Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 157.Papa dan Mama


__ADS_3

Tak lama simon datang membawa pakian Bayi dan pakian untuk Windi juga, setelah itu Abraham keluar sebentar dan mengambil pakian windi ia baru ingat setelah ia membawa Windi masuk kamar mandi para perawat tadi membawa kedua bayinya untuk mandi, ia pun memilih pakian untuk putranya "Simon tolong kamu bawa ini dan berikan pada perawat yg memandikan anak ku." Abraham kembali masuk dengan membawa pakian Windi sedangkan Simon masih terdiam di tempatnya "Dia meminta ku untuk mengantarkan pakain ini pada perawat yg memandikan putranya tapi perawat yg mana, di rumah sakit ini banyak perawat lalu yg mana ruanganya??" Simon pun dengan terpaksa keluar dan tak sengaja ia langsung bertemu dua perawat yg baru selesai memandikan dua bayi itu dan akan mengembalikan mereka ke dalam NICU mereka, jadi Simon tak jadi keluar dan kembali masuk lalu memberikan pakian bayi tadi pada para perawat lalu bayi-bayi itu mereka segera di gantikan pakian dan Simon sangat senang ketika melihat Dua Bayi itu mereka tidak menangis bahkan terlihat sedang tertidur pulas "Wah mereka berdua terlihat sangat imut, ingin sekali aku menggit pipi mereka yg cabi itu."


Tak lama Abraham dan Windi keluar lalu ketika melihat dua malaikat kecil mereka Sontak mereka langsung mengendong mereka Adam menggendong anak pertama yg di beri nama Farel putra dan yg Windi gendong adalah Rafael putra anak kedua mereka, Windi tak henti menyentuh pipi cabi Bayi itu "Kamu sangat manis nak."Abraham menyadari hal itu langsung menatap Windi "Jika kamu terus memuji anak kedua mu itu entar anak peratama mu ini akan iri pada adiknya." Windi baru ingat dia masih punya satu anak jadi mereka bertukar, berbeda dengan anak ke dua yg pendiam anak yg pertama terlihat tak bisa tenang seperti dia tak suka di gendong dan benar saja tak lama kemudian Bayi itu terbangun dan menangis "Astaga jelek sekalai mukak anak mama ini kalok nangis."Windi pun tanpa sadar langsung melepas dua kancing bajunya lalu mengeluarkan satu dadanya dan langsung menyusui anaknya.

__ADS_1


Simon ketika melihat hal itu langsung memalingkan wajahnya lalu diam-diam keluar dari ruangan tersebut, awalnya Abraham belum sadar ketika ia mendengar suara pintu tertutup ia baru ingat bawa di dalam tadi ada simon "Sial, dasar Kamu badebah Simon." Simon segera lari dari kamar tersebut, sedangkan Windi berusaha menengkanya, ia meniru suara anak kecil "Papa jangan berisik Dedek lagi tudur, nanti kalok papa terik kuat nanti dedeknya kebangun lagi dedek kan masih kecil." Abarham terkejut istrinha menyebutnya papa "Ulang, kamu tadi memangil aku apa??" Windi menatap wajah putranya sambil menjawab "Papa, bukanya lebih baik aku mulai memangil mu papa ketika bersama anak-anak, agar nanti mereka dewasa akan terbiasa memangil mu papa. Aku akan memangil mu Sayang ketika kita hanya berdua dan karna sekarang kita berempat jadi panginya papa."Abraham menjadi malu "Kalaok gitu aku pangil kamu mama." Abraham tak bisa berheti tersenyun dan dengan malunya Windi mengguk tanpa mau melihat Suaminya karan sangat malu, Abraham menatap putranya yg sedang ia gendong itu "Apa kamu dengar ganteng, nanti jika kamu besar kamu pangil mama sama papa, oke." Windi berubah menjadi malu.


Setekah menyusui Farel wkhirnya bayi itu tudur lagi dan sekarang Rafael lagi yg cerewet jadi mereka bertukar lagi dan kali ini Abarahm langsung membaringkan bayi yg sedang tidur dengan pulas itu ke dalam NICU sedangakn yg satunya lagi segera Windi menyusuinya "Papa ambilkan aku tisu." Abraham segera mengambil tisu untuk Windi dan langsung memberikan padanya "Buat apa." Windi menatap suaminya "Jaga-jaga ASI ku tumpah aja." Dan benar saja ketika Windi ketika bayinya tertidur asianya masih keluar namun anak itu sudah tidak menyedotnya jadi tumpah Windi segera menutup putingnya dengan tisu lalu segera memasukan kembaliĀ  dadanya ke dalam pakianya, Abraham di buat bengong kerika meliabt Air ASI itu tumpah 'Bagai mana itu yah rasanya??' Sedangkan Windi yg sadar sedang di lihati oleh suaminya langsung menatap sinis suaminya "Apa yg kamu lakukan, jangan berani berani kamu berpikiran mesum yah ingat kits masih di rumah sakit." Abraham langsung tersadar dari lamunanya "Maaf..." windi menghela napas pelan "Nanti kamu dapat juga tapi bukan sekarang." Abraham yg mendengar hal itu bahagia "Dapat kayak si kecil??" Windi mengguk "Tapi aku cuman sekali sja." Abarahm terlihat sangat bahagia apa lagi selama dua bulan terlihat perubahan banyak pada dada istrinya yg semakin besar karna di isi oleh Air ASI.

__ADS_1


Setelah mengembalikan lagi Rafael di samping sang kakak seorang suster datang membawa makanan untuknya dan Abraham " Ini sarapan untuk tuan dan nona ." Windi terlihat sangat bahagia karna memang setelah menyusui dua bayinya tadi membuat ia mulai lapar windi segera duduk diranjangnya lalu memakan makanya di sana sedangkan Abraham makan di sampingnya "Papa tadi Simon ada bawa Pemompa asi ku??" Abaraham menjawab "Ada, emang kamu mau pakai sekarang??" Windi menjawabnya "Habis makan lah. Aku merasa asi ku tumpah." Abraham menatap istrinya "Tapi alatnya yg lain masih di rumah, besok aja sehabis pulang dari rumah sakit." Windi mengguk mengerti, Abraham baru ingat ia belum mengabari Mariam dan Julius.


***********

__ADS_1


Di sebuah Rumah Di Wasingtoon "Selamat datang taun..." Rehan duduk di sebuah kursi "Bagai mana, apa kamu sudah mendapat Info??" Rudi mengguk "Berapa waktu lalu heboh di media sosial Abraham membawa istrinya ke rumah sakit, sepertinya ia akan melahirkan." Rehan tersenyum "kita maafatkan situasi ini untuk balas dendam, aku mau kamu mengalihkan perhatian Abraham putra dan aku akan menyelinap." Rudi pun menatap tuanya "Tuan hati-hati juga dengan Anak buah Abraham yg bernama Simon dia dalah seorang penembak jitu." Rehan tetsenyum "Tenag saja, sepandai padainya dia dalam menembak jika ia melawan dalam jarak dekat pasti ia akan kalah. Sekarang kamu saipakan saja anak buah kita setelah itu kita akan pergi menyerang besok."


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2