Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 119.Penyusup


__ADS_3

Abraham mengeluarkan sesuatu dari kantunya lalu menaruhnya di meja, "Pada saat aku dan istriku membuka Album lama miliknya kami menemukan ini." Simon menggambil Foto tadi lalu menagamatinya "Apa ini nona tuan?, wah tak ku sangka pacar nona dulu lebih tua darinya tapi sangat tampan dan nona di sini terlihat bahagia." Abraham yg mendengar hala itu menatap sinis bodyguardnya itu, sedangkan simon yg sadar langsung terdiam dan Roy yg sadar situasi saat ini mulai canggung berusaha mencairkannya ia menggambil Foto tadi dari simon lalu ikut menagamatinya"Baiklah kita masuk ke topik uatamanya, jadia apa keanehan dari Foto ini tuan." Roy memperlihatkan Foto tadi "Di Foto ini buakan hanya ada nona Windi tapi juga ada istri dari Riski dan seorang peria di tengah mereka entah siapa." Abraham menghela napas pelan lalu berbicara "Apa kamu bodoh atau buta,  peria yg ada di tengah mereka itu adalah Robet." Roy yg mendengar hal itu terkejut lalu kembali melihat gambar tadi, simon juga di buat terkejut lalu berbicara "Jadi maksud tuan Robet itu mantan Nona Windi."


Tiba-tiba suasana menjadi hening dan atmosfer mulai berubah menjadi panas Abraham mulai merasa kesal karna tingkah bodoh Simon,sedangkan Roy menepuk jidatnya pelan, simon seperti orang tidak tau bahawa mood tuanya sudah jelek kembali bicara "Apa aku salah, buaknya benar kalok peria itu mantan nona ." Abraham menatap Roy "Apa kamu sudah menjelaskan padanya, apa yg ku katakan pada mu waktu itu??" Roy menggangguk "Aku bahkan memberitaunya lebih dari sekali." Abraham mencoba menenagkan dirinya, lalu kembali biacara "Simon bisakah kau berhenti menyebutnya mamtan kekasih istriku. Aku belum selesai menjelaskan." Simon menggangguk mengerti "Baik lah, saya akan mendengarnya." Abraham pun mulai menjelaskan "Seperti informasi yg aku dapat dari istriku, kalau dia dulu bersahabat dengan Robet dan foto itu..." belum selesai Abaraham bicara kini simon sudah kembali menyela pembicaraan "Tuan teman itu bisa jadi suka." Kini Abaraham sudah sangat kesal lalu berbicara "Jangan membuat ku kesal dan meragukan perkataan istri, apa kamu mau istri ku semakin kesal pada ku, atau bukan kamu diam-diam suaka pada nona mu dan ingin menjauhkanya dari ku supaya kamu bisa mendekatinya!!!" Sontak simon menggeleng-gelengkan kepalnya "Gak lah tuan, ngapain juga saya suka sama nona saya sendiri."

__ADS_1


Roy pun berbicara "Makanya itu gak usah bahas nona lagi, kita Fokus saja pada permasalah kita saat ini." Roy pun menoleh pada Abraham "Sialakan mulai tuan." Abraham menghela napas pelan lalu kembali berbicara"Jadi Foto itu di ambil oleh orang tua istriku, pada saat ia masih kecil dia bersahabat dengan Robet namun mereka berpisah setelah mereka beranjak dewasa dan meraka terakhir berkominikasi pada saat istri ku di keluarkan dari sekolah bisa di hitung sudah 5 tahuan mereka tidak berhubungan lagi dan dari Foto ini jika kalian perhatikan peria di dalam foto ini mempunyai lesung pipi pada pipi kirinya, berbeda dengan yg sekarang dia memiliki lesung pipi di bagian kanan. Begitu juga dengan sifat mereka, menurut istri ku Robet yg dulu oranya banyak bicra berbeda dengan yg sekarang dia orangnya sangat pendiam pada saat aku menanyakan masalah ini pada jek katanya perubahan sifat bisa terjadi tapi seseorang bisa jadi Faktor lingkungan, perubahan pada bentuk Fisik katanya tidak mungkin. "


