Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 105.Perdebatan


__ADS_3

Setelah makan Windi mengantar Abraham ke luar di ikuti Roy , setelah sampi di depan rumah Windi menghadap suaminya lalu merapikan bajunya, sedamgkan Roy yg melihat itu menjadi iri dengan bosnya , setelah selesai merapikan tidak lupa sebuah kecupan manis di kening Abraham, "Hati hati sayang..." abraham tersenyum lalu langsung menarik windi dan langsung mencium bibir manisnya, Roy langsung memalingkan wajahnya, "Gila ni orang, udah tau orang di depanya jomblo, malah romantis-romantisan di depan gua."Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan mereka ,dan pak Rahmat pun keluar lalu membukakan pintu untuk tuanya, "Silahkan tuan." Abraham yg baru selesai mencium istrinya dan  langsung pergi di ikuti Roy, mobil itu pun perlahan berjalan tidak lupa windi melambaikan tanya ke Abraham hingga mobil itu pergi keluar gerbang, saat itulah windi masuk ke dalam rumah, Ia segera ke dapur dan menghampiri bik Ijah, "Apa bik Ijah, udah siap??"  Bik ijah menjawab, "Mau siap bagai mama lagi nona, begini saja sudah bagus."

__ADS_1


"Siapa tau bik Ijah mau dandan dulu" bik Ijah malu malu, "Ih nona ini ada-ada aja, bibik udah tua mana ada yg tergoda." Windi tersenyum dan menjawab, "Ih bibik ada lah, siapa tau ketemu duda." Bik ijah tersenyum, "Moga aja, duda mah gak papa nona, yg pentinh bukan suami orang ." Windi tertawa begitu juga dengan Bik Ijah, Tak lama kemudian Jesi dan keristin datang dengan pakain Rapi,"Kami sudah siap nona,..eh" keristin menatap Windi, "Nona pakai daster begini aja??" Windi dengan santai menggangguk, "Gak di ganti bajunya nona??" Windi menggeleng, "Buat apa??" Keristin terkejut, "Biar tambah cantik lah nona." Windi dengan santai menjawab,"Buat apa cantik-cantik orang udah punya sumai kok." Keristin menjawab, "Tapi tetap aja."

__ADS_1


Jesi yg mendengar perdebatan mereka memberi  isyrat untuk diam , mereka berdua pun terdiam lalu menoleh pada Jesi, "Nona tak perlu mengganti baju." Jesi berjalan ke belakang Windi lalu melepas ikat rambutnya, dan rambut panjang dan lurus windi pun terurai, lalu Jesi pun mengeluarkan lipstik dari tasnya lalu memakaikanya pada bibir Windi, dan yg terakhir Jesi memperbaiki poni Windi, "Sudah selesai.." Jesi memundurkan tubuhnya lalu mereka semua terpana melihat kecantikan Windi, yg hanya mengenakan lipstik natural dengan rambut yg terurai,

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2