Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 233.Melapor


__ADS_3

Malamnya mereka semua sudah tidur tiba tiba Abraham merasakan ada sesuatu yg perlahan mendekat ke arahnya  sontak dengan  kondisi yg setengah tidur Abraham menahan perger1akan dari orang tersebut lalu ia segera membuka mata dan rupanya itu Roy lalu ia mengisyaratkan untuk diam karna ketiak menahan Roy tadi ranjang sedikit bergoyang jadi anak abraham hampir terbangun sontak ia menoleh pada anaknya untungnya mereka hannya bergerak saja tapi tidak membangunkan mereka lalu Abraham perlaham turun dari ranjang lalu menatap Roy tajam ia berbiara dengan suara yg kecil "Kenapa kamu tiba tiba datang.." roy menunduk "Maaf tuan tapi ada sesuatu hal yang penting yang harus saya sampaikan." Tak lama terdengar suara dari belakang abraham "Sayang.." abraham sontak menoleh kearah kasur istrinya dan wanita itu sudah terbangun lalu ia bangkit dan menghampiri istrinya lalu ia membelai kepala istrinya "Apa tidur mu terganggu karna ku??" Windi tak mungkin mengangguk karna kalok ia mengangguk pasti yg akan Abraham salahkan lagi adalah Roy jadi ia menggeleng." Tidak." Abraham tersebum "Kamu tunggu sebentar,sepertinya ada hal penting yg ingin Roy katakan." Windi mengangguk lalu Abraham melirik Roy sebentar setelah itu mereka keluar dari kamar "Ada apa lagi Roy??" Roy menjawab tuanya sambil melirik sekitarnya "Ini mengenai sekertaris nona selena.." Abaham menatap bingung roy "Dia melarikan diri??" Roy menggeleng "Tadi mendapat telfon dari kepolisian thailand jika jasatnya di temukan olah ber-berapa pemburu di sebuah lahan kosong dangan le*er yg sudah terg*ntung di atas pohon."

__ADS_1


Abraham yg mendengar hal itu terkejut lalu Roy memperlihatkan gambar yg polisi kirimkan padanya "dan kini jas*tnya sedang di otopsi dan hasilnya akan keluar nanti." Abraham melihat gambar gambar tersebut "Apa selena sudah tau??" Roy mengangguk ia langsung pingsan ketika mengetahuinya."abraham menghela napas pelan "Sepertinya, ini perbuatan Anak buah kevin, itu berati mereka masiha ada di sini." Roy mengangguk "Bisa jadi tuan." Abraham menatap Roy "Untuk saat ini jangan bergerak dulu karna kita tak tau seberapa banyaknya mereka sedangkan kita di sini hannya ada sedikit jadi aku tau mau mengambil resiko." Roy mengangguk "Baik tuan,akan saya katakan kepada yang lain." Abraham menatap Roy "Sekarang kamu pergilah sudah, mungkin istri mu sedang menunggu." Abraham meninggalkan Roy di luar lalu masuk ke dalam ruang rawat istrinya dan Roy yg melihat hal itu hanya bisa menghela napas pelan "Sepertinya tuan mengusirku.." lalu ia pun segera meninggalkan rumah sakit sedangkan di dalam rung rawat untungnya istrinya sudah tidur lagi lalu ia pun kembali ke tempat tidurnya dan kembali ke alam mimpi.

__ADS_1


Besoknya pagi pagi setelah memandikan anak anak kini Windi tengah menyuapi mereka makan "Ak..buka mulutnya."windi mendekatkan sendok yg berisi makanan mereka dan untungnya anaknya itu langsung membuka mulutnya walau terkadang ia sangat sulit untuk meyuapnya karna mulutnya penuh dan ia yg lambat mengunyah makanannya, dan Abaham yg melihat hal itu menatap bingung anak bontotnya itu "Ini kenapa adek lambat betul makannya, cobak kayak kakak yg maknya cepat ." Anak itu malah tertawa, abraham melirik anak pertamanya ia terlihat memakan makanannya dengan baik lalu Rahel menyuapnya lagi ia langsung membuka mulutnya dan yg membuatnya. Terkadang Abraham heran dengan kedua anaknya itu, padahal mereka banyak makan tapi bukanya gemuk mereka malah makin tinggi dan tubuh mereka tidak kurus dan tidak gemuk juga, abraham menatap istrinya "Sayang kenapa anak kita tidak gemuk padahal mereka kuat sekali makan." Windi tersenyum pada suaminya "Loh orang mereka gemuk kok, liat aja perutnya, hanya saja gak kelihatan kana baju mereka yg lebih besar karna aku sengaja membeli yg gini biar bisa di pakai pada usia mereka 6 atau 7 bulan ."abraham menjawabnya "Untuk apa, kan bisa aja beli baju lagi??" Windi menghela napas pelan "Iya sih tapi mamanya mau anaknya pakai baju besar gini, solanya mereka imut kalok gini ." abraham tersenyum "Nanti kalok kita kembali, kita beli pakain yg baru, jangan pakai yg gink lagi takutnya mereka gak nyaman, boleh kan mama."Windi mengangguk,setelah memberi makan mereka akhirnya setelah berapa hari di dalam ruang rawat akhirnya ia keluar dan menikmati sinar mata hari dan mereka berjalan jalan di depan rumah sakit sebentar dan setelah sudah lelah akhirnya mereka berheti di sebuah bangku taman untuk duduk.

__ADS_1


Sedangkan di sekitar situ ada satu orang yg melihat kepergian Abraham masuk lantas melapor pada tuanya melalui sambungan telfon "Tuan dia sudah kembali masuk.." dan terdengar suara Kevin "Awasi terus pergerakanya jangan sampai masuk ke dalam jebaka suaminya, peria itu adalah orang yg cerdik." Peria itu menjawabnya "Baik tuan."tak lama telfon itu pun berakhir tanpa ia sadari seorang anak buah abaraham berada tepat di belakangnya dan langsung menutup mulutnya dengan sebuh kain yg berisi obat peneng dan langsung menyeretnya ke teampat yg tersembunyi dan langsung melapor "Tuan saya sudah berhasil menangkapnya." Abaram menjawabnya "Bagus, Simon akan segera ke tempat mu dan jangan biarkan ia sampai lepas." Peria itu menjawab "Baik tuan." Dan panggilan itu berakhir abraham menatap ke rah luar sedangkan Windi yg tak menyadari apa pun di hanya asik barmain dengan anak anaknya, abraham menoleh pada istrinya "Ayo kita kembali ke ruang rawat mu saja." Windi menatap bingun suaminya "Katannya tunggu di dalam kenapa sekarang kembali ke kamar??" Abraham tersenyum "Aku ada pekerjaan mendadak ." Windi mengganguk lalu bangkit dari duduknya "Baiklah ayo kita kembali." Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2