Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 179.Berbelanja


__ADS_3

Waktu berganti sebenatar lagi akan tangtal 25 Desember Windi dan suaminya sengaja pergi keluar untuk memberi berberapa hadiah karna mereka akan mengundang berberapa orang di rumah untuk merayakan dengan mereka kini mereka sedang bersiap-siap untuk ke luar dan kedua anaknya itu di pakaikan  pakian tebal agar mereka tak kedinginan untung saja kedua anak itu sudah terbisa mengunakan  pakian tebal jadi mereka sama sekali terlihat tenang ketika di pakikan pakian tebal oleh Windi, di mata windi kedua anaknya itu sangat manis dan pipi cabinya itu ingin sekali windi gigitnya, karna kedua anakya itu mulai memiliki perubahan setelah umurnya dua bulan tubuh mereka mulai mengalami perubahan dan tidak sekecil pada saat lahir dan rambut mereka mulai tubuh tebal dan hitam bahkan windi sangat tak menyangka kedua putranya lebih banyak mirip papanya dari dia.


setelah mengganti baju Windi mulai mengangkat satu dan Abraham pun juga mengkat satu lalu mereka segera keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yg sudah terparkir di depan rumah windi dan abraham terlebih dulu membaringkann anaknya pada Car seat yg merupakan setandar keamanan untuk membawa bayi berpergian di luar negri dan karna dua kursi yg di belakang sudah penuh dengan Car seat anak jadi windi duduk di depan bersama Abraham dan windi tak perlu hawatir lagi karna Car seat itu sudah di lengkapi sabuk pengaman untuk bayi seusia kedua anaknya. Tak lama mobil mereka mulai jalan dan di tengah jalan kedua anaknya tertidur padahal windi sama sekali tak menyusui kereka dan hanya memberikan empeng mungkin itu yg membuat mereka tertidur, walau berada di depan ia masih terus mengawasi kedua anaknya dari sana dengan cara memeriksa mereka terus tiap 20 menit sekali karna tempat yg akan mereka datangi ini lumayan jauh karna berada di pusat kota  dan kebetulan juga banyak jalan yg di tutup salju dan belum sempat di bersihkan begitu juga jalan yg macet semakin membuat merela lama  di jalan.

__ADS_1


Windi menoleh ke belakang sebentar ia tersenyum karna kedua putranya itu terlihat tenang dalam tidur mereka lalu ia menolah pada Abraham "Lihat kedua anak mu itu mereka sama seperti mu, sangat tenang pada saat tidur." Abraham tersenyum lalu menoleh pada Windi sebenatar "Bagus dong kalok dia mirip papnya itu tandanya di anak ku." Windi menjawab Abraham "misalnya kalok mereka gak mirip kamu dan mirip salah satu keluarga mu bagai mana??" Abraham menjawab windi "Jangan lah, mereka itu anak ku mana ada mirip mereka, man ada anak seimut gitu mukanya merekq yg ada bapaknya Abraham putra baru anaknya seganteng itu." Windi tertawa mendengar Perkataan Abraham karna peria itu sudah sangat sayang pada kedua putranya karna menuritnya kedua anaknya itu begitu imut dan mereka itu bukan anak yg suka rewel di tengah malam mereka malah akan sering mengajar berbicara yg bahasa yg sama sekali tak di mengerti  dan membuat mereka berbeda dengan bayi pada umunya mereka juga tubuh dengan sehat padahal mereka lahir prematur.


Tak lama mereka sampai di sebuah mal lalu mereka segera memarkirkan mobil mereka sedangkan windi sibuk mengelurkan anaknya dan Abraham mempersiapkan stroller khusus untuk bayi kembar yg bersampingan lalu windi membaringkan mereka satu persatu dan mereka segera mengambil barang barang mereka yg ada di dalam mobil lalu mereka segera masuk ke dalam mal di dalam mal sangat ramai dan mereka mulai menikmati perjalanan mereka mereka masuk ke sebuah toko mainan "Sayang kira kira apa yg di sukai dengan Jors??" Abraham berpikir dan ia baru teringat sesuatu "Dulu dia suka maina  robot robot tapi karna dia sudah gedek aku gak tau apa yg sekarng ia suka tapi setau ku mainan yg lagi banyal anak seusia dia itu suak main adalah game di hp." Windi menatap suaminya "Lalu apa yg bagus kita beli untuknya, gak mungkin kita kasih dia hpkan dia masih muda." Abraham berpikir lalu ia terlingat apa yg anak itu suka "Oh iya dia suka bermain tenis lapangan bagai mana kita belikan saja ia raket untuk bermain tenis lapangan." Windi mengangguk "Tapi sebelum itu, ada yg mau aku beli di sini." Windi berjalan ke bagian anak perempuan lalu membeli satu set boneka dan pakianya Abraham yg melihat hal itu sedikit binggung "Buat siapa sayang??" Windi tersenyum "Buat anaknya teman ku." Abraham pun baru mengerti orang yg di maksud istrinya adalah temanya yg berada di depan apartemanya waktu itu.

__ADS_1


Abraham tersenyum lalu membelai puncak rembut pendek istrinya yg sudah mulai panjang lagi "Gak papa, kalok ada masalah perusahaan gini yg ingin kamu tau tanya, langsung aja pada ku."Windi mengagguk mengerti "Sayang ada yg mau aku tanya, mungkin ini agak sensitif tapi aku sangat penasaran." Abraham mengerutkan keningnya sebentar "Kamu mau tanya soal apa??" Windi sedikit takut utuk menagataknya namun karna ia sangat penasaran ia mulai bertanya "Kamu dulu membangun perusahaan mu yg sekarang pakai duit hasil ngepet yah." Abraham yg tadi serius kini malah tertawa mendengar perkataan istrinya, sedangkan Windi malah menjadi binggung "Apa aku salah bicara??" Setelah berhenti tertawa Abraham mulai menjawab istrinya "Kamu pasti lihat di internet yah. logikanya ngapain aku ngepet sedangkan aku memiliki warisan dari ayah ku puluhan miliar, aku memang bekerja sedikit setelah ayah ku tiada, dan pada saat aku usia ku 23 tahun aku baru di beritau warisan itu dan dari situlah aku mulai membangun bisnis ku, jadi kamu tak perlu hawatir." Windi mengangguk mengerti, dan mereka kemali melanjutkan makan mereka dan sesekali berbicara.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2