
Setelah Rafayel dan Farel tidur Abraham dan windi pun segera keluar kamar terlihat jordan yg sedang menunggu di ruang tamu bersama istrinya mereka sudah bersiap-siap untuk pulang namun karna Tiara yg masih tak enak ia meminta untuk menunggu Abraham karna ia mau suaminya meminta maaf padanya, Abraham dan Windi duduk di sova sambil memegang kedua anaknya yg masih tidur Jordan sama sekali tak kau menatap Abraham, Tiara yg melihat hal itu langsung menepuk paha suaminya "Bicaralah, jika kamu tak bicara kita takan pulang..." jordan menghela napas pelan ia pun mulai berbicara "Soal di dalam kamar tadi aku minta maaf, saat itu aku sedang emosi dan tak menyadari kamu sedang menggendong bauahati mu."
Abraham sebenarnya ingin sekali menghajar meja kaca yg ada di deapnya lalu ia akan menghajar jordan namun saat ini ia sedang menggendong putranya jadi ia harus bisa sabar dan berbicara dengan baik-baik "Tak masalah, tapi aku harap hal ini tak terjadi lagi. Dan biar ku jelaskan sekali lagi, aku dan istri mu tak ada hunbungan apa-apa, karna istri mu sendiri yg datang ke sini, entah dari mana ia tau rumah ku aku pun tak tau tapi yg jelas kami tak ada hubungan apa-apa." Jordan menoleh pada istrinya "Apa yg di katakanya benar??" Tiara mengangguk lalu jordan kembali bertanya pada istrinya "Lalu dari mana kamu tau ini rumah Abraham." Tiara pun menjelaskanya "Karna pada saat aku berjalam untuk mencari bantuan aku tak sengaja melihat mobil mereka yg baru keluar dari supermarket di depan jadi aku mengikutinya sampai di sini."
__ADS_1
Akhirnya apa yg menjadi pertanyaan Abraham dan windi terjawab rupanya dia datang setelah melihat mobil mereka yg keluar dari supermarket namun Jordan masik belum puas ia kembali bertanya "Lalu kenapa bajumu berganti dan kenapa kamu bisa berada di kamar itu bersama Abraham." Namun kali ini bukan Tiara yg menjawab tapi windi "Aku yg memintanya untuk mengganti baju karna pakian yg ia pakai sangat tipis jadi aku mengambil pakian ku untuknya, dan kenapa dia bisa bersama suami ku di dalam kamar, karna aku meminta suami ku untuk menunggu di sana sebab aku mau mengambil kereta dorong untuk mereka yg sudah tidur." Jordan baru mengerti makanya ada dua kereta yg saling berdampingan di depan kamar pada saat mereka keluar dari kamar tadi ia hanya bisa meratapi kebodohanya karna tak memperhatikan sama sekali.
Di sisi lain Jors yg duduk di samping Ibunya tiba-tiba berbicara "Maa, ayo cepaat kita pulang maa, jors sudah lapar..." Tiara yg mendengar keluhan dari putranya langsung menjawabnya "Sebentar lagi nanti kita pulang..." jors mentapa ibunya sepertinya dia sudah sangat lapar sedangkan Windi pun berbicara "Kalok masalah ini sudah selesai bagai mana kalau kita makan dulu akau sudah sangat lapar, lagi pula tidak mungkin kalian pulang dengan cuaca yg masih bersalju ini apa lagi kondisi Tiara yg sedang demam." Jordan menjawab windi "Kami sangat berterima kasih atas tawan anda nona, tapi kami harus segera pergi." Windi menggeleng "Enggak, kalian harus makan juga, gak baik menolak makanan bagai mana nanti terjadi sesuatu di jalan, lagi pula tadi koki di dapur sudah memasak bubur buat Tiara dan kasian putra kalian yg sudah sangat lapar." Jordan masih saja menolak dengan berbagai alasan dan windi yg bodoh itu sampai kebingungan memberi alasan hingga Abraham yg harus turun tangan.
__ADS_1
Jordan sebenarnya tak mau makan satu meja dengan Abraham namun karna istrinya memaksa ia terpaksa melakukanya lalu mereka berjalan ke dapaur di ikuti dengan Baby sitter Jors. Di meja makan Jordan dan Abraham duduk saling berseberangan dan di sampinya lagi tiara dan windi yg saling bersebrangan sedangkan jors dan Baby sitternya duduk di samping Tiara setelah para pelayan menyiapkan makanan di meja mereka segera sarapan tanpa ada pembicaraan sama sekali namun pasangan yg lebih dominan di meja makan itu adalah Abraham dan Windi dari tadi mereka makan seperti anak muda yg baru pacaran dari windi yg minta di suap lah begitu juga sebaliknya Abraham sedangkan sesekali windi sering memanggilnya dengan sebutan "Sayang" atau "Papa" namun dengan nada suara yg di imutkan, mereka bukanya mirip pasangan suami istri malah lebih ke arah remaja yg baru pertama kali pacaran, sedangkan Abraham di situ menurut nurut saja padahal hal itu mungkin sangat memalukan apa lagi usia Abraham sudah masauk kepala 3 namun peria itu terlihat nyaman-nyaman saja. Setelah srapan pada saat Jordan mereka akan pergi terlihat salju yg turun begitu lebat di luar dan tidak memungkinkan mereka untuk segera pulang dan dengan terpakasa mereka menginap di sana jordan dan Tiara tidur di kamar tempat tempat tiara beristirahat tadi sedangkan Jors dan baby sitternya tidur di kamar sebelahnya lagi.
Setelah mengantar tiara dan Jordan ke kamar mereka Abaraham dan windi memutuskan untuk tidur di kamar anak mereka, di sana windi segera membaringkan mereka berdua ke dalam Box mereka setelah membaringkan mereka Abraham langsung memeluk istrinya dari belakang ia mencium leher istrinya sedanglan windi yg merasa geli mencoba mlepas dari pelukan suaminya itu "Pa, Geli tau, udah naa anak-anak baru tidur lo.." Abraham melepas ciuamnya yg sudah berbekas di lehar windi lalu ia menatap istrinya"Pa, kita tidur yuk, aku udah mengantuk." Abraham menatap mata istrinya "Tapi aku..."perkataanya terhenti pada saat windi menutup mulutnya dengan tanganya "Ingat kita masih ada tamu.." abraham menghela napas pelan ia pasrah dan menurut pada istrinya dan malam itu mereka langsung tidur.
__ADS_1
Bersambung...