
Keesokanya windi bersiap-siap untuk pergi ke Hawaii selama dua minggu jadi ia di bantu Jesi dan Kristin kini sedang mempersiapkan pakain yg akan ia bawa. "Apakah Nona akan lama di sana??" Windi mengganguk "Mungkin kami akan dua minggu di sana." Mereka berdua terlihat sedih melihat Windi, windi tersenyum melihat mereka berdua "Tenag saja aku akan bawakan oleh-oleh dari sana untuk kalian."Jesi masaih terlihat sedih "Tapi tetap aja kalok gak ada nona nanti kami sepi." Windi menjawab dengan santai "Bukanya kamu sudah punya tungan jadi kamau gak bakal kesepian, lagian manfaatkan waktu kosong ini untuk berduan dengan dia lagian rumah masih di renofasi." Kristin yg mendengar Jesi suadah di lamar terkejut "Eh,Jes kamu udah di lamar??, siapa yg melamar mu katakan pada ku."
Jesi menjadi malu, sebenarnya pada saat dia bangun tadi pagi ia berencana memberi tau Kristin namun karna masih mal ia masih diam namun karna sudah ketahuan jadi ia harus jujur pada Kristin sahabatnya "Tadi pagi aku ingin memberi tau mu, tapi aku masih malu untuk mrngatakanya jadi semalam..." windi langsung menyela pembicaraan Jesi "Seamalma Jedi di lamar oleh Roy di depan hotel..." Kristin yg mendengar hal itu seperti tersambar petir, karna selama ini dia juga memyukai Roy namun tak menyaka Roy menyukai Jesi dan bahkan langsung melamarnya, ia berusaha tersenyum walau hatinya terasa sesak "Beanar kah, tapi tega sekalai kamu gak kasih tau sahabat mu ini , sebagai hukuman tak mau memberitau ku terlebih dahaulu kalian harus mentraktir ku."
__ADS_1
Jesi dengan malu malunya menjawab "Iya, tapi jagan yg malah-malah yah, aku gak ada uang." Dan setelah cukup lama bersiap-siap akhirnya sudah siap, koper yg waindi bawa ada 2 koper besar miliknya dan 1 koper besar serata 1 koper kecil milik Abraham. Windi mengelus perutnya "Jesi kamu telfon room service untuk bawakan sarapan siang untuk ku, aku maunya Lobster, Pasta, Skirt steak, untuk makan penutupnya Tiramisu dan untuk minumnya aku mau jus Alpukat. Bagai mana dengan kalian." Mereka berdua saling mematap satu sama lain "Apa kamu mau kris??" Kristin menggeleng "Aku tadi udah makan, dan aku masih kenyang. Bagai mana dengan mu??" Jesi mengganguk " Sam aku juga masih kenyang." Lalu mereka menatap windi sama-sama "Maaf nona, kami berdua masih kenyang. Bukanya kita sudah makan tadi pagi, tapai sepertinya nona masih lapar." Windi menjawab "Apa kalian belum lapar??" mereka berdua mengganguk, lalu jesi bica "Biar saya beri tau room service dulu nona." Jesi pum langsung menelfon room service untuk membawakan pesanan nonaya. Pada saat windi menungu bersama Kristin dan Jesi kembali ke kamar untuk mengambil hpnya.
Pada saat ia sudah dekat dengan kamarnya tak sengaja melihat Simon di depan kamar lalu ia menghampirinya "Eh , kak Simon ada yg bisa saya bantu??" Semon menyerahkan satau kotak kado, 2 paper bag dan buket bunga mawar padanya yg dia atasnya terdapat surat "Tadi Roy meminta ku untuk mengantar ini pada mu. Dia minta maaf karna tidak dapat mengantarnya sendiri karna tiba-tiba tadi pagi ada rapat di kantor." Jesi tersenyum lalu menerima bunga, paper bag dan kotak tadi "Gak papa." Simon pun pamit pada Jesi dan langsung pergi sedangkan Jesi jadi kesusahan untuk membuka pintu,dengan terpakasa ia taruh dulu Paper bag dan kotak tadi di bawah lalu ia membuka pinti kamar lalu membawa barang itu ke dalam.
