
Selama makan windi terlihat terdiam karna ia masih memikirkan nasip mona dan abraham sadar itu,guma windi dalam hati 'Ku harap dia baik baik saja.' Sedangkan di sisi lain di dalam mobil mona terus di tatap tajam oleh Kevin sedangkan gadis itu terlihat menunduk ketakutan dan kevin mulai mengajukan pertanyaan "Apa yg kamu lakukan barusan??" Mona dengan mulut yg gemetaran menjawabnya "Itu~itu..." sedangkan Kevin yg kesal karna wanita itu begitu lambat untuk menjawab sontak memukul pintu mobil hingga terdengar suara gebrakan pintu saming mobil (Brak..) yg membuat mulut mona terbungkam dan matanya mulai berkaca kaca dan Kevin menatapnya dengan kesal "Cepat katakan atau kamu mau ku bunuh sekarang juga." Mona ingin menjawabnya namun jika ia jujur maka dia akan di habisi sekarang jadi ia berpikir lagi apa yg harus ia katakan dan kevin yg semakin kesal kembali bertanya "Cepat katakan mona atau kau mau..." pada saat kevina kan memukul mona wanita itu menutup matanya dan berbicara padanya "Aku hanya kagum padanya karan dia cantik." Kevin terdiam lalu kembali bertanya "Apa hanya itu??" Jesi menjawabnya "Yaa." Pada saat ia membuka matanya ia sedikit terkejut karna kevin tersenyum dan untuk pertama kalianya ia tersenyum di hadapan mona dan peria itu kembali berbicara "Dia cantik bukan, bahkan ia begitu baik dan senyumanya juga begitu manis." Mona terdiam mendengar perkataan kevin dan berguma dalam hati 'Sikapnya begitu berbeda ketika membicarakan wanita itu, apa hubungan mereka sebenarnya kenapa kevin begitu bahagia ketika membicarakannya.'
__ADS_1
Sedangkan setelah dari mal windi dan abraham kembali pulang padahal abraham masih ada pekerjaan sedikit di kantor namun setelah kejadian tadi ia lebih memilih pulang bersama windi namun kali ink windi menaiki mobil suaminya sedangakn jesi bersama simon dan Zefano serta bodyguard yg lain "Sayang sebelum ke rumah kita ke apotik dulu ada yg mau aku beli." Abraham menjawabnya "Memanag kamu mau beli apa??" Windi menjawabnya "Aku mau membeli obat demam." Abraham menolah pada istrinya sebentar "Apa untuk Keristin sayang??" Windi mengangguk lalu abraham kembali berbicara "Bukanya dia sudah ke rumah sakit yah??" Windi kembali menjawabnya "Tapi obatnya tak mujarap ia masih sakit." Abraham tersenyum "Asataga istri ku ini terlalu perhatian pada pelayanya." Windi menjawabnya "Ih, dia itu udah aku anggap adek sendiri jadi gak papa lah." Abraham mengangguk "Baiklah, nanti kita mampir ke apotik." Dan selama perjalanan abraham sengaja melambatkan lanju mobilnya dan menjalankannya di pinggir untuk mencari apotik di pingirnya untungnya tak lama kemudian ia menemukan apotik lalu ia memingirkan mobilnya "Saudah sampai sayang."
__ADS_1
Windi perlahan membuka pintu mobil namun karna pintunya ke arah jalan jadi sebuaj motor dengan kecepatan cepat datang namun karna remnya blong ia tak sempat nengerem dan hanya membunyikan kelakson motornya dari jauh karna di sebelahnya juga ada sebuah mobil kontener besar yg sedang berjalan, jika ia ke sebelah maka ia akan menabrak mobil mewah milik abraham dan jika ia ke sebelahnya lagi ia berhadapan dengan sebuah mobil sedangkan di depanya ada windi yg membuka pintu mobil dan perlan turun, mungkin karna ia kurang konsen ia tak terlalu mendengar suara kalakson motor itu dan yg mendengar hanya abraham dan dengan cekatanya abaham kembali meraih tangan istrinya dan menariknya masuk sedangkan windi yg terkejut hanya bisa diam dan karna tangan satunya masih kemegang pintu mobil jadi pintu mobil itu pun langsung tertutup lagi dan motor itu berjalan terus untungnya di depanya ada tanjakan jadi motor itu pun melambat sedangkan windi yang tak tau apa apa menatap bingung suaminya sedangkan abraham ia akhirnya bisa bernapas lega karna sempat jantungnya berdebar kencang seakan ingin lepas dari tempatnya dan orang orang yg menyaksikan hal itu sontak menghampiri mobil mereka dan saat itulah mereka turun "Tuan apa istri anda tidak papa??" Abraham menganggum "Ya dia baik baik saja." Windi kenghampiri suaminya "Sayang kamu tadi kenapa menarik tangan ku??" Salah sorang itu menjawabnya "Nona anda hampir saja di tabrak." Windi yg mendengr hal itu terkejut "Apa aku mu di tabrak sama siapa??".
__ADS_1
Windi yg mendengar hal itu menjawab ia "Oh ita nama mu siapa??"Peria itu menjawabnya "Nama saya Erik usia saya 22 tahun." Windi yg mendengar hal itu semakin terkejut "jadi kita seusia dong, perkanalkan nama ku windi"pada saat windi akan mengulukan tangan abrham memukul pelan tangan istrinya "Udah tanganya jangan gatal mau nyentuh tangan cowok lain." Windi menatap kesal suaminya "Kan aku cuman mau kenalan." Abraham menatap sinis windi dan wanita itu langsung mengurungkan niatnya untuk bersalaman dan erik pun menjawabnya "Kalok yg ada di sebelah kamu ini kakak kamu yah win??" Windi menggeleng "Dia suami aku." Erik yg mendengar hal itu terkejut "Suami kamu, ku kira kalian adik kakak rupanya suami istri." Windi mengangguk sedangkan abraham ia mulai risih "Sudah sudah kita selesaikan saja masalah ini, lainkali jangan ngebut ngebut sebelum tau kondisi motor ." Erik mengangguk sedangkan abraham langsung menarik tangan istrinya. Berbeda dengan erik ia akhirnya bisa bernapas lega "Untung aku gak di suruh ganti rugi mobil mahal itu, karan jika aku di suruh ganti rugi jelas lah uang ku tidak cukup." Erik sedikit tersenyum lalu ia pun memutuskan untuk kemali.
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1