi memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.Waktu menunjuk pukul 23.35 malam Roy ada di rumah Abraham dan saat ini ia sedang ada di ruang tamu tiba-tiba terdengar suara lift yg terbuka Abraham keluar dengan hanya menggunkan bathrobe ia membawa satu botol win ia menghampiri Roy yg masih terjaga di raung tamu Abraham duduk di banggku yg ada di depan Roy lalu menaruh win tadi di depan Roy,"Ini minum , dan jika kamu butuh gelas ambil sendiri di dapaur." Roy tersenyum kaku, "Tak perlu gelas, seperti ini saja sudah bagus." Roy buka penutup botol Win tersebut lalu segera meneguknya,
__ADS_1
Abraham berdiri dari duduknya lalu di lamparnya sebuah kunci pada Roy dan di tangkap oleh Roy, "Istirahatlah dulu, tidak baik bergadang di malam hari, Jangan kamu kira aku menghawatirkan mu , aku hanya tidak mau pekerjan menumpuk di kantor, hanya karna masalah wanita." Abraham pun langsung pergi, Sesampai di dalam kamar terlihat Windi yg masih belum tidur dan masih asik memainkan hpnya, "Belum tidur sayang??" Windi mematikan hpmya lalu di taruh ke meja yg ada di pinggir ranjang, "Gak bisa tidur, kamu sih habis main langsung ke luar gak nemanin istri tidur dulu." Abraham menghampiri istrinya lalu mencium keninya, "Maaf.." Windi tersenyum, "Kita lanjut." Abraham menjepit hidung istrinya itu, "Gak, besok aku ada rapat , lain kali lagi saja." Windi yg mendengar hal itu menjadi kesal, dan langsung memalingkan tubuhnya agar tidak melihat suaminya itu, abraham yg melihat hal itu terkekah pelan melihat tinggkah laku istrinya itu , lalu ia pun membujuk istrinya dengan memeluknya dari belakang dan membiskan sesuatu ke telinganya yg membuat telinga Windi berubah merah, dan membalikan padanya lalu memeluk suaminya "Ayo kita tidur." Abraham tersenyum lalu mereka berdua pun seger tidur.
__ADS_1
Bersambung.......
__ADS_1