Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 44.Menemukan Windi


__ADS_3

Anga datang dengan membawa segelas kopi,


"Terima kasih Anga".


"Sama-sama kak",Brayen pun meminum kopi tersebut,Guma Angga dalam hati


'Maaf kan aku kak.',Angga pun duduk di kursi yg berada di ruang kerja kakaknya Windi yg dari tadi menangis merasa kesakitan pada perutnya ai mengusap pelan-pelan perutnya,"Sayang, tenaglah mama yakin papa mu  pasti akan datang untuk menolong ",Windi melihat sekeliling kamar tersebut,"Aku rindu Abraham hik...",Tiba-tiba terdengar suara seperti pintu akan di buka Windi segera berdiri Pada saat pintu terbuka lalu memperlihatkan wajah seorang pria yg tidak asing bagi Windi,"Angga..",ia segera menghampiri Windi,"Kamu gak papa kan???".


"Ya .....",Tiba-tiba perkataan Windi terhenti ketika rasa sakit itu mulai kembali muncul Angga bingung harusa melakukan apa,"Bagai mana ini...",Setelah rasa sakitnya kembali mereda Windi kembali berbicara,"Bagai mana kamu bisa mendapat kuncinya??".


"Aku memberi obat tidur pada kopi kakak,setelah tertidur baru ku ambil, kalok gitu ayo pergi",Angga dan Windi pun segera turun lalu segera keluar dari vila ,di luar para bodyguard yg melihat Windi bersama Angga sesuai arahan bosnya jika Windi keluar dari vila siapa pun yg membawanya  bunuh saja, Sempat terjadi perkelahian di sana namun karna perkelahian itu tidak seimbang Angga ber berapa kali terkena pukulan Sedangkan windi hanya bisa menagis tiba-tiba seorang peria berlari dari dermaga,"Ada polisi datang...",Para bodyguard itu pun semuanya berlari ke dermaga sedangkan Angga terjatuh tak berdaya windi pun menghampiri anga yg pandangannya terasa berat karna tubuhnya yg babak belur,"Ku mohon sadar lah hik...", Abraham yg melihat Windi masig hidup segera berlari menghampirinya Windi yg sadar menoleh ke arah Abraham, "Sayang...hik", Abraham pun pelan-pelan mengahmpiri Windi yg duduk lalu memeluknya,"Syukurlah aku menemukan mu,ku kira akan kehilangan mu untuk selama lamanya."Windi terus menagis sedangkan Abraham berusaha menenagkan Windi Setelah semua bodyguard Brayen beserta Berayen  tertangkap Abraham pun segera membawa Angga ke ruamah sakit beserta Windi.


"Dok, bagai mana keadan anak kami???".


"Tuan , nona kondisi janinya tidak papa.Untung tuan Abraham segera membawa nona Windi ke ruamah sakit jadi kondisi janinya tidak papa".


"Syukurlah aku jadi tenag".

__ADS_1


"Kalok gitu saya permisi",Abraham dan Windi mengganguk Setelah dokter tadi pergi Abrham pun duduk di kursi samping  tempat tidur Windi lalu membelai rambut Windi pelan,"Sayang, syukurlah kamu tidak papa...",Abraham pun mengangkat poni Windi dan pada saat dia akan mencium kening Windi tiba-tiba pintu terbuka dengan keras,


"Nona....."(Kristin).


"Nona...."(Jesi).


"Nona..."(Bik Ijah)Abraham pun mengurungkan niatnya lalu menoleh ke belakang dan menatap tajam mereka, Sontak mereka bertiga terdiam dan Windi hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah laku mereka,"Lain kali jika mau masuk di ketuk dulu pintunya."


"Baik tuan"(Bik Ijah).


"Siap tuan"(Kristin).


"Kalok gitu kalian jaga istri ku,aku ada urusan sebentar",Abraham pun segera keluar dari ruang rawat tersebut sedangkan Bik Ijah,Kristin,dan Jesi segera menghampiri Windi.


"Nona tidak papa???"Kristin.


"Iya, aku gak papa".

__ADS_1


"Nona, nona,bagai mana ke adaan tuan kecil???".


"Tenag saja mereka gak papa kok".


"Nona nona..."Jesi dan Keristin.


"Udah, udah, kalain berisik sekali"Bik Ijah.


"Nona kan kami kawatir sekali pada nona,karna kalok nona tidak di temukan mungkin tuan bakal ngamuk lagi",


Guma Windi dalam hati 'Abraham ngamuk!!!.'


"Udah-udah ,gak baik ngomong gitu Kan sekarang nona sudah di temukan dan kondisinya sehat bersama Babynya jadi kita patut bersyukuri."


"Maaf nona, karna kami menggangu waktu istirahat mu..".


"Iya, gak papa kok".

__ADS_1


"Seyukur lah",Mereka terus berbincang banyak hal tanpa harus mengungkit masalah penculikan karna mereka takut Windi masih terawma.


Bersambung.....


__ADS_2