__ADS_1
Ia pertama membaca surat yg ada pada buket bunga tadi yg bertulisan "Selamat ulangtahun jesi, aku harap kamu suka hadiah ku. Maaf aku tak bisa mengatarnya sendiri kuharap kamu tidak marah, dan malam nanti aku akan menjeput mu kita jalan-jalan jangan lupa pakai apa yg aku berikan pada tadi." Jedi tersenyum lalu berbicara "Tenang saja aku takan marah." Jesi pun membuka kotak tadi dan isinya ternyata coklat "Wah coklat" ia membuka kotak coklat tadi dan langsung menikmati satu "Em, Enak banget." Pada saat ia menutup kotak tadi ia melihat merek coklat, ia menatapnya bingung "Kok aku gak pernah tau merek colat ini 'GODIVA', apa mungkin Perusaahn cokat baru yah." Jesi pun berusaha untuk tidak memikirkanya lagi lalu membuka dua paper bag tadi dan yg satu berisi Tas merek ALDO Mandolin warna hitam dan Dress hitam lengan pedek, jesi melihatnya negitu bahagia karna ini pertama kalianya ia di beri hadah dari seorang Pria, selesai melihat-lihat ia pun menyimpanya kembali ke tempatnya lalu menaruhnya ke dalam kamar.
Sedangakan windi di meja makan sibuk menikmati satu persatu makanannya sambil video call dengan suaminya "Bagai mana pekerjaan mu, apakah masih banyak??" Abraham menggangguk "Tentu saja masih banyak, dari Awal pekerjaan ku ini tak akan selesai karna perusahaan yg aku urus bukan cuman 1." Windi menatapnya cemberut "Jadi malam ini gak jadi Ke Hawaii??" Abraham di buat Gemas melihat Ekspresi istrinya "Kia akan tetap pergi, Karna aku takan mengingkari janji ku pada mu." Windi menatap seris suaminya "janji yah , Awas aja kamu bohong." Abraham tersenyum "Iya, aku janji." Windi tiba-tiba tersenyum "Kamu udah makan sayang??".
__ADS_1
Abraham menjawab "Ini aku sedang menunggu Roy membawa makan siang." Windi pun membalas "Oh. Sayang apa aku terlihat gemuk??" Abraham menatap bingung istrinya "Emang kenapa??" Windi menjawab "Jika aku terlihat gemuk aku akan diet biar gak terlalu gemuk." Abraham menatap serius istrinya "Justru Dokter meminta kamu untuk menambah berat badan mu, semakin perut mu membesar maka semakin sulit kamu beraktifitas seperti biasa." Windi yg kesal bicara "Tapi nanti aku jadi jelek, cewek itu cantik jika bodinya kurus." Abraham pun bercanda pada istrinya"Emang selama ini kamu cantik." Windi makain di buat kesal "Oh ,jadi selama ini aku jelek yah, kalok gitu cari aja cewek lain, Kalok bisa cewek yg parfunya ada nempel di bajumu waktu itu saja kamu jadikan istri, nanti aku cari suami lagi." Abraham yg sadar istrinya sudah marah langsung meminta maaf "Jangan lah sayang maafin aku , aku cuman bercanda tadi, lagian waktu itu juga mana ada perpuan yg aku dekati, dan jangan lagi cari suami lagi aku gak mau di duain." Windi menatap sinis suaminya "Kamu bercandanya gak seru, yudah lupain aja aku mau matin telfonya , dah.." Windi melbaikan tanya pada suaminya dengan Ekspresi kesal "Tapi janji jagan ngambek lagi.." windi mengangguk tapi wajahnya masih kesal lalu di matikan telfon tersebut, windi pun menghela napas pelan.
Bersambung.....
__ADS_1