Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 84.Bangun lebih pagi


__ADS_3

Pagi ini Windi bangun lebih pagi lalu ia segera mempersiapkan pakian Abraham untuk ke kantor Pada saat Windi masih asik memilih dasi untuk Abraham tiba-tiba ia merasa sebuah tangan besar melingkar di pingganya.


"Sayang udah bagun" Abraham masih terlihat belum segar karna terlihat matanya masih belum tebuka "Tidak enak tidur kalok gak di temanin kamu".


Windi tersenyum lalu membailakn badanya namun masih dalam keadaan di dalam pelukan Abraham "Sana istirahat aja, ini masih jam 6 pagi".


"Sudah ku bilang, aku gak bisa tidur tanpa biadadari ku". Windi mencubit pipi Abraham pelan namun mata Abraham masib tertutup "Kamu imut kalok masih merem begini".


Abraham pun perlahan membuka matanya," Ayo kita tidur lagi.." Windi melepas cubitanya lalu melepas pelukan Abraham setelah itu ia membalilan tubuh Abrahan lalu mendorong Abraham.


"Kembali tidur sana" Windi berusaha mendorang tubuh Abraham namun tidak berpindah sama sekali, Abraham pun berbalik dan langsung mengangakat Windi."Apa yg kamu lakukan??".


"Tentu saja membawa mu tidur lagi.." Abraham mebawa Windi kembali ke ranjang lalu memeluknya dari belakang Windi yg risih berusaha melepas pelukan Abraham. "Sayang aku risih begini" Windi sudah berusaha cukum keras untuk melepas pelukan Abraham namun tetap gagal Windi yg lelah pasrah dan kembali baring,

__ADS_1


Karna terlalu lama Windi jadi merasa mengantuk dan langsung tertidur kembali Abraham kembali bangun pada pukul 07.12 karna cahaya yg masuk dari kaca jedelnya


Abraham menoleh pada Windi yg kemblai tertidur lalu mencium keningnya setelah itu ia segera turun dari ranjang dan segera membersihkan dirinya.


****


Jesi dan Kristin yg sedang membatu bik Ijah di dapur,"Keristin...Jesi bisa kah di antara kalian membeli santan yg kemasan, karna santan yg bibik buat kurang".


"Jesi aja bik.." Jesi menatap sinis Kristin "Keristian aja bik". Keristin membalas tatapan mata sinis Jesi "Jesi aja..". Jesi yg sedang mencuci tanya itu karna kesal memercikan Air ke wajah Keristin.


Keristin justru mengejek Jesi, dan pada saat Jesi akan membalas ejekanya "Jesi...Keristin..". Mereka bersama sama menjawab "Iya bik..".


Bik Ijah menoleh ke belakang "Di atntara kalian siapa yg mau pergi belanja??" Jesi menujuk pada Keristin sedangkan Keristin menunjuk pada Jesi.

__ADS_1


"Jesi..Keristin..." Jesi pun menyerah  "Biklah bik biar Jesi yg beli" Keristin begiti bahagia karan kali ini dia yg menang dan pada saat Jesi berbalik, terlihat Roy lewat.


Sontak bik Ijah memangil Roy "Nak Roy ada apa pagi begini??" Roy tersenyum "Mau jemput tuan Abraham, hari ini kami mau memeriksa proyek bangunan yg sebentat lagi jadi."


"Memang mau pergi sekarang??" Roy mengelengkan kepalanya "Mungkin jam lapan nanti, Solnya pak Abraham bilang dia masih menganti bajunya."


"Baguslah ,kalok gitu kamu bisa mengantar Jesi membeli santan " Sontak Jesi dan Keristin terkejut, Roy yg mendengar kata Jedi langsung mengangukan kepalnya." Baguslah kalok gitu, Bibik butuh cepat, lalok menungu pak Rahmat pulang mungkin Agak lama. Apa lagi Jesi kok jalan pasti ada ada aja mampir mampir dulu jadi lama."


Keristin yg tak terima Jesi pergi bersama Roy "Kalok gitu Keristin ikut.." Jesi tertawa "Eh bukanya kamu gak mau tadi".


"Tapi tadi aku cuman becanda" .Bik ijah yg sudah lama menungu langsung menyuruh Jesi segera pergi "Udah udah, Jesi cepat pergi belanjanya dan Kristin tetap bantu bibik di dapur".


Keristin yg pasrah pun hanya bisa menurut sedangkan Jesi segera pergi bersama Roy.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2