Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 193.Action Figure


__ADS_3

Di kantor Roy tak berhenti mentertawakan tuanya yg sebenarnya niatnya Abraham untuk curuhat malah jadi bahan tawa untuk roy "Hahahah, astaga tuan..." Abraham menatap kesal Roy "Ya, memang sangat lucu kalok mentertawakan atasan. Ku potong gaji mu baru tau." Roy langsung menghentikan tawanya "Janganlah Tuan Abraham mask gaji saya mau di potong nanti istri dan mama saya mau saya kasih makan apa??" Abraham menjawab "Suruh aja mereka makan batu sama kayu biar mertua mu nanti datang dan langsung mengambil putrinya dari mu baru kamu tau." Roy menjawab bosnya "Jangan gitu lagi tuan Abarham sekarang apa yg ada perlu bisa saya bantu yg penting jangan gaji saya jangan di potonglah." Abraham menghela napas pelan lalu menjawab "Aku gak akan mengulangi cerita ku kembali tapi yg jelas bagai mana menenangkan wanita yg sedang datang bulan." Roy kembali bertanya "Wah ternyata kita beda yah di rumah kalok istri ku sedang datang bulan dia bukan suka marah, marah sering manja sama aku, tapi tak ku sangka nona malah marah-marah." Abraham menjawab "Sepertinya pada saat awal nikah aku pernah tau dia kengalami datang bulan tapi pada saat itu kami tak terlalu dekat jadi aku gak tau kalok wanita datang bulan itu galak, namun pas dia sudah melahirkan sikembar dan berjalan berapa bulan dia mulai sering marah-marah dan aku tau pada saat mariam mengatakanya pada ku."

__ADS_1


Roy berpikir sejenak "Tuan kalok kadang ada wanita ketika datang bulan kepengen marah aja tapi kalok masanya sudah lewat ia gak akan lagi marah-marah, oh tuan apa nona sering bergadang??" Abaham bertanya "Emang kenapa??" Roy menjawab "Siapa tau nona seperti tuan waktu dulu, karna kurang tidur jadi jika merasa ada yg salah dikit di depan mata pasti langsung marah." Abraham terdiam ia kembali berpikir mungkin ia kadang bergadang juga menjaga anak tapi istrinya lebish sering dan bahkan setelah anaknya berusia 4 bukan ia sudah jarang mengurus karna banyak kerjaan jadi Windi sering memintanya untuk diluan untuk tidur "Itu bisa jadi." Akhurnya Roy tau apa yg jadi masalah "Kalok gitu, nanti pulang tuan belikan sesuatu yg nona suka."abraham menolah pada Roy "Lalu apa, dia nanti marah jika aku membeli barsng mahal dan jika aku membeli makanan nanti ia malah akan menyindir ku kalok dia akan tambah gendut memaknya. Aku bingung harus kadih apa??" Roy tersenyu aku tau satu yg tak mungkin bisa nona tolok jika tuan berikan dia pasati akan sangat senag." Abraham bertanya "Apa itu..."

__ADS_1


Di sebuh kafe roy dan abraham jadi pusat perhatian lantaran mereka membawa barang yg mereka beli yaitu action figure "Untuk apa kamu masih membawanya kan bisa langsung di taruh saja di mobil ."Roy menjawab "Karna saya juga mau minum kopi tuan, bukan hanya anda yg haus saya juga."Abraham menatap tajam Roy "Tapi action figurenya gak usah di bawa juga kalik." Roy hanya tersenyum lalu Abraham pun segera memesan "Americanonya 2 yah." Wanita itu mengangguk lalu Abrham pun segera membayar dan Abraham pun berbicara "Oh iya Roy lusa persiapkan diri mu karna kita akan berangkat ke jepang." Roy dengan binggung menjawab "Untuk apa tuan lagi pula tak ada masalah di sana." Abraham menatap sinis Roy "Apa kamu tak mendengar aku bertelfonan dengan siapa tadi sore."Roy menggeleng "Waktu tuan Abraham telfonan kan saya juga di telfonan dengan istri saya." Abraham semakin kesal "Sudahlah,Pokoknya kita akan pergi lusa nanti dan ia akan mengirim suarnya malam ini nanti jangan lupa memeriksanya." Roy menajwab "Tuan bagai mana kalok aku mengajak istri ku, sekalian pergi hanimundi sana." Abaham menjawab "Terserah kamu aja." tak lama kopi mereka datang dan mereka segera pergi.

__ADS_1


Abraham tersenyum pada istrinya "Apa kamu sudah gak marah lagi..."Windi menggeleng sambil memainkan hpnya lalu abraham kembali bertanya "Apa kamu gak makan juga sayang." Windi menggeleng lalu menoleh pada suminya "Tadi habis kasih makan anak anak aku langsung makan , apa pekerjaan di kantor banyak sehinga kamu pulang baru jam segini??"Abraham menggeleng "Gak kok, oh iya lusa nanti aku akan berangkat ke jepang kamu mau ikut gak??."windi terlihat menyungutkan bibirnya "Aku mau ikut, tapi susah kalok bawa anak berpergian terus takutnya nanti mereka gak nyaman." Abraham menghela napas pelan "Jadi kamu gak ikut??"Windi mengangguk, abraham berpikir mungkin lebih baik ia memanfaatkan dua malam ini utuk bisa menghabiskan waktu bersama istri pada saat ia akan berbicara tiba tiba perkataanya terhenti karna suara para  bodyguardnya yg membawa action figure yg ia beli tadi dan Windi yg melihat hal itu begitu bahagia "Sayang apa itu action figure??" Abraham mengangguk pelan, windi menutup mulutnya tak percaya matanya terlihat berbinar-binar ia menghampiri barang tersebut dan ia melihat gambarnya "Astaga ini action figure gambar hisoka." Windi terlihat sangat bahagia mendapatkanya dan Abraham tak jadi melanjutkan kata-katanya dan guamanya dalam hati 'Malam esok masih ada, jadi biarkan malam ini dia bahagia dengan apa yg ia suka setidaknya nanti hal ini yg akan aku rindukan nanti di sana, walau kami hanya akan berpisah berapa hari saja.' Abraham tersenyum melihat reaksi istrinya itu.

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2