
Abraham masuk ke sebuah ruangan lalu ia mengambil sebuah tas hitam yg isinya segera di keluarkan semua lalu ia mengambil jam tangan Anak tadi dan di putar waktunya "Semoga ini berhasil, karna suara jam ini lebih besar dari suara hp, abraham kamu harus yakin kamu pasti bisa."Abraham menguatkan hatinya lalu ia mengendap-endap ia melirik salah satu polisi lalu memberi kode pada polisi itu dan lalu ia memberitau teman temanya, sebelum melancarkan aksinya Abraham melihat waktu di hpnya 2 menit lagi jam itu akan bebunyi lalu ia segera berlari "Hey kalian.."Sontak lima tororis tadi menoleh ke belakng lalu Abraham melempar tas hitam tersebut lalu segera tiarap dan tiba tiba dalam tas itu menegluarkan suara (Tit..tit..tit..) para ******* tadi juga terkejut dan ikut tiarap tak lama dari belakang mereka langsung di segap polisi namun karna ada satu berhasil menghindar namun karna ia tak menyadari bahwa Abaham di belakngnya dan malah mengangkat senjatanya berencana untuk menembak polisi di hadapnya namun kepalanya sudah mendapt tendangan dari Abraham yg membuatnya seketika terjatuh ke lantai namun karna cukup kuat membuatnya langsung pingsan di tempat "Lain kali berhati hatilah."Lalu para ******* itu pun langsung di borgol dan senjata mereka langsung di sitah.
__ADS_1
Akhirnya orang orang yg berjongkok tadi akirnya bisa bernafas lega ada sebagin dari mereka yg menangis dan keluar sedangkan ada sebagin segera di antar ke ambulan yg berjaga di luar sedangkan Abraham berlari kembali lalu ia segera membuka sebuah pintu di sebuah ruangan di mana Satria bersembunyi pada saat di buka is menemukan anak itu meringkuk di bawah meja sambil berusaha menahan takutnya, Abraham tersenyum lalu ia menghampiri anak itu "Hey, ayo kita pergi sekarang, papa mu pasti mencari mu." Sontak anak tadi menoleh pada sumber suara ia tak bisa menahan tangisnya lalu ia berjalan dan langsung memeluk Abraham sambil menangis "Paman aku takut.."Abraham tersenyum lalu ia membelai rambut anak tadi pelan "Tenang saja paman akan selalu menjaga mu di sini."Abraham melepas pelukan tadi lalu ia mengelurkan dompetnya lalu ia memngambil satu lembar cek senilai 100 juta dan di lipatnya lalu ia masukan ke dalam kantung baju anak itu, anak itu sedikit bingung "Ini apa paman??"Abraham tersenyum pada anak itu "Itu uang jajan yg paman berikan untuk mu karna sudah mau menurut paman untuk tetap di dalam dan tidak bersuara."Anak itu masih belum paham lalu Abraham segera mengangkatnya "Ayo sekarang kita temui papa mu."Abraham segera keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Pada saat ia keluar rupanya luis masih belum di bawa masuk ke dalam Ambulan dan ia terlihat masih berdebat dengan dengan tenaga medis yga kan membatunya mungkin ia belum mau di antar ke rumah sakit sebelum Anaknya di temukan dan tak lama terdengar teriakan seorang anak di antara banyak kerumunan orang yg masih berdiri di depan bandara "Ayah..."perlahan anak itu mendekat seketika luis meneteskan air matanya ruapnya anaknya ada berasam Abraham "Malaikat ku..."Abraham segera menyerahkan anak itu pada Luis "Anak mu ini sangat pemberani seperti namnya, aku harap kedua anak ku nanti seperti dia."dan luis memeluknya menggunakan satu tanganya yg tidak terluka sambil menciuk kening putranya "Terima kasih karna sudah menolong anakku, saya berhutang budi pada anda tuan."Abraham tersenyum padanya "Tidak, melihat kalian bisa berkumpul kembali saja sudah membuat ku bahagai, kalok gitu aku pergi dulu mungkin istri ku sekarang mencaru ku."Luis mengangguk lalu ia segera di bawa masuk ke dalam ambulan dan tidak lupa ibunya juga berterima kasih pada Abraham karna sudah menolong cucu satu-satunya setelah itu ia menyusul masuk dan Abraham meliat ambulan itu yg perlahan menghilang di depan matanya "Akhinya semua baik baik saja."
__ADS_1
Dari bandara mereka segera bersiap-siap untuk pulang Abraham mengambil koprnya lalu mereka pun pulang di perjalanan windi teru saja memperhatikan Abraham karna ia sangat hawatir Ada luka yg tidak ia lihat sedangkan Abraham sedikit kurang nayaman apa lagi istrinya menatapnya dengan tatapan cemberut "Sayang sudah lah aku baik baik saja kok."Windi dengan wajahnya yg cemberut menjawab "Tapi aku gak tenang sayang, meding kita ke rumah sakit saja dulu untuk memeriksa." Abraham menghela napas pelan "Tapi sayang aku saja merasa baik baik saja jadi tak perlu hawatir."namun jawab Abraham tidak dapat membuat Windi tenang juga hinga simon berbicara "Nona tak usah hawatir, buaknya dokter jek kan akan ke rumah juga jadi suruh dia saja yg memeriksa." windi kenepuk jidatnya "Oh iya ku lupa." Tiba tiba adam berbicara "Emang anak itu ngapian ke rumah??"sontak windi dan Simon terdiam hampir saja mereka akan keceplosan "Oh maksudnya kebetulan Dokter Jek akan datang untuk melihat si kembar, kan waktu kita datang ia gak sempat ngelihat mereka." Abraham menjawab "Iya sih, tapi kenapa harus malam-malam bukanya minggu bisa saja, lagin dia pasti banyak kerjan di rumah sakit." Windi jadi bingung harus mengatakan apa lagi hinga simon yg meyakinkan Abraham "Oh mungkin saja kebetulan hari ini dia mengambil cuti makanya menyempatkan datang menjenguk."untungnya Abraham percaya dan mengangguk seolah dia mengerti dan akhinya mereka berdua bisa tenang lalu mereka pun sampai di depan gerbang rumah lalu gerbang rumah pun segera di buka dan mereka pun masuk.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1