
Windi sampai sore menemani Abraham di kantor dan kini saat ya mereka pulang . Di perjalanan di dalam mobil Windi meminta untuk mampir ke suah restoran Ramen terkenal. "Sayang kamu benar mau makan malamnya Ramen?" Windi tersenyum "iya Sayang...".
Mereka pun segera turun dan pada saat masuk di dalam sangat penuh dan hanya tersisa satu meja dengan empat kursi mereka berdua pun duduk di sana. Seorang wanita pun datang lalu mereka pun memesan yg ingin mereka makan setelah selesai wanita itu pun pergi,Tak lama kemudia dua peria datang, mereka melihat Windi dan Abraham dari kejauhan lalu menghampiri mereka. "Permisi apakah saya dan tuan saya boleh duduk di depan nona dan tuan??" Pada saat Windi dan Abraham menoleh pada mereka.
Bertapa terkejutnya Abraham melihat saingan bisnisnya sedankan Windi langsung berdiri "Kak Robet ini kamu kan??". Robet tersenyum " Lama tidak bertemu, sekarang kamu sudah besar".
Windi membalas senyuman Robet "Oh iya kak, kenalin ini sumi Windi" Windi meloh pada Abraham sambil tersenyum, tanpa Windi sadari pada saat dia menoleh pada Abraham wajah Robet menjadi dingin.
Abraham yg melihat hal itu langsung memukul meja dan semua orang yg makan di sana lantai menoleh ke meja mereka "Sayang ada apa??". Mata Abraham masih melihat Robet "Ayo kita pergi makan ke tempat lain".
"Sayang aku gak mau, aku mau di sini. Aku juga baru bertemu kak Robet jadi aku masih mau ngomong ngomong sama dia." Wajah Windi terlihat memohon pada Abraham. Dengan kesal Abraham kembali dudul di ikuti Windi." Ayo kak, duduk di depan".
__ADS_1
Robet tersenyum lalu duduk di depan Windi dan Rudi duduk di depan Abraham." Kak setelah 13 tahun tidak bertemu bagai mana hubungan kak dengan keluraga kakak ?" Robet tersenyum "Setelah papman ku kembali dari Rusia,keluarga ku semakin harmonis".
Wajah Abraham sangat marah ketika mendengan Robet terus berbicra dengan Windi , seorang wanita datang dan memberikan pesanan Windi dan Abraham."Kalok untuk tuan Robet dan tuan Rudi , anda ingin memesan apa??".
"Kami pesan yg bisa" setelah mencatat wanita tadi langsung pergi "Emang kak sering ke sini??".
"Iya kami, serig makan di sini, apakah ini pertama kalinya kamu makan di sini??" Windi tersenyum lalu menganguk "Aku dengar Ramen di sini enak enak jadi aku memutuskan untuk mencoba".
"Aku yakin kamu gak akan nyesel mencoba Ramen di sini". Windi tersenyum " Aku percaya selera kak Robet gak mungkin salah. " Windi lalu menoleh pada Abraham "Sayang aku ke kamar mandi dulu, kamu ngomong aja sama kak Robet, dari pada kamu diam aja" Windi segera berdiri dari dudunya lalu pergi.
"Apa kamu yg mengirimkan amplok itu dan apa kah kamu juga yg membunuh tukang paket itu" terpancar senyum dari bibir Robet,Abraham yg kesal langsung menarik kerah Robet dan semua orang yg di sana melihat mereka.
__ADS_1
Dengan suara yg kecil Rudi berbicara"Tuan Abaham lepaskan tangan ada dari tuan saya, atau anda mau saya bunuh istri anda sekarang"
Abraham yg kesal langsung melepas tarikanya lalu kembali duduk.
" Apa tuan tidak papa??" Robet tersenyum "Aku tidak papa,kamu bayar makananya setelah itu kita pergi. Terlalu lama melihat wajanya membuat ku muak". Abraham yg kesal langsung menatap sinis pada Ronet.
Rudi segera pergi membayar, tak lama kemuduan Windi datang "Bagai mana, apakah kak Robet dan suamiku sudah berbicara" tiba tiba sifat Robet yg dingin berubag 360° "Banyak sekali yg kami bicarak tadi".
"Tuan sudah" Windi bingung "Apanya yg sudah??" Robet tersenyum" Aku mau pulang, sepertinya aku ada kerjaan sedikit ".
"Kalok gitu hati hati yah kak".
__ADS_1
Robet hanya menagguk dan langsung pergi. Di dalam mobil Robet melepas jasnya lalu melongarkan dasinya,"Kita ke markas, aku sedangan ingin menghajar sesuatu" wajah Robet berubah dingin Rudi yg mengengerti langsung membawa Robet ke markas mereka.
Bersambung....