Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 100.Menemukan Jesi


__ADS_3

Sesampainya di taman hiburan Jesi segera membeli tiket masuk dan menunghu Rudi di dalam di tempat janjian mereka tak lama kemudian Rudi datang Jesi langsung mendekati Rudi, "Kita mau ke mana dulu??" Rudi menjawab dengan santai "Terserah kamu aja." Jesi langsung menjawab Bagai mana kita beli gulali dulu." Rudi mengangguk lalu mereka berduapun segera membeli gulali,Dua puluh lima menit kemudian Abraham mereka pun sampai "Tuan nona saya antar sampai di sini saja, soalnya saya mau langsung pulang,Jika tuan dan nona sudah selesai tuan dan nona bisa menelfon saya dan saya akan segera datang." Windi terkejut lalu menatap Roy "Gak kamu harus tetap ikut , titik gak pakai koma." Windi segera turun dari mobil, sedangkan Abrham menyusul istrinya dari belakang "Roy menghela napas pelan "Bisa gak sih satu hari aja biarkan aku istirata , kenapa suami ,istri ini sama aja." Roy dengan terpakasa turun dan mengkuti tuan dan nonanya,Windi segera memesan tiket untuk tiga orang setelah itu mereka masuk Windi melihat sekelilingnya namun tidak menemukan Jesia ia menatap Abraham Sedangkan Roy kembali menghela napas pada saat ia akan berjalan menghampiri tuan dan nonanya tak sengaja sebuah suara tawa terdengar yg tidak asing di taelinganya, guma Roy "Suara ini, bukanya Jesi." Roy menoleh ke belakang namun tidak ada, namun suara itu semakin terdengar jelas . Pada saat ia melihat ke depan tak sengaja dua sejoli yg sedang berjalan beriring iringan sambil memakain permen gulali melewatiny, yg tidak lain dan tidak bukan adalah jesi dan Rudi. Karna pada saat itu Roy mengunakan topi dan menggunakan jaket hitam sontak Roy menokeh ke belakang dan berguma dalam hati 'Tidak salah itu pasti Jesi.' Roy segera mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Sedanglan Abraham yg sadar bahwa Roy tidak mengikuti mereka lagi , menoleh ke belakngng sebentar lalu terlihat dari jauh Roy pergi, guma Abraham dalam hati 'Sepertinya dia sudah menemukan mereka.' Windi berheti karna tidak melihat Jesi di keramayan "Mereka ke mana sih." Windi menoleh ke belakang, bertapa terkejutnya yg ada di belaknya hanya suaminya naun tidak ada Roy "Sayang di mana Roy??" Abrham membalikan badan istriny "Ayo kita jalan jalan, biarkan dia sendiri yg mengurus urusan cintanya." Windi tidak bisa melakukan apa apa dan hanya menurut perkatan Abraham.

__ADS_1


Jesi dan Rudi berhenti di sebuah toko yg menjual ice kerim "Apa kamu mau, aku akan membelikan untuk mu, kamu mau rasa apa." Jesi menggangguk ,lalu menjawab "Aku mau Fanila." Rudi pun segera masuk untuk membeli. Jesi pun berencana untuk mengikuti Rudi dari belakang namun tanganya tiba-tiba di tahan. Ia segera menoleh ke belakang "Siapa kamu!!" Roy meng isyaratkan untuk diam lalu melepas topinya, bertapa terkejutnya Jesi melihat Roy, ia pun segera bertanya pada Jesi "Apa yg kamu lakukan dengan peria itu di sini??" Jesi segera menjawab "Untuk apa Kak Roy tau, lagian kak Roy bukan siapa siapa saya yg berhak tau tentang kehidupan pribadi saya." Roy yg sedang di bakar oleh api cemburu berbicara dengan nada suara yg tegas "Kamu gak tau apa apa tentang peria itu, peria itu hanya memanfaatkan kamu!!!".

__ADS_1


tangan Roy lalu ia pun segera masuk ke dalam Toko dari jauh Rudi melihat pertengkaran mereka dan hanya tersenyum, Pada saat Jesi masuk ia segera menghamiri Rudi ia yg melihat Jesi berekting seperti tidak melihat sebntan jesi langsung memeluk Rojer dan menangis di dadanya . Rudi mengelus rambut Jesi sedangkan Roy yg melihat hal itu dari luar sangat marah ia mengepalkan tanganya.

__ADS_1


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2