Simon pun berbicara "Lalau apa masalahnya dengan organisasi Elang perak ??" Roy menjawab "Apa kamu lupa simon, jika pamannya adalah pemimpin Oraganisasai Elang Perak." Simon mengganguk mengerti, Abraham pun kembali berbicara "Dan dari info orang yg aku kirim ke jerman untuk menyelidiki tentang mereka bilang pada saat mereka larai dari polisi Jerman, mereka berpencar namun grombongan pertama berhasil lari dan yang kedua berhasil tertangkap namun mereka melakukan bunuh diri dan hanya menyisakah satu orang yg di duga salah satu pemimpin mereka, namun karna ia terus menembak polisi yg mendekatinya mereka terpaksa menembak mati dia." Roy pun mengeluarkan sebuah Foto dan di berikan pada simon, ia pun meliat foto tadi "Astaga dia mirip sekali dengan Robet." Roy dengan kesal menjawab "Dia itu memang Robet dan orang yg selama ini kita lihat bukanlah Robet tapi kembaranya Robi, dia menghapus semua artikel mengenai dia dan kembaranya bahkan orang-orang yg pernah tau tentang kembaranya di bunuh satu persatu untuk menghilangkan bukti dan baru baru ini aku menemukan di mana markas mereka, untuk memastikanya lagi kami mau kamu menyelidiki mereka."

__ADS_1


"Sayang kamu di mana..."abraham binggung apa maksud dari pesan istrinya "Maaf tadi aku meninggalkan mu sendiri apakah kamu takut sendiri, akau akan memanggil Jesi menemani mu." Windi menjawab "Kamu cepat pulang, aku terbangun karna mendengar suara tembakan dan saat ini Jesi , aku dan Pak Rahmat sedang bersembunyi di kamar mandi kita. Jika Kristin dan bik ijah sedang terperangkap di kamar bawah, aku sudah menelpon polisi mungkin mereka akan segera datang." Abraham yg membaca pesan sontak berdiri dari duduknya, lalu menatap simon dan roy "Ambil senjata kita ke mansion." Sontak meteka berdiri dan mengambil senjata , pada saat mereka akan keluar tiba-tiba leser pedeteksi yg di pasang mendeteksi sesorang. "Tuan ada penyusup yg masuk." Abraham memcoba berpikir, dan sebuah ide pun munyul mereka bertiga menggunakan masker setelah itu mereka keluar pelan-pelan.


Dengan suara yg kecil abraham bertanya "Berapa banyak mereka Roy??" Roy menjawab " Dua ada di dalam kamar ku , tiga di ruang tamu, di depan dua orang dan tiga menuju ke sini." Abraham menatap Simon "Hitungan ke tiga kamu lempar gas tidur itu , satu..,dua..., ti...ga." simon membuka pintu sontak tiga orang tadi terkejut lalu di lemparnya sebuah botol yg bersi gas bercun lalu kembali menutup pintu kamar sontak tiga orang tadi yg terkejut langsung mengeluarkan tembakan pada pintu kamar namun gas tadi yg sudah menyebar langsung menumbangkan mereka sedangkan di dalam mereka bertiga berhasil menghindari, abraham memberi kode untuk simon segera keluar simon tersenyum karna ia akan mengunakan senjata yg palaing ia suka ia segera keluar, karna asap itu tebal jadi para musuh yag datang tidak bisa melihat apa pun tanpa mereka sadari Simon pun menembakan sejata apinya MG 42 yg dapat mengelurakan 1.200 peluru 7,92 x 57 milimeter per menit dan orang-orang tadi yg tidak sempat melarikan diri langsung tewas di tempat.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2